KKN UIN Palopo Tebar Edukasi di Desa, dari Lingkungan hingga Moderasi Beragama
Dari pengelolaan sampah, literasi keuangan dan budaya baca, penguatan UMKM, peningkatan kapasitas guru, hingga moderasi beragama, mahasiswa hadir membawa isu-isu yang bersentuhan langsung dengan kehidupan masyarakat desa. Foto: Humas UIN Palopo
Edukasi | hijaupopuler.id
Program Kuliah Kerja Nyata (KKN) UIN Palopo menghadirkan berbagai edukasi dan pemberdayaan yang dekat dengan kebutuhan masyarakat. Dalam sejumlah kegiatan di wilayah Luwu Raya, mahasiswa KKN mengangkat isu lingkungan, literasi keuangan, penguatan UMKM, pendidikan, budaya baca, hingga moderasi beragama.
Rangkaian kegiatan tersebut salah satunya berlangsung di Desa Kalaena Kiri, Kecamatan Kalaena, Kabupaten Luwu Timur, Minggu (27/9/2026). Mahasiswa KKN UIN Palopo Angkatan XLVIII menggelar sosialisasi pengelolaan sampah dan pengomposan bertema “Mengolah Sampah, Menjaga Lingkungan: Edukasi Pengelolaan Sampah Terpadu dan Pengomposan Menuju Desa Ramah Lingkungan.” Masyarakat mendapat pemahaman mengenai pemilahan sampah organik, anorganik dan B3, konsep 5R, hingga pemanfaatan sampah melalui pengomposan dan berbagai produk daur ulang.
Salah satu materi yang diperkenalkan ialah pengolahan sampah organik menggunakan metode Tong-Kat (Tong dan Kantong Ajaib Terpadu). Pengolahan ini dapat menghasilkan pupuk serta larva maggot yang dapat dimanfaatkan sebagai pakan ikan dan ternak, sementara sampah anorganik dapat diolah menjadi batako, paving block, tas maupun kerajinan. Kegiatan tersebut menekankan bahwa pengelolaan sampah merupakan tanggung jawab bersama yang dapat dimulai dari rumah tangga.
Memasuki Rabu (30/9/2026), kegiatan edukatif KKN berlanjut di Kecamatan Ponrang Selatan, Kabupaten Luwu. Mahasiswa KKN Desa Bakti menggelar Seminar Literasi Keuangan Syariah di SMP Negeri 3 Bua Ponrang dengan tema “Smart Financial Generation: Cerdas Mengelola Uang, Bijak dalam Bertransaksi, dan Berkah dalam Kehidupan.” Para siswa diajak memahami pengelolaan uang dan transaksi berdasarkan prinsip syariah melalui penyampaian materi serta diskusi.
Pada rangkaian kegiatan lain di wilayah yang sama, mahasiswa KKN Desa To’balo juga memberikan edukasi lingkungan kepada siswa SMP Negeri 1 Ponrang Selatan melalui lokakarya fikih lingkungan dan ekonomi sirkular bertajuk “ECO-RABBANI: Menjaga Bumi, Mengolah Sampah, Menciptakan Manfaat.” Selain mengenalkan prinsip 3R, mahasiswa mengajak siswa mempraktikkan pemanfaatan tutup botol bekas menjadi gantungan kunci. Kegiatan ini menghubungkan kepedulian lingkungan dengan kreativitas dan pemanfaatan barang bekas.
Di hari yang sama, pengabdian KKN juga menyentuh sektor ekonomi masyarakat di Desa Timampu, Kecamatan Towuti, Kabupaten Luwu Timur. Mahasiswa KKN Posko 105 mendampingi pelaku UMKM dalam program “Desa Halal dan UMKM Naik Kelas,” termasuk membantu proses pengajuan sertifikasi halal produk olahan ikan pangkilang berupa Abon Pangkilang dan Sambal Pangkilang. Setelah melalui proses pendampingan dan pengajuan, kedua produk tersebut memperoleh sertifikat halal.
Pendampingan tersebut tidak berhenti pada aspek legalitas, tetapi juga diarahkan pada pengembangan produk, kemasan, pemasaran dan pengelolaan usaha. Bagi pelaku UMKM, sertifikasi halal diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan konsumen sekaligus membuka peluang pemasaran yang lebih luas. Program ini sekaligus memperlihatkan bagaimana KKN dapat menjadi ruang kolaborasi antara mahasiswa, pemerintah desa dan masyarakat dalam mengembangkan potensi ekonomi lokal.
Berikutnya, pada Jumat-Sabtu (2–3/10/2026), mahasiswa KKN Kelompok 31 Desa Pengkendekan di Dusun Uri, Kecamatan Rongkong, menggelar pelatihan Kurikulum Merdeka bagi sekitar 35 guru SD se-Kecamatan Rongkong. Kegiatan yang dilaksanakan bersama mahasiswa KKN Desa Limbong di SDN 065 Uri tersebut menghadirkan Hisbullah sebagai pemateri dan diarahkan untuk mendukung peningkatan kapasitas guru serta kualitas pembelajaran.
Masih di Dusun Uri, mahasiswa KKN juga berkolaborasi dengan masyarakat menghadirkan Kampung Baca sebagai ruang literasi bagi anak-anak dan generasi muda. Fasilitas tersebut dibangun melalui kolaborasi mahasiswa dan masyarakat, kemudian diresmikan Helmi Kamal didampingi Hardianto. Kampung Baca diharapkan tidak hanya menjadi tempat membaca, tetapi berkembang sebagai ruang belajar, berdiskusi dan melaksanakan kegiatan edukatif secara berkelanjutan.
Rangkaian kegiatan tersebut ditutup dengan pengajian tematik di Desa Lampuara, Kecamatan Ponrang Selatan, Kabupaten Luwu, Minggu (4/10/2026). Mahasiswa KKN Posko T01-09 mengangkat tema “Moderasi Beragama: Merawat Perbedaan, Menjaga Persaudaraan” dengan menghadirkan Makmur sebagai pemateri. Materi mencakup konsep moderasi beragama, masyarakat plural, empat indikator moderasi beragama, tantangan bermedia, serta penerapannya dalam kehidupan sehari-hari.
Melalui berbagai kegiatan tersebut, KKN UIN Palopo memperlihatkan pola pengabdian yang tidak berhenti pada kehadiran mahasiswa di tengah masyarakat, tetapi berupaya menghadirkan pengetahuan dan keterampilan yang dapat diterapkan secara langsung. Dari pengelolaan sampah, literasi keuangan dan budaya baca, penguatan UMKM, peningkatan kapasitas guru, hingga moderasi beragama, mahasiswa hadir membawa isu-isu yang bersentuhan langsung dengan kehidupan masyarakat desa.
Apa Reaksi Anda?

