Mapala UIN Palopo Gelar Aksi Bersih Sungai Peringati Hari Bumi 2026
Secara historis, Hari Bumi pertama kali diperingati pada 1970 di Amerika Serikat sebagai respons atas meningkatnya kerusakan lingkungan akibat industrialisasi. Foto: Humas UIN Palopo.
Kabar | hijaupopuler.id
Unit Kegiatan Khusus (UKK) Mahasiswa Pencinta Alam (Mapala) Universitas Islam Negeri (UIN) Palopo menggelar aksi bakti sosial dengan membersihkan bantaran Sungai Andoli di Kecamatan Bara, Kota Palopo, Sulawesi Selatan, Rabu (22/4/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari peringatan Hari Bumi 2026.
Aksi yang dimulai sekitar pukul 15.45 Wita tersebut melibatkan mahasiswa yang turun langsung mengangkat sampah dari aliran sungai di sekitar kompleks BPP RSS Balandai. Kegiatan mengusung tema “Setiap langkah kecil yang kita ambil untuk bumi, adalah harapan besar bagi generasi yang akan datang.”
Ketua Umum UKK Mapala UIN Palopo, Rifki, mengatakan kegiatan ini bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kebersihan lingkungan, khususnya ekosistem sungai yang kerap menjadi tempat pembuangan sampah.
“Momentum Hari Bumi kami jadikan sebagai pengingat bahwa menjaga lingkungan bisa dimulai dari tindakan sederhana. Membersihkan sungai adalah langkah kecil, tetapi dampaknya besar bagi keberlanjutan ekosistem,” ujarnya.
Menurut Rifki, aksi tersebut juga menjadi bagian dari edukasi langsung kepada masyarakat agar tidak membuang sampah ke sungai yang berpotensi menimbulkan pencemaran dan banjir.
Pembina UKK Mapala UIN Palopo, Amrul Aysar Ahsan, yang juga Wakil Dekan II Bidang Administrasi Umum, Perencanaan dan Keuangan Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Dakwah, menilai kegiatan tersebut mencerminkan kepedulian generasi muda terhadap isu lingkungan yang semakin mendesak.
“Gerakan seperti ini tidak hanya berdampak pada kebersihan lingkungan, tetapi juga membentuk karakter mahasiswa yang peduli dan bertanggung jawab. Ini sejalan dengan nilai-nilai keberlanjutan yang harus terus ditanamkan,” katanya.
Secara historis, Hari Bumi pertama kali diperingati pada 1970 di Amerika Serikat sebagai respons atas meningkatnya kerusakan lingkungan akibat industrialisasi. Seiring waktu, peringatan ini berkembang menjadi gerakan global yang mendorong aksi nyata menjaga kelestarian bumi.
Di tengah meningkatnya persoalan lingkungan seperti pencemaran sungai dan krisis sampah di berbagai daerah, aksi yang dilakukan Mapala UIN Palopo dinilai menjadi contoh kontribusi nyata di tingkat lokal dalam mendukung upaya pelestarian lingkungan secara lebih luas.
Apa Reaksi Anda?

