Mahasiswa Penerima Beasiswa KIP Kuliah UIN Palopo Turun ke Jalan, Tebar Takjil untuk Pekerja Harian di Palopo

Mahasiswa Penerima Beasiswa KIP Kuliah UIN Palopo Turun ke Jalan, Tebar Takjil untuk Pekerja Harian di Palopo

Aksi ini menepis stigma mahasiswa penerima bantuan hanya menjadi objek program pemerintah. Di Palopo, mereka justru tampil sebagai subjek perubahan. Foto: Humas UIN Palopo.

Kabar | hijaupopuler.id

Ramadan menjadi momentum refleksi sekaligus aksi bagi mahasiswa penerima KIP Kuliah UIN Palopo. Melalui Ikatan Keluarga Alumni Bidikmisi (IKABM), mereka turun langsung ke jalan membagikan takjil kepada masyarakat yang masih berjuang mencari nafkah menjelang waktu berbuka, Kamis (26/2/2026) sore kemarin.

Aksi berbagi tersebut menyasar pengemudi ojek online, tukang becak, pekerja harian, hingga warga kurang mampu yang beraktivitas di ruang publik. Pembagian dilakukan di sejumlah titik keramaian, seperti kawasan Monumen Nol Kilometer Palopo dan depan Masjid Jami Tua Palopo.

Berbeda dari sekadar kegiatan seremonial Ramadan, aksi ini mencerminkan kesadaran sosial mahasiswa penerima beasiswa yang notabene juga berasal dari latar belakang keluarga sederhana. Mereka memilih untuk berbagi, meski memahami betul arti perjuangan ekonomi.

Ketua IKABM KIP Kuliah UIN Palopo, Hayrul, menyampaikan rasa syukur karena seluruh takjil yang disiapkan habis dalam waktu relatif singkat.

“Alhamdulillah, kegiatan berjalan lancar dan seluruh takjil tersalurkan. Ini menjadi pengingat bagi kami bahwa masih banyak saudara-saudara kita yang membutuhkan perhatian, terutama para orang tua yang tetap bekerja keras demi keluarga mereka di bulan Ramadan,” ujarnya.

Ia menegaskan, kegiatan tersebut bukan sekadar agenda tahunan, melainkan bagian dari komitmen sosial organisasi untuk terus hadir di tengah masyarakat.

“Semoga ini menjadi langkah awal untuk program sosial berikutnya. Sekecil apa pun yang kita berikan, jika dilakukan dengan ikhlas, insya Allah membawa keberkahan,” tambahnya.

Aksi ini sekaligus menepis stigma bahwa mahasiswa penerima bantuan hanya menjadi objek program pemerintah. Di Palopo, mereka justru tampil sebagai subjek perubahan—menggerakkan solidaritas, memperkuat empati, dan menanamkan nilai kebermanfaatan di ruang publik.

Ramadan, bagi mahasiswa KIP Kuliah UIN Palopo, bukan hanya tentang menahan lapar dan dahaga, tetapi juga tentang memastikan kepedulian sosial tetap menyala di tengah dinamika kota.

Apa Reaksi Anda?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow