Healing Ramadan: Cara Mahasiswa PGMI UIN Palopo Menghidupkan Masjid di Latuppa
Bagi masyarakat setempat, kehadiran mahasiswa memberikan warna tersendiri, masjid tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga ruang belajar bagi anak-anak yang mengikuti kegiatan ini. Foto: Humas UIN Palopo.
Kabar | hijaupopuler.id
Ramadan tidak hanya menjadi ruang ibadah, tetapi juga ruang pengabdian bagi mahasiswa. Hal itu ditunjukkan oleh Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) UIN Palopo melalui kegiatan Safari Ramadan di Masjid Nurul Haq, Kelurahan Latuppa, Kecamatan Mungkajang, Kota Palopo.
Selama tiga hari, mahasiswa PGMI tidak sekadar datang untuk bersilaturahmi. Mereka hadir membawa berbagai kegiatan keagamaan dan edukatif bagi masyarakat, mulai dari ceramah Tarawih, kultum Subuh, pembinaan keagamaan bagi anak-anak, hingga berbagai lomba edukatif yang meramaikan suasana Ramadan di masjid tersebut.
Kegiatan ini mengusung tema “Healing with Ramadan: Mengabdi, Mendidik, dan Menebar Keberkahan.” Tema tersebut menggambarkan semangat mahasiswa untuk menjadikan Ramadan sebagai momentum belajar sekaligus berbagi manfaat bagi masyarakat.
Pembukaan kegiatan dilakukan oleh Lurah Latuppa, Dedi, yang menyampaikan apresiasi atas inisiatif mahasiswa UIN Palopo dalam menghadirkan kegiatan positif di lingkungan masyarakat.
Menurutnya, kegiatan seperti ini tidak hanya memperkuat nuansa religius di bulan Ramadan, tetapi juga membantu memberikan ruang edukasi bagi anak-anak dan remaja di lingkungan sekitar.
Ketua Prodi PGMI UIN Palopo, Muhammad Guntur, mengatakan bahwa Safari Ramadan merupakan bentuk nyata pengabdian mahasiswa kepada masyarakat sekaligus bagian dari proses pembelajaran di luar ruang kelas.
“Mahasiswa PGMI tidak hanya belajar teori di kampus. Mereka juga harus belajar hadir di tengah masyarakat, berbagi ilmu, dan menumbuhkan nilai kepedulian sosial,” terangnya, Kamis (12/3/2026) lalu.
Sementara itu, Sekretaris Prodi PGMI, Nurul Aswar, menilai kegiatan ini penting untuk membangun karakter mahasiswa sebagai calon pendidik yang tidak hanya kompeten secara akademik, tetapi juga memiliki kepekaan sosial.
Bagi masyarakat Latuppa, kehadiran mahasiswa PGMI selama Ramadan memberikan warna tersendiri. Masjid tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga ruang belajar dan bermain bagi anak-anak yang mengikuti berbagai kegiatan edukatif yang diselenggarakan mahasiswa.
Melalui Safari Ramadan ini, mahasiswa PGMI UIN Palopo mencoba menghadirkan pesan sederhana: bahwa Ramadan bukan hanya tentang ibadah personal, tetapi juga tentang berbagi ilmu, kepedulian, dan kebermanfaatan bagi sesama.
Apa Reaksi Anda?

