Audit Mutu Berjalan, Riset Kolaboratif UIN Palopo Tembus Konferensi Internasional

Audit Mutu Berjalan, Riset Kolaboratif UIN Palopo Tembus Konferensi Internasional
Audit Mutu Berjalan, Riset Kolaboratif UIN Palopo Tembus Konferensi Internasional
Audit Mutu Berjalan, Riset Kolaboratif UIN Palopo Tembus Konferensi Internasional
Audit Mutu Berjalan, Riset Kolaboratif UIN Palopo Tembus Konferensi Internasional

AMI bekerja dari sisi internal dengan mengevaluasi pelaksanaan standar, sementara riset kolaboratif membawa pengetahuan yang dikembangkan sivitas akademika. Foto: Humas UIN Palopo.

Kabar | hijaupopuler.id

Penguatan mutu akademik di Universitas Islam Negeri (UIN) Palopo tampak bergerak dalam dua jalur sekaligus: pembenahan sistem dari dalam dan perluasan kontribusi keilmuan ke ruang akademik yang lebih luas.

Gambaran itu terlihat dari pelaksanaan Pekan Audit Mutu Internal (AMI) 2026 di Fakultas Syariah dan tampilnya riset kolaboratif UIN Palopo bersama UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten dalam SATU ICON International Conference 2026.

Di Fakultas Syariah, Pekan AMI 2026 digelar pada Selasa (8/9/2026) lalu, di Ruang Rapat Fakultas Syariah. Audit tersebut menjadi bagian dari penguatan Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI), sekaligus mengevaluasi penyelenggaraan pendidikan, tata kelola, dan layanan akademik agar tetap berjalan sesuai standar yang ditetapkan.

Dekan Fakultas Syariah Prof Helmi Kamal mengatakan AMI tidak semestinya ditempatkan sebagai agenda administratif tahunan. Audit, menurutnya, harus menjadi bagian dari proses untuk memastikan program yang dijalankan benar-benar terlaksana, terukur, dan terus diperbaiki.

“AMI bukan sekadar kegiatan rutin atau mencari kesalahan, tetapi menjadi bagian dari upaya bersama untuk memastikan seluruh proses penjaminan mutu berjalan sebagaimana mestinya dan terus mengalami peningkatan,” katanya.

Pandangan itu sejalan dengan penekanan Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) UIN Palopo. Ketua LPM Prof Muamar Arafat Yusmad menyebut audit sebagai proses evaluasi untuk melihat capaian sekaligus menemukan ruang perbaikan.

Karena itu, proses audit tidak diarahkan untuk mencari kesalahan unit kerja. Auditor dan auditee justru didorong membangun komunikasi yang terbuka, objektif, dan konstruktif selama proses berlangsung.

Dalam Pekan AMI tersebut, audit dilakukan pada tiga program studi di Fakultas Syariah. Program Studi Hukum Tata Negara diaudit Zulayka Muchtar, Program Studi Hukum Keluarga oleh Yulia Ramadani, sedangkan Program Studi Hukum Ekonomi Syariah oleh Juli Daniati Lestari.

Hasil audit nantinya diharapkan tidak berhenti pada temuan, tetapi berlanjut menjadi rekomendasi dan rencana tindak lanjut yang terukur hingga Rapat Tinjauan Manajemen (RTM).

Penguatan sistem mutu internal tersebut berjalan beriringan dengan agenda akreditasi. Fakultas Syariah menyatakan terdapat dua program studi yang tengah mempersiapkan proses akreditasi pada 2026, dengan target mendorong peningkatan status akreditasi menuju unggul.

Di sisi lain, aktivitas akademik UIN Palopo juga bergerak keluar melalui riset. UIN Palopo melalui Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) bersama UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten mempresentasikan penelitian kolaboratif dalam SATU ICON International Conference 2026.

Penelitian tersebut berjudul “Building Visual Green Trust in Halal Culinary MSMEs Through Circular Business Practices.” Kajian ini mengangkat praktik bisnis sirkular, kepercayaan hijau konsumen, dan tata kelola limbah pada usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) kuliner halal di Kota Palopo.

Riset tersebut mempertemukan dosen dan mahasiswa dari dua perguruan tinggi. Dari UIN Palopo, kolaborasi melibatkan Adzan Noor Bakri bersama tiga mahasiswa Program Studi Manajemen Bisnis Syariah, yakni Indah Apriliana, Al Munawati Hafifa, dan Marsya Anggi Pratiwi. Sementara dari UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten, riset melibatkan Suryani dan Muhamad Fadli Azim.

Kehadiran riset tentang UMKM kuliner halal dalam konferensi internasional menunjukkan bahwa isu lokal dapat menjadi bahan kajian yang dibawa ke ruang akademik yang lebih luas. Palopo tidak hanya menjadi lokasi penelitian, tetapi juga menjadi konteks untuk membicarakan hubungan antara praktik bisnis, isu lingkungan, kepercayaan konsumen, dan pengembangan UMKM halal.

Dua agenda tersebut memperlihatkan sisi berbeda dari satu kebutuhan yang sama: membangun kualitas akademik secara berkelanjutan.

AMI dinilai bekerja dari sisi internal dengan mengevaluasi pelaksanaan standar dan mendorong tindak lanjut perbaikan. Sementara riset kolaboratif membawa pengetahuan yang dikembangkan sivitas akademika UIN Palopo ke forum ilmiah yang mempertemukan peneliti dari berbagai institusi.

Bagi UIN Palopo, penguatan mutu dengan demikian tidak berhenti pada kelengkapan administrasi. Ia berjalan melalui evaluasi tata kelola, kesiapan akreditasi, pengembangan riset, serta keterlibatan dosen dan mahasiswa dalam produksi pengetahuan.

Dari ruang audit hingga forum konferensi internasional, dua jalur tersebut menjadi bagian dari upaya membangun budaya akademik yang tidak hanya memenuhi standar, tetapi juga menghasilkan kontribusi keilmuan yang dapat dibawa lebih jauh.

Apa Reaksi Anda?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow