PGMI UIN Palopo dan MI 23 Tanete Perkuat Sinergi, Dorong Pembelajaran Berbasis Cinta
Para guru didorong memahami strategi menciptakan suasana belajar yang aktif, kreatif, interaktif, dan menyenangkan sehingga siswa dapat mengikuti pembelajaran dengan lebih antusias. Foto: Humas UIN Palopo.
Edukasi | hijaupopuler.id
Prodi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) UIN Palopo bersama Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) PGMI memperkuat sinergi dengan Madrasah Ibtidaiyah (MI) 23 Tanete di Desa Panggalli, Kecamatan Walenrang, Kabupaten Luwu.
Sinergi tersebut diwujudkan melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) yang berlangsung selama dua hari, 10–11 Agustus 2026, dengan fokus pada penguatan Kurikulum Berbasis Cinta dan pembelajaran yang menyenangkan.
Kegiatan mengangkat tema “Generasi Hebat: Penguatan Karakter, Kreativitas, dan Kerja Sama dalam Kehidupan Bermasyarakat.”
Rangkaian PkM diawali dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Prodi PGMI FTIK UIN Palopo dan MI 23 Tanete. Kerja sama tersebut menjadi pijakan untuk membangun kolaborasi berkelanjutan dalam bidang pendidikan, pengembangan kompetensi guru, hingga peningkatan kualitas pembelajaran di madrasah.
Ketua Prodi PGMI, Muhammad Guntur, mengatakan kolaborasi perguruan tinggi dengan madrasah penting untuk memastikan ilmu dan pengalaman akademik dapat memberi manfaat langsung bagi masyarakat.
Ia menyebut sinergi tersebut juga menjadi bagian dari pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya melalui kontribusi perguruan tinggi terhadap peningkatan kualitas pendidikan di madrasah.
Salah satu agenda utama dalam PkM tersebut yakni Workshop Kurikulum Berbasis Cinta dan Pembelajaran Menyenangkan. Materi ini memberikan penguatan kepada guru mengenai pentingnya menghadirkan proses pembelajaran yang mengedepankan kasih sayang, kepedulian, penghargaan terhadap peserta didik, serta penguatan karakter.
Pembelajaran menyenangkan juga menjadi bagian penting dalam workshop. Para guru didorong memahami strategi menciptakan suasana belajar yang aktif, kreatif, interaktif, dan menyenangkan sehingga siswa dapat mengikuti pembelajaran dengan lebih antusias.
Pendekatan tersebut diharapkan tidak sekadar membuat proses belajar lebih menyenangkan, tetapi juga memberikan pengalaman belajar yang lebih bermakna bagi siswa.
Kepala MI 23 Tanete, Dewi Yuspita, menyambut baik pelaksanaan PkM sekaligus kerja sama dengan Prodi PGMI UIN Palopo.
Menurutnya, kolaborasi tersebut diharapkan dapat memberikan manfaat dalam peningkatan kompetensi guru dan pengembangan kualitas pembelajaran di MI 23 Tanete.
Kegiatan ini juga melibatkan dosen, mahasiswa, guru, dan siswa. Bagi mahasiswa PGMI yang tergabung dalam HMPS, keterlibatan tersebut menjadi kesempatan untuk berinteraksi langsung dengan lingkungan madrasah sekaligus mengimplementasikan pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh selama perkuliahan.
Selama dua hari pelaksanaan, kegiatan berlangsung dengan antusias. Kolaborasi tersebut diharapkan tidak berhenti pada pelaksanaan PkM, tetapi berlanjut dalam bentuk kerja sama yang dapat mendukung pengembangan pendidikan madrasah yang humanis, menyenangkan, serta berorientasi pada kebutuhan dan perkembangan peserta didik.
Melalui kegiatan tersebut, Prodi PGMI UIN Palopo menunjukkan komitmennya untuk memperluas kontribusi perguruan tinggi dalam pengembangan pendidikan dasar Islam, sekaligus membangun hubungan yang lebih erat dengan madrasah sebagai bagian dari ekosistem pendidikan di masyarakat.
Apa Reaksi Anda?

