Kunjungi Tiga PTKIN di Jawa, Begini Pengalaman Ketua Sema UIN Palopo Bahas Tata Kelola Ormawa
Ashar memaparkan strategi dan upaya yang telah diimplementasikan oleh Sema UIN Palopo, untuk meningkatkan kualitas dan peran legislatif lembaga kemahasiswaan. Foto : Humas UIN Palopo.
Yogyakarta | hijaupopuler.id
Universitas Islam Negeri (UIN) Palopo terus memperkuat jaringan dan tata kelola Organisasi Mahasiswa (Ormawa) di tingkat nasional.
Ashar Adytia, Ketua Senat Mahasiswa (Sema) UIN Palopo, menjadi salah satu peserta kunci dalam program Mobile Leadership Training dan Benchmarking ke tiga Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) terkemuka di Pulau Jawa, pada tanggal 9 sampai 15 November 2025 lalu.
Dalam rangkaian kegiatan tersebut, Ashar berkesempatan mengunjungi dan berdiskusi langsung dengan mitra PTKIN, yaitu UIN Walisongo Semarang, UIN Raden Mas Said Surakarta (Solo), dan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.
Kegiatan Mobile Leadership Training ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan kepemimpinan mahasiswa dan menjadi sarana berbagi pengalaman dan pengetahuan (sharing knowledge) antar PTKIN.
Ashar merupakan perwakilan yang terpilih untuk mengikuti program strategis ini, menegaskan komitmen UIN Palopo dalam mencetak pemimpin mahasiswa yang berwawasan luas. Pada setiap sesi diskusi, ia aktif berbagi pengalaman mengenai peningkatan tata kelola dan pengembangan kelembagaan mahasiswa di kampusnya.
Ia memaparkan strategi dan upaya yang telah diimplementasikan oleh Sema UIN Palopo, untuk meningkatkan kualitas dan peran legislatif lembaga kemahasiswaan.
Selama kunjungannya, Ashar juga menjalin komunikasi intensif dengan pengurus Senat Mahasiswa dan beberapa pengurus lembaga kemahasiswaan pada ketiga UIN yang dikunjunginya.
Mereka membahas berbagai isu krusial kemahasiswaan, mulai dari advokasi, peran kontrol, pedoman Ormawa hingga pertukaran praktik terbaik dalam mengembangkan lembaga kemahasiswaan yang mandiri dan efektif.
Ashar mengharapkan kegiatan Mobile Leadership Training ini dapat memberikan kontribusi signifikan bagi pengembangan lembaga kemahasiswaan di kampus, terkhusus untuk Sema UIN Palopo.
"Pengetahuan yang kami peroleh dari UIN Semarang, Solo, dan Yogyakarta akan menjadi bekal berharga untuk meningkatkan kualitas lembaga kami. Terlebih lagi, dalam waktu dekat ini kampus kita akan mengadakan Pemira. Harapannya, semoga pengalaman dan pengetahuan terkait mekanisme Pemira adil dan transparan ini nantinya dapat diimplementasikan dengan dengan baik," terangnya.
Apa Reaksi Anda?

