Produktivitas Akademik UIN Palopo Meningkat, Dua Buku Baru Jadi Inspirasi Generasi Muda

Produktivitas Akademik UIN Palopo Meningkat, Dua Buku Baru Jadi Inspirasi Generasi Muda
Produktivitas Akademik UIN Palopo Meningkat, Dua Buku Baru Jadi Inspirasi Generasi Muda

Kedua buku ini kini telah tersedia di Unit Penunjang Akademik (UPA) Perpustakaan UIN Palopo, dan terbuka untuk diakses publik. Foto: Humas UIN Palopo.

Kabar | hijaupopuler.id

Di tengah berbagai keterbatasan yang kerap membayangi dunia pendidikan, mahasiswa Universitas Islam Negeri Palopo justru menunjukkan arah sebaliknya: bertahan, tumbuh, dan melahirkan karya. Dua buku terbaru—“Cahaya dari Timur (Doa, Semangat, dan Kesabaran)” dan “Masīrat al-Aṯar – Mahasiswa, Organisasi, dan Cahaya Masa Depan”—menjadi penanda bahwa literasi tidak sekadar wacana, melainkan praksis yang hidup di ruang-ruang kampus.

Buku Cahaya dari Timur lahir dari tangan mahasiswa penerima Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah. Ia bukan sekadar kumpulan tulisan, melainkan potret realitas yang sering luput dari narasi besar pendidikan tinggi. Di dalamnya, tersaji cerita tentang bertahan di tengah tekanan ekonomi, keterbatasan fasilitas, hingga pergulatan menjaga semangat belajar. Narasi yang dihadirkan tidak dibuat-buat—ia jujur, personal, dan menyentuh.

Di sisi lain, Masīrat al-Aṯar bergerak pada spektrum berbeda. Buku ini merupakan hasil kolaborasi mahasiswa dan dosen, yang mengangkat dinamika organisasi kemahasiswaan sebagai ruang pembentukan kepemimpinan. Nama-nama seperti Takdir Ishak, Nurhayati Usman, hingga Dirga Saputra terlibat dalam proses kreatif yang tidak hanya menulis, tetapi juga merumuskan gagasan tentang arah gerakan mahasiswa di era modern.

Menariknya, dua buku ini berangkat dari titik yang berbeda, namun bertemu pada satu simpul yang sama: daya tahan intelektual. Jika Cahaya dari Timur berbicara tentang ketangguhan individu menghadapi realitas hidup, maka Masīrat al-Aṯar menegaskan pentingnya ruang kolektif dalam membentuk kesadaran dan kepemimpinan.

Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Kerja Sama UIN Palopo, Takdir Ishak, pada Jumat (27/3/2026) menilai kehadiran kedua buku ini sebagai sinyal positif berkembangnya ekosistem akademik mahasiswa yang tidak stagnan. Menurutnya, mahasiswa hari ini tidak lagi cukup hanya menjadi konsumen ilmu, tetapi juga produsen gagasan.

Dalam konteks yang lebih luas, fenomena ini menunjukkan bahwa akses pendidikan—seperti melalui program KIP Kuliah—tidak berhenti pada ruang kelas. Ia menjelma menjadi energi untuk melahirkan karya, memperluas perspektif, dan menegaskan bahwa keterbatasan bukanlah penghalang mutlak bagi produktivitas intelektual.

Kedua buku ini kini telah tersedia di Unit Penunjang Akademik (UPA) Perpustakaan UIN Palopo, dan terbuka untuk diakses publik. Lebih dari sekadar bacaan, ia adalah cermin—tentang bagaimana harapan, kerja keras, dan kolaborasi dapat menjelma menjadi cahaya dari timur yang sesungguhnya.

Apa Reaksi Anda?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow