Strategi Mutu Akademik, LPM UIN Palopo Siapkan Dosen Pemula Hadapi Kurikulum OBE
UIN Palopo mengupayakan para dosen, khususnya dosen pemula, semakin siap menghadirkan pembelajaran yang terstruktur, terukur, dan berorientasi pada capaian lulusan. Foto: Humas UIN Palopo.
Kabar | hijaupopuler.id
Upaya meningkatkan kualitas pembelajaran di perguruan tinggi tidak bisa dilepaskan dari kualitas dosennya. Kesadaran inilah yang mendorong Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) Universitas Islam Negeri (UIN) Palopo menggelar kegiatan Peningkatan Kapasitas Dosen Pemula, Kamis–Jumat (29–30 Januari 2026), di Aula FEBI Gedung RKB Lantai 1, Kampus 3 UIN Palopo, Jalan Tokasirang, Kelurahan Balandai, Kecamatan Bara.
Selama dua hari, ratusan dosen mengikuti kegiatan yang dikemas dalam bentuk pelatihan intensif seputar strategi pembelajaran, penyusunan perangkat ajar, hingga asesmen berbasis kurikulum Outcome-Based Education (OBE) yang mulai diterapkan di UIN Palopo.
Kegiatan dibuka oleh Wakil Rektor I Bidang Akademik dan Kelembagaan UIN Palopo, Dr Munir Yusuf MPd, yang mewakili Rektor. Hadir pula Ketua LPM Prof Dr H Muammar Arafat Yusmad SH MH, Sekretaris LPM Dr Abd Kadir Arno SESy MSi, para Koordinator Pusat LPM, serta para dekan dari FEBI, FUAD dan FTIK.
Dalam laporannya, Prof Muammar menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan tindak lanjut arahan Rektor menjelang dimulainya Semester Genap Tahun Akademik 2025/2026. Fokus kegiatan diarahkan pada dosen non-ASN, khususnya Dosen Luar Biasa (DLB) dan dosen CPNS, agar memiliki pemahaman yang selaras terkait standar pembelajaran berbasis OBE.
“UIN Palopo mulai menerapkan kurikulum berbasis OBE. Artinya, harus ada keterkaitan yang jelas antara capaian pembelajaran program studi, capaian pembelajaran mata kuliah, RPS, hingga sistem evaluasi pembelajaran,” jelasnya.
Sebanyak 125 dosen tercatat sebagai peserta, terdiri dari 110 Dosen Luar Biasa dan 15 dosen CPNS. Menariknya, meski disebut dosen pemula, sebagian peserta telah lama mengabdi dan berasal dari latar belakang profesi yang beragam, seperti aparat kepolisian, notaris, hingga praktisi di berbagai bidang.
Menurut Prof Muammar, kegiatan ini bukan hanya ajang penyegaran akademik, tetapi juga ruang silaturahim dan penguatan komitmen dosen terhadap Tridharma Perguruan Tinggi.
“Selain pendidikan dan pengajaran, dosen juga dituntut aktif dalam penelitian serta publikasi ilmiah. Ini bagian dari penguatan peran dosen sebagai agen pengembangan ilmu,” ujarnya.
Untuk memastikan materi yang diberikan relevan dan berkualitas, LPM UIN Palopo menghadirkan lima narasumber nasional yang seluruhnya merupakan Guru Besar di bidang pendidikan. Mereka adalah Prof Dr Muhammad Yaumi MHum MA, yang membawakan materi pembelajaran dan bahan ajar berbasis Artificial Intelligence; Prof Dr Rusdiana Junaid MHum, tentang penyusunan RPS berbasis OBE; Prof Dr Edi Rustan MPd, mengenai desain instruksional pembelajaran; Prof Dr H Sukirman SS MPd, terkait etika profesi pembelajaran; serta Prof Dr Sahraini MHum, mengenai asesmen pembelajaran.
Wakil Rektor I, Dr Munir Yusuf, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas inisiatif LPM menyelenggarakan kegiatan tersebut. Menurutnya, peningkatan kapasitas dosen merupakan investasi jangka panjang dalam menjaga mutu akademik kampus.
“Kegiatan ini adalah ikhtiar bersama untuk meningkatkan mutu dosen dan kualitas pembelajaran. Kami sangat berterima kasih kepada para narasumber yang telah meluangkan waktu dan berbagi pengalaman,” tuturnya.
Ia juga secara khusus menyampaikan penghargaan kepada Prof Muhammad Yaumi yang dikenalnya sebagai guru dan dosen semasa studi serta pakar di bidang teknologi pendidikan.
Dengan pelatihan ini, UIN Palopo berharap para dosen, khususnya dosen pemula, semakin siap menghadirkan pembelajaran yang terstruktur, terukur, dan berorientasi pada capaian lulusan. Sebab, di balik mutu sebuah perguruan tinggi, berdiri kualitas sumber daya manusia pendidiknya.
Apa Reaksi Anda?

