Dari Imam Salat hingga Mengajar Mengaji, Pengabdian Mahasiswa PBA di Padang Kalua

Dari Imam Salat hingga Mengajar Mengaji, Pengabdian Mahasiswa PBA di Padang Kalua
Dari Imam Salat hingga Mengajar Mengaji, Pengabdian Mahasiswa PBA di Padang Kalua

Safari Ramadan ini menjadi bukti bahwa mahasiswa tidak hanya belajar di ruang kelas, tetapi juga belajar dari kehidupan nyata di tengah masyarakat. Foto: Humas UIN Palopo.

Kabar | hijaupopuler.id

Ramadan tahun ini menjadi pengalaman berbeda bagi sejumlah mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Arab (PBA) Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) Universitas Islam Negeri (UIN) Palopo. Selama 10 hari, mereka meninggalkan rutinitas kampus untuk menjalani Safari Ramadan di Desa Padang Kalua, Lamasi, Kabupaten Luwu, Sulsel.

Kegiatan yang berlangsung sejak 28 Februari hingga 9 Maret 2026 ini menjadi ruang belajar langsung bagi mahasiswa untuk mengasah kemampuan dakwah sekaligus berinteraksi dengan masyarakat.

Bagi para mahasiswa, Safari Ramadan bukan sekadar kegiatan organisasi kemahasiswaan, melainkan juga kesempatan mempraktikkan ilmu yang selama ini dipelajari di ruang kuliah.

Sebelum diterjunkan ke masyarakat, para peserta terlebih dahulu mengikuti pembekalan dan pelatihan mubalig. Pembekalan tersebut dibimbing langsung oleh sejumlah dosen, di antaranya Prof Dr Muhaemin SPdI MA, Dr Naidin Syamsuddin SAg MPdI, dan H Muhammad Alfan Putra Lc MA.

Dalam sesi tersebut, mahasiswa dibekali berbagai materi penting seperti teknik ceramah, kepemimpinan ibadah, adab berdakwah, hingga cara membangun komunikasi yang baik dengan masyarakat.

Ketua panitia kegiatan menyebutkan bahwa Safari Ramadan ini dirancang untuk membentuk mahasiswa yang tidak hanya memiliki kemampuan akademik, tetapi juga siap hadir dan berkontribusi di tengah masyarakat.

“Mahasiswa perlu memiliki pengalaman nyata dalam berdakwah. Karena itu kegiatan ini menjadi ruang latihan agar mereka mampu mengimplementasikan ilmu yang dimiliki,” ujarnya.

Selama berada di Desa Padang Kalua, para mahasiswa menjalankan berbagai aktivitas keagamaan. Mereka bergantian menjadi imam salat, menjadi pembawa acara dalam kegiatan keagamaan, mengajar mengaji kepada anak-anak, hingga menyampaikan ceramah di masjid maupun di lingkungan masyarakat.

Kegiatan tersebut tidak hanya melatih kemampuan berbicara di depan publik, tetapi juga membangun kedekatan mahasiswa dengan masyarakat desa.

Namun perjalanan pengabdian ini tidak selalu berjalan mudah. Para mahasiswa harus menyesuaikan diri dengan kondisi lingkungan baru, mengatur waktu antara ibadah dan istirahat, serta menjaga kekompakan tim selama kegiatan berlangsung.

Meski demikian, tantangan tersebut justru menjadi bagian dari proses pembelajaran yang berharga bagi mereka.

Salah seorang peserta mengaku banyak memperoleh pengalaman selama mengikuti Safari Ramadan.

“Kami belajar banyak hal. Bukan hanya tentang dakwah, tetapi juga tentang kedisiplinan, kerja sama, dan bagaimana memahami kehidupan masyarakat secara langsung,” ujarnya.

Melalui kegiatan ini, HMPS PBA FTIK UIN Palopo berharap mahasiswa dapat tumbuh menjadi pribadi yang religius, mandiri, dan memiliki kepedulian sosial yang kuat.

Terpisah, Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan, Alumni dan Kerja Sama UIN Palopo, Dr Takdir Ishak SH MH MKM, menilai kegiatan Safari Ramadan yang digelar organisasi kemahasiswaan merupakan bagian penting dalam membangun kepercayaan masyarakat terhadap mahasiswa dan perguruan tinggi.

Ia juga mendorong agar setiap kegiatan kemahasiswaan tidak hanya berhenti pada pelaksanaan, tetapi juga didokumentasikan dan dipublikasikan sebagai bentuk syiar dan kontribusi kampus kepada masyarakat.

“Semoga ada nilai pengembangan dari kegiatan yang dilakukan dan tidak berakhir tanpa karya,” ujarnya, Jumat (6/3/2026).

Safari Ramadan ini pun dinilai menjadi bukti bahwa mahasiswa tidak hanya belajar di ruang kelas, tetapi juga belajar dari kehidupan nyata di tengah masyarakat.

Apa Reaksi Anda?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow