UIN Palopo tak sekadar bicara soal informasi—kampus ini tampak mulai menata ulang cara bercerita ke publik.
Lewat kegiatan Refreshment Kehumasan yang digelar di Auditorium Mini Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah (FUAD), Kampus III, Selasa (31/3/2026) kemarin, para pengelola informasi kampus dikumpulkan dalam satu forum untuk menyatukan arah, memperkuat kapasitas, sekaligus merumuskan strategi komunikasi yang lebih relevan di era digital.
Hadir sebagai pemantik utama, konten kreator sekaligus CEO Bedabaik, Muh Rijal Djamal, membedah bagaimana narasi yang kuat bisa membentuk citra institusi. Peserta yang datang pun tidak main-main—mulai dari humas fakultas, pascasarjana, lembaga, unit kerja, hingga organisasi kemahasiswaan.
Bagi Humas UIN Palopo, kegiatan ini bukan sekadar pelatihan formal. Lebih dari itu, ini adalah ruang konsolidasi.
Reski Azis menegaskan, meski dikemas sederhana, forum ini dirancang untuk menghasilkan dampak nyata.
“Kita ingin ada umpan balik konkret. Ini bukan hanya soal belajar, tapi juga menyatukan persepsi antar pengelola kehumasan di seluruh lini kampus,” ujarnya.
Pesan serupa juga menguat dari pihak pimpinan. Kepala Biro Akademik, Keuangan dan Umum (AKU), HM Arsyad Ambo Tuo, mengingatkan bahwa kehumasan memiliki posisi strategis dalam menjaga kredibilitas institusi.
Menurutnya, arus informasi yang cepat harus diimbangi dengan ketelitian.
“Humas tidak hanya menyampaikan informasi, tapi juga memastikan kebenarannya. Di situlah kepercayaan publik dibangun,” tegasnya.
Menariknya, sesi akhir kegiatan justru menjadi titik paling krusial. Di sinilah terjadi sinkronisasi antara kehumasan tingkat universitas dengan seluruh unit.
Pranata Humas Jefri Nugraha dan Mahfud Massaguni bersama tim universitas memaparkan strategi penguatan kapasitas—mulai dari pola distribusi informasi, konsistensi narasi, hingga pentingnya kolaborasi lintas unit.
Langkah ini menjadi sinyal kuat bahwa UIN Palopo tidak ingin berjalan sendiri-sendiri dalam mengelola informasi. Sebaliknya, kampus ini mulai membangun satu suara—lebih terarah, lebih kredibel, dan tentu saja lebih berdampak.
Dengan fondasi ini, kehumasan UIN Palopo diharapkan tak hanya aktif menyampaikan informasi, tetapi juga mampu membentuk citra kampus yang kuat di tengah persaingan ruang digital yang semakin dinamis.