Sebar ke Lembaga Strategis, UIN Palopo Uji Nyali Mahasiswa Magang di Dunia Nyata Kerja

Sebar ke Lembaga Strategis, UIN Palopo Uji Nyali Mahasiswa Magang di Dunia Nyata Kerja
Sebar ke Lembaga Strategis, UIN Palopo Uji Nyali Mahasiswa Magang di Dunia Nyata Kerja
Sebar ke Lembaga Strategis, UIN Palopo Uji Nyali Mahasiswa Magang di Dunia Nyata Kerja
Sebar ke Lembaga Strategis, UIN Palopo Uji Nyali Mahasiswa Magang di Dunia Nyata Kerja
Sebar ke Lembaga Strategis, UIN Palopo Uji Nyali Mahasiswa Magang di Dunia Nyata Kerja

Mahasiswa harus siap menghadapi realitas kerja. Di sinilah mereka ditempa—bukan hanya cerdas, tapi juga profesional dan adaptif. Foto: Humas UIN Palopo.

Kabar | hijaupopuler.id

Fakultas Syariah (Fasya) UIN Palopo tak lagi ingin menghasilkan lulusan yang “jago teori tapi gagap praktik.” Lewat program magang, pada 14–15 April 2026, mahasiswa langsung “dilempar” ke jantung lembaga strategis—mulai dari pengadilan, kejaksaan, kepolisian, hingga instansi pemerintahan.

Bukan sekadar formalitas, pengantaran mahasiswa dilakukan langsung oleh dosen pembimbing. Langkah ini menjadi sinyal kuat bahwa kampus serius membangun koneksi nyata antara ruang kuliah dan dunia kerja.

Penempatan mahasiswa pun tidak main-main. Mereka tersebar di BSI KCP Palopo Andi Djemma dan BSI KCP Belopa, Perumda TM Kota Palopo, Badan Narkotika Nasional Kota Palopo, PN Belopa, Dinas Sosial dan Sekretariat Daerah Kota Palopo, PN Makale, Kejaksaan Negeri Luwu, Malili dan Palopo, Polres Luwu dan Palopo, PA Palopo, Masamba, Malili dan Belopa, Yayasan Bantuan Hukum Wija Luwu, Badan Pengawas Pemilihan Umum Palopo, Dishub, DLH, serta Dinas PPA Kota Palopo.

Tak berhenti di level lokal, mahasiswa juga masuk ke lingkar strategis seperti Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional Palopo, Kantor Gubernur Sulawesi Selatan, PTUN, PN Makassar, Malili, Masamba dan Kota Palopo, kantor advokat, hingga Kementerian Hukum dan HAM Sulawesi Selatan. Bahkan lembaga seperti Lapas Kelas IIA Palopo, KPP Pratama Palopo, KP2KP Masamba, Badan Amil Zakat Nasional Palopo, dan notaris turut menjadi “laboratorium nyata” mahasiswa.

Dekan Fakultas Syariah, Helmi Kamal, menegaskan bahwa ini bukan sekadar program rutin.

“Mahasiswa harus siap menghadapi realitas kerja. Di sinilah mereka ditempa—bukan hanya cerdas, tapi juga profesional dan adaptif,” tegasnya.

Langkah ini dinilai menegaskan UIN Palopo mulai serius menutup jurang antara dunia kampus dan dunia kerja. Jika pola ini berlanjut, lulusan bukan lagi pencari kerja—tetapi kandidat siap pakai.

Apa Reaksi Anda?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow