Makna Ekoteologi di Balik Tumpeng KUA Pusaka Bantimurung pada HAB Kemenag ke-80

Makna Ekoteologi di Balik Tumpeng KUA Pusaka Bantimurung pada HAB Kemenag ke-80
Makna Ekoteologi di Balik Tumpeng KUA Pusaka Bantimurung pada HAB Kemenag ke-80

Melalui kegiatan ini, KUA Pusaka Bantimurung mendorong penguatan kesadaran ekologis di lingkungan Kementerian Agama. Foto : Abustan Dj.

Kabar | hijaupopuler.id

Kantor Urusan Agama (KUA) Pusaka Bantimurung, Kabupaten Maros, Provinsi Sulawesi Selatan, mengangkat konsep ekoteologi dalam lomba penyajian Nasi Tumpeng pada peringatan Hari Amal Bhakti (HAB) Kementerian Agama Republik Indonesia ke-80, Rabu (24/12/2025).

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian acara yang diselenggarakan Kementerian Agama Kabupaten Maros melalui Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kemenag Maros di Kantin DWP.

Tumpeng yang disajikan KUA Pusaka Bantimurung mengusung tema Nasi Tumpeng Ekoteologi, sebagai simbol keterkaitan antara nilai keagamaan dan kepedulian terhadap lingkungan hidup. Konsep ini menegaskan bahwa pengamalan iman sejalan dengan tanggung jawab menjaga kelestarian alam.

Secara visual, tumpeng dirancang dua tingkat yang melambangkan keseimbangan hubungan antara Tuhan, manusia, dan alam. Ornamen pohon, aneka sayuran, dan telur digunakan sebagai simbol kehidupan, keanekaragaman hayati, serta keberlanjutan generasi.

Melalui kegiatan ini, KUA Pusaka Bantimurung mendorong penguatan kesadaran ekologis di lingkungan Kementerian Agama, sejalan dengan tema HAB Kemenag ke-80 yang menekankan agama berdampak dan berkelanjutan.

Apa Reaksi Anda?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow