Magang Bukan Formalitas: Pesan Kepala Kantor Pertanahan Kota untuk Mahasiswa UIN Palopo
Profesionalisme tidak hanya soal kemampuan teknis, melainkan juga sikap dan konsistensi. Foto: Humas UIN Palopo.
Kabar | hijaupopuler.id
Bagi sebagian mahasiswa, magang kerap dianggap sekadar syarat kelulusan. Namun, pandangan itu coba diluruskan oleh Kepala Kantor Pertanahan (Kantah) Kota Palopo, Ir Aspar SSiT MPA, saat memberikan pembekalan kepada mahasiswa Fakultas Syariah UIN Palopo.
Bertempat di Auditorium Phinisi, Kampus II UIN Palopo, Jalan Bitti, Selasa (31/3/2025) kemarin, Aspar menegaskan bahwa magang sejatinya adalah pintu pertama menuju realitas dunia kerja—tempat di mana teori diuji oleh situasi nyata.
“Magang itu bukan formalitas. Ini gerbang realitas. Di sini karakter dan integritas mulai terlihat,” tegasnya di hadapan peserta.
Menurutnya, mahasiswa tidak hanya dituntut cakap secara akademik, tetapi juga harus mampu menjaga nilai dalam kondisi yang tidak selalu ideal. Dunia kerja, kata dia, sering kali menghadirkan dilema—dan di situlah integritas menjadi pembeda.
Dalam pemaparannya, Aspar juga memperkenalkan konsep sederhana namun mendasar: kerja, profesionalisme, dan pengabdian. Tiga hal ini disebutnya sebagai fondasi utama bagi siapa pun yang ingin bertahan dan berkembang dalam dunia kerja.
Kerja, lanjutnya, bukan sekadar rutinitas, tetapi bentuk tanggung jawab dan kontribusi nyata. Profesionalisme tidak hanya soal kemampuan teknis, melainkan juga sikap dan konsistensi. Sementara pengabdian menjadi puncak—ketika pekerjaan dilakukan dengan kesadaran untuk memberi manfaat bagi masyarakat.
Tak hanya itu, ia juga mengingatkan mahasiswa agar tidak datang ke dunia kerja dengan “tangan kosong”. Ada lima hal yang menurutnya wajib disiapkan: pemahaman regulasi, integritas, kemampuan beradaptasi dengan teknologi, komunikasi yang empatik, serta mental yang kuat.
“Tekanan pasti ada. Target ada. Tapi yang bertahan adalah mereka yang siap, bukan hanya pintar,” ujarnya.
Menutup sesi, Aspar menyampaikan ilustrasi “penjaga gerbang”—sebuah refleksi tentang pentingnya keseimbangan antara ilmu dan integritas. Ia mengingatkan, tanpa ilmu, pekerjaan bisa merusak sistem. Tanpa integritas, peluang penyimpangan akan terbuka lebar.
Pembekalan ini menjadi salah satu upaya Fakultas Syariah UIN Palopo dalam menyiapkan mahasiswa agar tidak hanya siap magang, tetapi juga siap menghadapi dunia kerja dengan sikap dan nilai yang tepat.
Apa Reaksi Anda?

