Perkuat Moderasi Beragama, UIN Palopo Latih 50 Dosen
Pelatihan ini menjadi bagian dari komitmen institusi dalam memperkuat nilai-nilai kebangsaan dan keagamaan yang inklusif di lingkungan perguruan tinggi. Foto: Humas UIN Palopo.
Kabar | hijaupopuler.id
Universitas Islam Negeri Palopo melalui Pusat Studi Pancasila dan Moderasi Beragama pada Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat menggelar Pelatihan Penguatan Moderasi Beragama bagi dosen. Kegiatan berlangsung di Auditorium Mini Fakultas Syariah, Kampus I UIN Palopo, Jalan Agatis, Kelurahan Balandai, Kecamatan Bara, Selasa–Rabu, 21–22 April 2026.
Sebanyak 50 dosen mengikuti pelatihan ini yang turut dihadiri jajaran pimpinan universitas, di antaranya Kepala Biro Akademik, Keuangan, dan Umum (AKU) serta Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Kerja Sama.
Pelatihan ini menjadi bagian dari komitmen institusi dalam memperkuat nilai-nilai kebangsaan dan keagamaan yang inklusif di lingkungan perguruan tinggi.
Rektor UIN Palopo, Abbas Langaji, menegaskan bahwa perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam menjaga harmoni sosial melalui penguatan moderasi beragama.
“Kita tidak ingin disharmoni terjadi di masyarakat. Karena itu, UIN Palopo harus selalu berada di garda terdepan dalam mengarusutamakan moderasi beragama,” ujarnya.
Ia menambahkan, dosen tidak hanya berperan sebagai pengajar, tetapi juga sebagai agen transformasi nilai yang menanamkan toleransi, keseimbangan, dan sikap saling menghargai di tengah keberagaman.
Pelatihan ini menghadirkan sejumlah narasumber nasional di bidang moderasi beragama, di antaranya Prof Ahmad Zainul Hamdi, Saprillah, serta Alwiyah Nur Syarif.
Sementara itu, Ketua LP2M UIN Palopo, Rukman AR Said, menyatakan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari tanggung jawab akademik untuk memperkuat pemahaman moderasi beragama di kalangan dosen.
Menurutnya, pelatihan ini bukan karena kurangnya sikap moderat peserta, melainkan sebagai upaya penguatan dan penyegaran perspektif dalam menjalankan tridharma perguruan tinggi.
“Ini adalah bentuk penguatan bagi kita sebagai insan akademik, agar nilai-nilai moderasi beragama semakin terinternalisasi dan terimplementasi dalam tugas tridharma perguruan tinggi,” katanya.
Apa Reaksi Anda?

