Inovasi dari Sulsel: SI-PALING LANTANG SMPN 14 Palopo Jawab Tantangan Pendidikan Karakter

Inovasi dari Sulsel: SI-PALING LANTANG SMPN 14 Palopo Jawab Tantangan Pendidikan Karakter
Inovasi dari Sulsel: SI-PALING LANTANG SMPN 14 Palopo Jawab Tantangan Pendidikan Karakter
Inovasi dari Sulsel: SI-PALING LANTANG SMPN 14 Palopo Jawab Tantangan Pendidikan Karakter

Keberhasilan SI-PALING LANTANG bukan semata tentang penghargaan, melainkan bagaimana sekolah mampu menghadirkan ruang tumbuh yang sehat bagi peserta didik. Foto: Humas SMPN 14 Palopo.

Edukasi | hijaupopuler.id

Di tengah berbagai tantangan implementasi pendidikan karakter di sekolah, sebuah inovasi dari Kota Palopo, Sulawesi Selatan, berhasil menunjukkan bahwa pembentukan karakter peserta didik dapat dilakukan secara terarah, menyenangkan, dan berkelanjutan.

Inovasi tersebut adalah SI-PALING LANTANG (Aksi Pagi Lingkungan Sekolahku di Salubattang), sebuah program yang digagas Kepala SMP Negeri 14 Palopo, Risna SEGr MPd, sebagai strategi penguatan Gerakan Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat (G7KAIH) di lingkungan sekolah.

Atas keberhasilan inovasi tersebut, Risna berhasil meraih Juara II GTK Transformatif kategori Kepala SMP pada ajang Apresiasi GTK Hebat Tingkat Provinsi Sulawesi Selatan Tahun 2025. Program yang sama juga menjadi salah satu faktor yang mengantarkannya memperoleh penghargaan sebagai Kepala Sekolah Berprestasi dari PGRI Kota Palopo.

Lahir dari kebutuhan nyata di lapangan, SI-PALING LANTANG dirancang untuk menjawab persoalan rendahnya partisipasi peserta didik dalam kegiatan penguatan karakter serta kebutuhan peningkatan kapasitas guru dalam mengimplementasikan program pembiasaan secara konsisten. Sebelum program ini dijalankan, sekolah menghadapi tantangan bagaimana menghadirkan penguatan karakter yang tidak monoton, mampu menarik minat siswa, sekaligus dapat dilaksanakan secara kolaboratif oleh seluruh warga sekolah.

Melalui pendekatan yang memuliakan peserta didik, berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan, SI-PALING LANTANG kemudian diwujudkan dalam lima aksi utama yang dilaksanakan secara sistematis.

Program tersebut terdiri atas JUMPA LAGI (Jumat Pagi Literasi Bahagia) untuk menumbuhkan budaya literasi dan kegemaran belajar; JUMPA DIA (Jumat Pagi Doa Religia) untuk memperkuat karakter religius dan spiritual; JUMPA SERU (Jumat Pagi Sehat Menyeluruh) yang membiasakan olahraga dan pola hidup sehat; JUMPA KASIH (Jumat Pagi Kawasan Bersih) yang menanamkan kepedulian sosial dan kecintaan terhadap lingkungan; serta JUMPA WANGI (Jumat Pagi Guru Wali Mendampingi) yang memperkuat hubungan emosional antara guru dan peserta didik melalui diskusi reflektif.

Keunikan program ini terletak pada integrasi antara penguatan karakter, budaya sekolah, dan pemanfaatan teknologi. SMPN 14 Palopo mengembangkan aplikasi jurnal berbasis web, microsite SI-PALING LANTANG, serta sistem pemantauan digital JUDISTO (Jurnal Digital Scan-IT-to-Office) yang memungkinkan pelaksanaan program terdokumentasi dan dievaluasi secara berkelanjutan.

Hasilnya menunjukkan dampak yang signifikan. Program penguatan karakter berjalan lebih terarah dengan aktivitas yang bervariasi, partisipasi peserta didik meningkat, dan kompetensi guru dalam merencanakan, melaksanakan, serta mengevaluasi program karakter mengalami penguatan. Selain itu, capaian indikator literasi sekolah meningkat sebesar 19,45 persen, sementara partisipasi peserta didik meningkat 5,19 persen.

Dampak positif tersebut juga terlihat pada meningkatnya kepercayaan diri peserta didik dalam menunjukkan kreativitas dan kemampuan mereka, yang kemudian berkontribusi terhadap berbagai prestasi akademik maupun nonakademik yang diraih sekolah sepanjang 2024 hingga 2025.

Tidak berhenti di lingkungan internal sekolah, praktik baik SI-PALING LANTANG telah didiseminasikan kepada orang tua peserta didik, komunitas belajar, forum Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS), hingga Forum Advokasi Pemenuhan Standar Pelayanan Minimal Pendidikan di Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan (BBPMP) Sulawesi Selatan. Program ini bahkan dipresentasikan dalam Webinar Nasional Berbagi Praktik Baik pada Oktober 2025.

Keberhasilan tersebut mendorong sekolah lain untuk melakukan adaptasi dan replikasi. Hingga akhir 2025, program SI-PALING LANTANG telah direplikasi oleh SMP Negeri 12 Palopo dan SDN 215 Banyu Urip Kabupaten Luwu Utara. Inovasi ini juga telah memperoleh Surat Pencatatan Hak Cipta dari Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual Kementerian Hukum dan HAM Republik Indonesia.

Bagi Risna, keberhasilan SI-PALING LANTANG bukan semata tentang penghargaan, melainkan bagaimana sekolah mampu menghadirkan ruang tumbuh yang sehat bagi peserta didik. Ia meyakini bahwa pendidikan karakter tidak cukup diajarkan melalui teori, tetapi harus dibangun melalui pengalaman nyata yang dilakukan secara konsisten dalam kehidupan sehari-hari di sekolah.

Apa yang dilakukan SMPN 14 Palopo menunjukkan bahwa inovasi pendidikan tidak selalu lahir dari sekolah besar di kota-kota metropolitan. Dari kawasan Salubattang di Kota Palopo, sebuah praktik baik tumbuh dan membuktikan bahwa perubahan dapat dimulai dari langkah sederhana yang dilakukan secara bersama-sama dan berkelanjutan.

Apa Reaksi Anda?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow