Data Kota Palopo Tak Bisa Hanya Dikerjakan Birokrasi, BPS Gandeng Kampus

Data Kota Palopo Tak Bisa Hanya Dikerjakan Birokrasi, BPS Gandeng Kampus
Data Kota Palopo Tak Bisa Hanya Dikerjakan Birokrasi, BPS Gandeng Kampus
Data Kota Palopo Tak Bisa Hanya Dikerjakan Birokrasi, BPS Gandeng Kampus

Di tengah meningkatnya kebutuhan data akurat untuk pembangunan daerah, keterlibatan perguruan tinggi dalam proses produksi data menjadi semakin relevan. Foto: Humas UIN Palopo.

Kabar | hijaupopuler.id

Produksi data statistik daerah tidak lagi bisa hanya bergantung pada birokrasi. Di tengah tuntutan data yang semakin kompleks, Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Palopo mulai melirik potensi akademik di kampus.

Hal itu terlihat dalam kunjungan silaturahim BPS Kota Palopo ke Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Palopo, Rabu (11/3/2026). Pertemuan tersebut membahas peluang kolaborasi yang memungkinkan mahasiswa terlibat langsung dalam kegiatan pendataan statistik.

Kepala BPS Kota Palopo, Ahmad Gunawan, menyebut mahasiswa memiliki potensi besar untuk dilibatkan dalam proses pengumpulan data lapangan, terutama dalam berbagai kegiatan pendataan yang rutin dilakukan BPS.

Menurutnya, kolaborasi dengan perguruan tinggi menjadi langkah strategis untuk memperkuat kualitas data sekaligus memberi ruang belajar praktis bagi mahasiswa.

“BPS Kota Palopo terbuka untuk melibatkan mahasiswa dalam kegiatan pendataan statistik. Ini bisa disinkronkan dengan program magang mahasiswa sehingga mereka tidak hanya belajar teori, tetapi juga memahami langsung proses pengumpulan data di lapangan,” ujarnya.

Di sisi lain, kampus menyambut peluang tersebut sebagai ruang pembelajaran yang lebih nyata bagi mahasiswa.

Dekan FEBI UIN Palopo, Anita Marwing, mengatakan bahwa program magang mahasiswa memang dirancang untuk mempertemukan pengetahuan akademik dengan pengalaman kerja di lapangan.

Di FEBI, kata dia, terdapat semester khusus yang dialokasikan untuk program magang mahasiswa.

“Apabila ada kegiatan pendataan yang bisa melibatkan mahasiswa kami, tentu hal itu sangat baik jika disinergikan dengan program magang di fakultas,” jelasnya.

Pertemuan tersebut juga dihadiri Wakil Dekan III FEBI Muhammad Ilyas serta Ketua Program Studi Perbankan Syariah Edi Indra Setiawan.

Bagi kampus, kerja sama seperti ini tidak sekadar soal program magang. Lebih dari itu, kolaborasi dengan lembaga negara seperti BPS dinilai dapat memperluas wawasan mahasiswa mengenai bagaimana data diproduksi dan digunakan dalam pengambilan kebijakan publik.

Di tengah meningkatnya kebutuhan data akurat untuk pembangunan daerah, keterlibatan perguruan tinggi dalam proses produksi data menjadi semakin relevan.

Jika kolaborasi ini berjalan konsisten, bukan tidak mungkin mahasiswa kampus di Palopo akan menjadi bagian penting dari ekosistem data daerah—bukan sekadar objek statistik, tetapi juga produsen pengetahuan.

Apa Reaksi Anda?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow