Tampilkan Rumah Moderasi Beragama di Pesparani Nasional III, Kemenag Gaungkan Toleransi
Sumber Kemenag.go.id
Jakarta | hijaupopuler.id
Toleransi merupakan salah satu dari empat indikator moderasi beragama yang tidak terpisahkan dari praktik dan perilaku beragama yang moderat. Sebagai hal mendasar dalam menjaga kerukunan dan merawat kebhinnekaan Indonesia, nilai-nilai toleransi telah menjadi bagian dari kehidupan nenek moyang kita sejak dahulu. Ini menjadi inspirasi guna menjalin komunikasi dan berinteraksi antar sesama dalam kehidupan, sekaligus juga menjadi sumber kekuatan untuk bersatu mencapai cita-cita bersama.
Hal ini yang mendasari bagaimana sikap pemerintah lewat Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag) merawat persatuan itu dengan terus menyuarakan nilai-nilai toleransi dan penerapan sikap moderasi beragama dalam kehidupan bermasyarakat.
Pada kesempatan kali ini, Kemenag kembali menggaungkan bagaimana wajah dari yang disebut toleransi dapat menjadi solusi dari sebuah kondisi yang terkadang ribut hanya karena sebuah perbedaan. Lewat Pesta Paduan Suara Gerejani (Pesparani) Katolik Nasional III yang baru-baru ini berlangsung di Jakarta, Kemenag ikut memeriahkan dengan menampilkan pameran rumah Moderasi Beragama.
Dikitip dari kemenag.go.id, Pameran ini diinisiasi oleh Ditjen Bimbingan Masyarakat Katolik. Peparani Katolik Nasional III berlangsung dari 28 - 31 Oktober 2023. Ajang ini menarik perhatian umat Katolik se-Indonesia. Ratusan kontingen dari 38 provinsi di Indonesia hadir memenuhi Gedung Pusat Niaga Lt. 6 Jakarta International Expo. Selain melihat perlombaan, mereka juga menyempatkan diri mengunjungi stan pameran “Rumah Moderasi Beragama Kementerian Agama”.
Stan Pameran Moderasi Beragama didesain dengan tema rumah khas Betawai. Stan ini menyediakan berbagai bahan pameran, mulai dari buku-buku moderasi beragama, Kitab Suci dari enam agama, majalah, serta souvenir seperti baju, tumbler, mug dan totebag. Semu aitu menjadi daya tarik yang memancing para kontingen mengunjungi stand pameran Kementerian Agama.
Sr. Fransiska misalnya, salah seorang kontingen dari Provinsi Lampung mengakui terkesan dengan stand pameran “Rumah Moderasi Beragama Kementerian Agama”. Menurutnya, selain sebagai ajang perlombaan, Pesparani juga dapat menjadi momen baik untuk mengaungkan toleransi dan moderasi beragama.
“Saya terkesan dengan stand pameran Kementerian Agama, nama stand Rumah Moderasi Beragama Kementerian Agama menjadi cara yang bagus untuk menanamkan kesadaran kepada para kontingen bahwa Pesparani juga bisa menjadi ajang menggaungkan moderasi beragama. Semoga Pesparani Nasional ini bisa menjadi sebuah pesta iman,” ungkap di Jakarta, Senin (30/10/2023).
Pesparani di Jakarta ini merupakan kali ketiga diselenggarakan. Pesparani pertama digelar di Kota Ambon pada 2018. Adapun Pesparani Katolik II berlangsung di Kupang pada 2022.
Ada 13 cabang yang dilombakan dalam Pesparani Katolik III. Ke-13 cabang ini terbagi dalam empat kategori, yaitu paduan suara, menyanyikan Mazmur, cerdas cermat rohani, dan tutur Kitab Suci.
Pesparani diikuti kontingen dari 38 provinsi yang terdiri dari peserta lomba, dirigen, pelatih, organis, dan ofisial. Setiap kontingen mengirimkan maksimal 250 orang.
Ikuti info update Kemenag RI melalui laman kemenag.go.id
Apa Reaksi Anda?
