Jawab Kebutuhan Masyarakat, Mahasiswa KKN UIN Palopo Hadirkan Sejumlah Program Kreatif
Program tersebut mencakup edukasi lingkungan, pencegahan perundungan, penguatan pendidikan keagamaan, pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), hingga perancangan layanan digital kelurahan. Foto: Humas UIN Palopo.
Kabar | hijaupopuler.id
Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Islam Negeri (UIN) Palopo menghadirkan berbagai program pengabdian yang menyentuh kebutuhan masyarakat di Kota Palopo, Kabupaten Luwu, Luwu Utara, dan Luwu Timur. Program tersebut mencakup edukasi lingkungan, pencegahan perundungan, penguatan pendidikan keagamaan, pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), hingga perancangan layanan digital kelurahan. Berbagai kegiatan ini memperlihatkan upaya mahasiswa menerapkan pengetahuan dari perguruan tinggi melalui pendampingan dan kolaborasi bersama warga.
Di Kelurahan Pontap, Kecamatan Wara Timur, Kota Palopo, mahasiswa KKN Rekognisi melalui program BERSAMA WARGA mulai merancang model pelayanan publik berbasis digital pada Selasa (13/10/2026). Dosen UIN Palopo, Adzan Noor Bakri, menjelaskan pemetaan terhadap 37 responden menemukan kendala berupa ketidaklengkapan dokumen dan terbatasnya informasi persyaratan administrasi. Rancangan layanan diarahkan untuk memudahkan warga mempersiapkan berkas dan memantau proses pelayanan, baik secara mandiri maupun dengan pendampingan RT atau petugas kelurahan. Sebelum diterapkan, rancangan tersebut akan divalidasi bersama masyarakat dan aparatur kelurahan.
Pada hari yang sama, mahasiswa KKN UIN Palopo turut berpartisipasi dalam kegiatan Jumat Berkah di UPT SDN 284 SP IV Mahalona, Kecamatan Towuti, Kabupaten Luwu Timur. Guru sekolah, Nirmanto, menerangkan kegiatan berbagi tersebut telah berlangsung sekitar dua bulan dan donasinya diperuntukkan bagi warga sekolah maupun pihak lain yang membutuhkan bantuan, termasuk peserta didik yang tertimpa musibah. Mahasiswa KKN, Muwafiq, mendukung kegiatan tersebut karena menjadi sarana menanamkan kepedulian sosial dan semangat berbagi sejak dini.
Sebelumnya, pada Kamis (8/10), mahasiswa KKN Tematik UIN Palopo menggelar Festival Anak Saleh di Masjid Babussalam, Desa Tole, Kecamatan Towuti, Kabupaten Luwu Timur. Mengusung tema “Membentuk Generasi Islam yang Cerdas, Kreatif, dan Beramal Saleh,” kegiatan ini menjadi wadah bagi anak-anak untuk mengembangkan bakat, meningkatkan kepercayaan diri, serta memperdalam pengetahuan agama melalui berbagai perlombaan. Selain pembinaan keagamaan, kegiatan tersebut diharapkan mempererat silaturahim dan menumbuhkan kecintaan terhadap Alquran serta akhlak mulia.
Upaya membangun kesadaran lingkungan juga dilakukan mahasiswa KKN Kelompok T02-11 Posko 19 melalui Seminar Pengelolaan Sampah di SDN 231 Padang Assempereng, Kelurahan Padang Sappa, Kecamatan Ponrang, Kabupaten Luwu, Senin (5/10/2026). Dengan narasumber Auliya Alfiandi, peserta memperoleh edukasi mengenai dampak sampah terhadap lingkungan dan kesehatan, termasuk risiko pencemaran serta tersumbatnya saluran air. Mahasiswa juga mengajak masyarakat mengurangi penggunaan barang sekali pakai, memilah sampah organik dan anorganik, serta memanfaatkan kembali sampah yang masih bernilai guna.
Di Kabupaten Luwu Utara, mahasiswa KKN Tematik UIN Palopo menggelar sosialisasi anti-perundungan di SDN 215 Banyuurip, Rabu (30/9/2026) dan SDN 216 Kopi-Kopi, Kamis (1/10/2026), keduanya di Kecamatan Bone-bone. Kegiatan ini mengajarkan siswa mengenali bentuk dan dampak perundungan, membangun empati, serta menghargai perbedaan. Kepala SDN 215 Banyuurip, Darmawati Amsir, mengapresiasi edukasi tersebut dan menyatakan pihak sekolah akan melanjutkan penguatan pesan anti-perundungan melalui upacara bendera dan pembelajaran di kelas.
Pada 20 dan 23 September 2026, mahasiswa KKN UIN Palopo berkolaborasi dengan Kantor Urusan Agama Kecamatan Kalaena mengadakan sosialisasi keluarga sakinah di tiga dusun di Desa Pertasi Kencana, Kabupaten Luwu Timur. Program bertema “Keluarga Sakinah sebagai Fondasi Ketahanan Sosial” ini membahas keharmonisan rumah tangga, komunikasi yang baik, tanggung jawab keluarga, serta kerukunan bermasyarakat. Koordinator posko, Nur Asyurah Sudiamin, mengatakan program dirancang berdasarkan inkulturasi dan wawancara dengan warga, sedangkan Kepala Desa Pertasi Kencana, Sammang, berharap edukasi tersebut mendukung terbentuknya keluarga yang harmonis dan sejahtera.
Sementara itu, KKN Tematik Posko 93 mengembangkan program Kebun Gizi Keluarga di halaman Kantor Desa Ledu-Ledu, Kecamatan Wasuponda, Kabupaten Luwu Timur, sejak 11 September hingga 10 Oktober 2026. Mahasiswa mengubah lahan yang sebelumnya gersang menjadi kebun sayuran, tanaman obat, dan bunga dengan memanfaatkan barang bekas sebagai wadah tanam serta menggunakan sekam dan pupuk kandang. Koordinator desa, Abimayu Ramadhan, menyebut program ini diharapkan membantu pemenuhan gizi keluarga dan mengoptimalkan potensi lokal, sedangkan Sekretaris Desa Ledu-Ledu, Apriani Abbas, mengapresiasi kolaborasi mahasiswa, pemerintah desa, dan masyarakat dalam merawat kebun tersebut.
Di Desa Cendana, Kecamatan Burau, Kabupaten Luwu Timur, KKN Tematik Angkatan XLVIII Kelompok 66 menuntaskan sembilan program selama 40 hari pengabdian dengan tema “Desa Halal dan UMKM Naik Kelas.” Programnya meliputi penyuluhan pengolahan kolang-kaling menjadi produk UMKM, pembuatan spanduk usaha, penyediaan QRIS, penataan perpustakaan MIS 02 Dongi-dongi, Festival Anak Saleh, edukasi menabung, penataan kawasan wisata Air Terjun Korondui, pembuatan papan nama masjid, serta produksi video profil desa. Rangkaian kegiatan tersebut melibatkan pemerintah desa, sekolah, pelaku usaha, dan masyarakat untuk mendorong pemanfaatan potensi lokal serta penguatan ekonomi dan kehidupan sosial.
Di Kelurahan Mungkajang, Kota Palopo, mahasiswa KKN Lingkar Kampus Kelompok T09-01 juga menuntaskan sembilan program pengabdian selama 40 hari di bawah bimbingan dosen Saifur Rahman. Program tersebut mencakup pendampingan pembelajaran di TK Insani Mungkajang, permainan edukatif bagi anak-anak, edukasi pencegahan penyalahgunaan narkoba bersama BNN Kota Palopo dan SMPN 6 Palopo, peringatan Maulid Nabi, pembuatan patok atau papan nama jalan, pembersihan masjid, Jumat Bersih, pembagian bibit tanaman, serta pekan olahraga melalui lomba bola voli. Mahasiswa berharap kegiatan tersebut memperkuat partisipasi warga, kepedulian lingkungan, dan kebersamaan masyarakat.
Di Desa Bonelemo Utara, Kecamatan Bajo Barat, Kabupaten Luwu, mahasiswa KKN Tematik Kelompok 09 mengajak anak-anak Pondok Literasi berkreasi melalui pembuatan ecoprint. Program yang mengusung tema “Ekoteologi dan Desa Ramah Lingkungan” ini mengenalkan teknik mencetak motif pada kain menggunakan daun dan bunga. Perwakilan mahasiswa, Antika, mengatakan kegiatan tersebut mengasah kreativitas, ketelitian, dan kesabaran anak-anak, serta memperkenalkan pemanfaatan bahan alami serta pentingnya menjaga lingkungan sejak dini.
Masih dalam tema ekoteologi dan desa ramah lingkungan, mahasiswa KKN Kelompok 24 melaksanakan edukasi peduli lingkungan di SDN 113 Salutubu dan SDN 382 To’bakkun, Desa Salutubu, Kecamatan Walenrang Utara, Kabupaten Luwu. Siswa diajak membiasakan diri menjaga kebersihan sekolah, membuang sampah pada tempatnya, serta merawat tumbuhan dan lingkungan sekitar. Melalui pendekatan yang menghubungkan kepedulian ekologis dengan tanggung jawab manusia dalam merawat ciptaan Tuhan, mahasiswa berharap kebiasaan ramah lingkungan dapat diterapkan secara konsisten di sekolah maupun di rumah.
Beragam program tersebut dinilai menunjukkan pengabdian mahasiswa KKN UIN Palopo berorientasi pada pelaksanaan kegiatan selama masa penempatan, dan pada upaya membangun kebiasaan positif, memperkuat kapasitas masyarakat, dan memanfaatkan potensi lokal. Keberlanjutan manfaatnya akan sangat ditentukan oleh keterlibatan warga, dukungan pemerintah setempat, serta tindak lanjut terhadap berbagai inisiatif yang telah dirintis bersama.
Apa Reaksi Anda?

