LMND Sulsel Soroti Respons Pemerintah terhadap Kritik Infrastruktur di Bantaeng
Mengabaikan tuntutan masyarakat terkait infrastruktur berpotensi menjadi preseden buruk bagi praktik demokrasi. Foto: LMND Sulsel.
Kabar | hijaupopuler.id
Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND) Sulawesi Selatan menilai polemik yang berkembang pasca aksi mahasiswa di Kabupaten Bantaeng tidak boleh mengaburkan persoalan utama yang disuarakan masyarakat, yakni tuntutan perbaikan infrastruktur dan pelayanan publik.
Ketua Departemen Pengembangan Organisasi LMND Sulsel, Ahmad Rifqih, mengatakan fokus pemerintah seharusnya tertuju pada substansi tuntutan warga, bukan pada upaya memperdebatkan aksi penyampaian aspirasi yang dilakukan mahasiswa.
Menurut Rifqih, kritik dan demonstrasi merupakan bagian dari mekanisme demokrasi yang berfungsi mengingatkan pemerintah terhadap persoalan yang belum terselesaikan. Karena itu, mengabaikan tuntutan masyarakat terkait infrastruktur berpotensi menjadi preseden buruk bagi praktik demokrasi di daerah.
LMND juga mengingatkan pentingnya perlindungan terhadap kebebasan berpendapat sebagaimana dijamin konstitusi. Aparat penegak hukum dan pemerintah daerah diminta memastikan ruang kritik tetap terbuka serta menjadikan aspirasi publik sebagai dasar dalam penyusunan kebijakan.
“Pemerintah yang kuat bukan pemerintah yang bebas dari kritik, melainkan pemerintah yang mampu mendengar kritik dan menjawabnya dengan kebijakan yang berpihak kepada rakyat,” ujar Rifqih, Sabtu (30/5).
LMND Sulsel menegaskan pemerintah daerah masih memiliki kesempatan untuk menunjukkan keberpihakannya kepada masyarakat melalui langkah konkret dalam penyelesaian persoalan infrastruktur dan peningkatan kualitas pelayanan publik.
Apa Reaksi Anda?

