Ragam Aksi KKN UIN Palopo: Ragam Jejak Pengabdian Mahasiswa UIN Palopo di Desa

Ragam Aksi KKN UIN Palopo: Ragam Jejak Pengabdian Mahasiswa UIN Palopo di Desa

Ketika mahasiswa hadir untuk menjalankan program dan bekerja bersama warga, serta memahami persoalan di lapangan, pengabdian dapat berkembang menjadi proses membangun kebiasaan, kapasitas, dan kepedulian yang lebih berkelanjutan. Foto: Humas UIN Palopo.

Kabar | hijaupopuler.id

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Islam Negeri (UIN) Palopo menunjukkan beragam bentuk pengabdian di tengah masyarakat sepanjang September hingga awal Oktober 2026. Program yang dijalankan menyasar dunia pendidikan, juga kepedulian lingkungan, perlindungan anak, pemberdayaan ekonomi, penguatan keagamaan, hingga keberlanjutan fasilitas desa.

Rangkaian kegiatan tersebut antara lain program Sahabat Bumi Cilik di Desa Lioka, Kecamatan Towuti, Kabupaten Luwu Timur, yang berlangsung 17–25 September 2026. Program ini menyasar sekitar 240 siswa di SDN 275 Lioka dan SDN 285 Molindowe melalui edukasi lingkungan, pemilahan sampah organik dan anorganik, permainan pilah sampah, serta cerdas cermat. Kegiatan tersebut diarahkan untuk membentuk kebiasaan menjaga kebersihan dan kepedulian terhadap lingkungan sejak usia dini.

Masih di Luwu Timur, mahasiswa KKN Posko Desa Pekaloa menggelar sosialisasi anti-perundungan bagi siswa SDN 274 Pekaloa, Kamis (24/9/2026). Siswa kelas IV hingga VI diajak mengenali bentuk dan dampak perundungan melalui film pendek, penyampaian materi, serta diskusi interaktif. Sejumlah siswa bahkan membagikan pengalaman pribadi hingga meneteskan air mata, sebelum kegiatan ditutup dengan ajakan untuk saling meminta maaf dan membangun pertemanan yang lebih menghargai satu sama lain.

Memasuki awal Oktober, perhatian mahasiswa KKN meluas pada pemberdayaan ekonomi masyarakat. KKN Tematik Angkatan XLVIII Posko 94 menggelar Seminar UMKM di Desa Nikkel, Kecamatan Nuha, Luwu Timur, Selasa (6/10/2026), dengan tema “Naik Kelas Melalui Market and Branding.” Para pelaku UMKM mendapat materi mengenai target pasar, identitas merek, kemasan, kualitas produk, serta pemanfaatan media sosial dan platform digital untuk memperluas pemasaran. Diskusi juga membuka ruang bagi pelaku usaha menyampaikan kendala yang mereka hadapi, terutama terkait promosi, kemasan, dan pemasaran daring.

Sehari setelahnya, Rabu (7/10/2026), mahasiswa KKN Tema Ekoteologi dan Desa Ramah Lingkungan Kelompok 99 melaksanakan edukasi dan praktik Tanaman Obat Keluarga (TOGA) di SDN 270 Matompi, Desa Baruga, Kecamatan Towuti. Para siswa diperkenalkan pengertian dan manfaat tanaman obat, serta diajak menanam dan merawatnya secara langsung. Pendekatan praktik tersebut diarahkan agar kepedulian terhadap lingkungan tidak berhenti pada pengetahuan, melainkan diterjemahkan menjadi tindakan sederhana yang dapat dilakukan di sekolah maupun rumah.

Di Kabupaten Luwu, mahasiswa KKN Posko Desa Mario, Kecamatan Ponrang, menggelar Festival Anak Sholeh (FAS) TPA se-Desa Mario pada 3–4 Oktober 2026. Mengusung tema “Membentuk Generasi Qur’ani yang Cerdas, Berakhlaq, dan Percaya Diri,” kegiatan ini mempertemukan santri dari sejumlah TPA dalam lomba azan, hafalan surah pendek, dan hafalan doa sehari-hari. Selain menjadi ruang kompetisi, kegiatan ini diarahkan untuk mempererat silaturahim antarsantri sekaligus membentuk karakter anak melalui kegiatan edukatif bernuansa Islami.

Sementara itu, di Kabupaten Luwu Utara, KKN UIN Palopo Kelompok 36 memilih melanjutkan karya mahasiswa KKN periode sebelumnya melalui renovasi gapura yang menjadi penanda Dusun Manganan dan Dusun Pamuntang, Desa Rinding Allo, Kecamatan Rongkong. Renovasi dilakukan secara gotong royong bersama pemuda dan pemerintah dusun. Program ini menjadi contoh kesinambungan pengabdian karena fasilitas yang dibangun mahasiswa pada 2025 kembali dirawat dan dibenahi oleh mahasiswa KKN berikutnya agar tetap memberikan manfaat bagi masyarakat.

Beragam kegiatan tersebut dinilai memperlihatkan pengabdian mahasiswa KKN UIN Palopo tidak berhenti pada pelaksanaan program sesaat. Dari membangun kebiasaan memilah sampah, menanam tanaman obat, mencegah perundungan, menguatkan pendidikan keagamaan, membantu UMKM mengenal pemasaran digital, hingga merawat fasilitas desa, setiap program diarahkan untuk meninggalkan manfaat yang dapat diteruskan masyarakat setelah masa KKN berakhir.

Ragam program itu sekaligus dianggap menunjukkan KKN dapat menjadi ruang perjumpaan antara pengetahuan kampus dan kebutuhan nyata masyarakat. Ketika mahasiswa hadir untuk menjalankan program dan bekerja bersama warga, serta memahami persoalan di lapangan, pengabdian dapat berkembang menjadi proses membangun kebiasaan, kapasitas, dan kepedulian yang lebih berkelanjutan.

Apa Reaksi Anda?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow