Webometrics 2026: UIN Palopo Naik 2.008 Peringkat Dunia, Teratas di Luwu Raya
UIN Palopo menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat kualitas publikasi ilmiah, memperluas keterbukaan akses akademik, serta mengoptimalkan pengelolaan website dan ekosistem digital kampus. Foto/grafis: Humas UIN Palopo.
Kabar | hijaupopuler.id
Palopo — Universitas Islam Negeri (UIN) Palopo kembali mencatatkan capaian positif dalam pemeringkatan kampus dunia. Berdasarkan Webometrics edisi Januari 2026, UIN Palopo mengalami lonjakan signifikan dengan kenaikan 2.008 peringkat global, sekaligus menegaskan posisinya sebagai perguruan tinggi terbaik di wilayah Luwu Raya.
Dalam pemeringkatan terbaru tersebut, UIN Palopo kini berada di peringkat 3.846 dunia, meningkat tajam dibandingkan edisi Juli 2025 yang menempatkan kampus ini pada posisi 5.854 dunia. Lonjakan ini mencerminkan penguatan kinerja institusi, khususnya dalam pemanfaatan ruang digital dan keterbukaan akademik.
Webometrics sendiri merupakan sistem pemeringkatan perguruan tinggi dunia yang dirilis oleh Cybermetrics Lab, unit riset di bawah Consejo Superior de Investigaciones Científicas (CSIC), Spanyol. Pemeringkatan ini diperbarui secara berkala dua kali dalam setahun, setiap Januari dan Juli, dengan menitikberatkan pada visibilitas, keterbukaan pengetahuan, dan keunggulan riset kampus.
Terdapat tiga indikator utama yang digunakan Webometrics. Pertama, impact (visibility), yang mengukur jumlah dan kualitas tautan eksternal atau backlink ke domain resmi kampus sebagai indikator reputasi dan pengaruh global di dunia maya. Kedua, openness, yang menilai keterbukaan akses publikasi ilmiah, sitasi peneliti, serta keberadaan repositori institusi yang dapat diakses secara daring. Ketiga, excellence, yang mengukur jumlah artikel ilmiah institusi yang masuk dalam 10 persen publikasi paling banyak disitasi di dunia, terutama pada jurnal internasional bereputasi.
Pada edisi Januari 2026 ini, UIN Palopo mencatatkan impact rank 2.428, openness rank 3.410, dan excellence rank 23.581. Meski secara umum peringkat global kampus meningkat signifikan, indikator excellence tercatat mengalami penurunan dibandingkan edisi Juli 2025 yang berada pada posisi 7.395 dunia.
Rektor UIN Palopo, Dr Abbas Langaji MAg, menjelaskan bahwa apabila indikator excellence mampu ditingkatkan atau setidaknya dipertahankan pada posisi sebelumnya, maka lonjakan peringkat global UIN Palopo diyakini akan lebih tinggi lagi.
Menurutnya, penurunan pada indikator excellence tidak bisa dilepaskan dari proses transisi kelembagaan UIN Palopo, dari sebelumnya berstatus IAIN menjadi UIN. Proses ini berdampak pada penyesuaian domain website, afiliasi publikasi ilmiah dosen, hingga konsolidasi data riset dan sitasi yang membutuhkan waktu untuk kembali stabil dan terintegrasi.
“Transformasi kelembagaan tentu membawa tantangan administratif dan teknis, termasuk dalam pengelolaan data publikasi dan rekam jejak riset. Namun ini bersifat sementara dan akan terus kami benahi,” ujarnya.
Capaian Webometrics ini sekaligus menempatkan UIN Palopo di atas sejumlah perguruan tinggi lain di wilayah Luwu Raya. Di bawah UIN Palopo, tercatat Universitas Cokroaminoto Palopo (peringkat 3.937 dunia), Universitas Andi Djemma (3.983), Universitas Muhammadiyah Palopo (4.374), Akademi Maritim Palopo (4.637), Universitas Mega Buana (4.790), IKB KJP Palopo (5.797), STISIP Veteran Palopo (5.875), serta STIKes Bhakti Pertiwi Luwu Raya Palopo (5.878).
Rektor UIN Palopo juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh sivitas akademika atas kontribusi dan komitmen kolektif yang mendorong peningkatan peringkat kampus secara signifikan di tingkat global.
“Pencapaian ini adalah refleksi dari kerja bersama seluruh civitas akademika dalam membangun universitas yang unggul, inklusif, dan adaptif di era digital,” tuturnya.
Ke depan, UIN Palopo menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat kualitas publikasi ilmiah, memperluas keterbukaan akses akademik, serta mengoptimalkan pengelolaan website dan ekosistem digital kampus sebagai bagian dari upaya menuju perguruan tinggi bereputasi internasional.
Apa Reaksi Anda?

