PBAK UIN Palopo Tanamkan Karakter Calon Pendidik hingga Kepedulian Lingkungan
Kegiatan ini menempatkan mahasiswa baru bukan hanya sebagai peserta yang mengenal lingkungan akademik, tetapi sebagai bagian dari sivitas yang sejak awal didorong membangun budaya belajar, berorganisasi, berprestasi, dan menjaga keberlanjutan lingkungan. Foto: Humas UIN Palopo.
Kabar | hijaupopuler.id
Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) UIN Palopo 2026 dinilai tidak hanya mengenalkan kehidupan kampus kepada mahasiswa baru. Rangkaian kegiatan juga diarahkan untuk membangun karakter akademik, pengembangan diri, serta kepedulian terhadap lingkungan.
Pada sesi fakultas, Selasa (25/8/2026) kemarin, ratusan mahasiswa baru Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) mendapat pembekalan tentang proses akademik, layanan mahasiswa, pengembangan potensi, organisasi, hingga karakter sebagai calon pendidik.
Dekan FTIK UIN Palopo, Sukirman N, mengingatkan mahasiswa bahwa profesi guru memiliki peran penting dalam kehidupan masyarakat. Mahasiswa juga didorong menyeimbangkan prestasi akademik dengan aktivitas organisasi dan pengembangan diri.
Di lingkungan Prodi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI), puluhan mahasiswa baru diperkenalkan dengan sistem akademik, layanan program studi dan orientasi keilmuan. Kegiatan juga menjadi ruang awal membangun komunikasi antara mahasiswa baru, dosen dan organisasi mahasiswa.
Rangkaian PBAK kemudian ditutup dengan aksi lingkungan melalui penanaman pohon di pelataran Auditorium Kampus II UIN Palopo, Rabu (26/8/2026). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari tema PBAK, “Smart Action and Green Vision,” sekaligus memperkuat komitmen menuju Smart and Green Campus.
Kepala Biro AKU UIN Palopo, M Arsyad Ambo Tuo, mengatakan penanaman pohon merupakan bentuk tanggung jawab manusia terhadap alam dan tidak semestinya berhenti sebagai kegiatan seremonial.
“Ekoteologi bukan hanya hubungan pencipta dan ciptaannya, tetapi juga hubungan manusia dengan alam,” ujarnya.
Melalui rangkaian tersebut, PBAK 2026 menempatkan mahasiswa baru bukan hanya sebagai peserta yang mengenal lingkungan akademik, tetapi sebagai bagian dari sivitas yang sejak awal didorong membangun budaya belajar, berorganisasi, berprestasi, dan menjaga keberlanjutan lingkungan.
Apa Reaksi Anda?

