UIN Palopo Gelar In House Training Digital Content Creation Diikuti Mahasiswa dan Tendik
Rijal membahas pentingnya brand awareness, issue management, dan call to action dalam dunia komunikasi digital. Foto : Humas UIN Palopo.
Palopo | hijaupopuler.id
Universitas Islam Negeri (UIN) Palopo menggelar kegiatan In House Training Digital Content Creation, Kamis (13/11/2025) baru-baru ini, di Aula Mini Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) di kampus 3 jalan Tokasirang Kelurahan Temmalebba Kecamatan Bara. Berlangsung mulai pukul 09.00 hingga 16.00 Wita, menghadirkan narasumber content creator/influencer sekaligus CEO Bedabaik asal Makassar, Rijal Djamal SS MSi CPT alias Rijal System.
Training ini juga dihadiri Koordinator Humas UIN Palopo Reski Azis SSosI MPdI, Kepala Bagian Tata Usaha (Kabag TU) FEBI Hijrawati Usman SE MPd, dan Sekretaris Program Studi (Prodi) Perbankan Syariah (PBS) M Iksan Purnama SSy ME.
Adapun peserta kegiatan ini terdiri dari Pranata Humas, Tenaga Kependidikan (Tendik) dan mahasiswa dari semua fakultas dan unit se-UIN Palopo. Jalannya kegiatan dipandu crew Humas UIN Palopo, Mahfud Masaguni SIP.
Dalam sambutannya di awal acara, Reski Azis menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kehadiran narasumber beserta timnya untuk berbagi pengalaman terkait content creation. Ia juga mengungkapkan tujuan pelatihan ini adalah untuk membekali keterampilan digital bagi para peserta, agar nantinya dapat lebih maksimal dalam memperkenalkan UIN Palopo kepada masyarakat luas melalui produksi konten-konten yang edukatif dan informatif.
Adapun Rijal Djamal memaparkan materi dengan judul “Mulailah dari Akhir: Mindset and Metrics in the Content Creation.” Ia membagi materinya tiga sesi, yakni soal mindset, metrics, dan content creator.
Di awal ia menjelaskan perbedaan antara content creator, content marketer, dan public figure. Ia juga menerangkan bagaimana sebuah konten idealnya memuat tiga unsur, yakni informasi, hiburan dan edukasi.
Lebih lanjut, Rijal mengurai alur kerja seorang content creator, mulai dari riset data, analisis tren dan isu, pembuatan storyboard, penyusunan jadwal, proses pengambilan gambar, pengumpulan bahan mentah, hingga proses editing, review dan distribusi melalui media sosial.
“Media sosial tidaklah monolog, tetapi dialog. Ada tiga M yang harus dimiliki oleh tim Humas, yaitu media center, media massa, dan media sosial,” tegasnya.
Rijal juga menyinggung pentingnya brand awareness, issue management, dan call to action dalam dunia komunikasi digital. Ia menekankan bahwa relevansi konten lebih penting daripada sekadar citra instansi.
“Masyarakat saat ini tidak hanya melihat level lembaga, tetapi mencari konten yang relevan dengan permasalahan mereka. Dan yang paling penting bagi seorang content creator adalah konsistensi dan daya tahan,” tambahnya.
Rijal juga berharap, sivitas akademika UIN Palopo semakin adaptif dalam menghadapi tantangan era digital, serta mampu mengoptimalkan peran media sosial untuk memperkuat citra dan komunikasi publik.
Apa Reaksi Anda?

