Pasca Transformasi Kelembagaan, UIN Palopo Kantongi Dua Sertifikat ISO

Pasca Transformasi Kelembagaan, UIN Palopo Kantongi Dua Sertifikat ISO
Pasca Transformasi Kelembagaan, UIN Palopo Kantongi Dua Sertifikat ISO

Di tengah dinamika perubahan kelembagaan, pengakuan ini menjadi penegas bahwa transformasi tidak berhenti pada nomenklatur, tetapi juga menyentuh sistem dan tata kelola. Foto: Humas UIN Palopo.

Kabar | hijaupopuler.id

Perubahan nama kelembagaan sepertinya bukan hanya sekadar urusan administratif bagi Universitas Islam Negeri (UIN) Palopo. Di balik transformasi dari IAIN ke UIN, ada proses panjang yang kini mulai menunjukkan hasil: pengakuan standar internasional.

Hal itu ditandai dengan diterimanya dua sertifikat sekaligus—ISO 21001:2018 dan ISO 9001:2015—oleh Rektor UIN Palopo, Abbas Langaji, Senin (6/3/2026), di Jakarta.

Didampingi Wakil Rektor I Bidang Akademik dan Kelembagaan, Munir Yusuf, serta Kepala Bagian Akademik, Umum, dan Pengadaan Barang/Jasa, Saepul, penyerahan sertifikat berlangsung di kantor PT Aksesindo Cakrawala Perkasa (ACP), Jalan Letjen MT Haryono, Jakarta Timur.

Bagi UIN Palopo, sertifikasi ini bukan capaian instan. Ia merupakan hasil dari audit surveillance pertama—tahapan penting dalam menjaga keberlanjutan standar mutu yang telah dirintis sejak masih berstatus institut.

Di tengah dinamika perubahan kelembagaan, pengakuan ini menjadi penegas bahwa transformasi tidak berhenti pada nomenklatur, tetapi juga menyentuh sistem dan tata kelola.

“Capaian ini menjadi langkah strategis dalam memastikan sistem manajemen mutu berjalan sesuai standar internasional,” ujar Abbas. Ia juga menekankan bahwa konsistensi menjadi kunci, bukan sekadar pencapaian sesaat.

Lebih jauh, Rektor menyoroti pentingnya penguatan budaya mutu di lingkungan kampus. Salah satunya melalui program penyegaran (refreshment) bagi tenaga pendidik dan kependidikan agar tetap adaptif terhadap standar global yang terus berkembang.

Namun, langkah ini tampaknya belum berhenti. UIN Palopo membuka ruang kolaborasi lanjutan dengan PT ACP, termasuk dalam penyelenggaraan pelatihan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) bagi mahasiswa—sebuah upaya untuk menjembatani dunia akademik dengan kebutuhan riil dunia kerja.

Di sisi lain, pihak PT ACP melihat capaian ini sebagai sesuatu yang layak diapresiasi. Direktur Keuangan, Elisabeth Andini Hapsari Ningrum, menilai UIN Palopo tidak hanya memenuhi standar teknis, tetapi juga menghadirkan nilai yang jarang terukur.

“Ada keramahtamahan yang menjadi keunggulan tersendiri,” ujarnya.

Di tengah kompetisi global antarperguruan tinggi, pengakuan semacam ini menjadi lebih dari sekadar sertifikat. Ia adalah penanda arah—bahwa UIN Palopo sedang bergerak, menata diri, dan berupaya menempatkan kualitas sebagai fondasi utama.

Apa Reaksi Anda?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow