Ramadan Produktif, DWP Kemenag Tana Toraja Gelar Bazar Takjil Murmer
Bazar ini dirancang sebagai wadah produktivitas anggota sekaligus solusi praktis bagi pegawai dan ASN dalam memenuhi kebutuhan berbuka puasa. Foto: Humas Kankemenag Tator.
Kabar | hijaupopuler.id
Ramadan tak hanya dimaknai sebagai momentum ibadah, tetapi juga ruang penguatan solidaritas dan kemandirian ekonomi. Hal inilah yang tercermin dalam kegiatan bazar takjil murah meriah (Murmer) yang digelar Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Tana Toraja, Selasa (24/2/2026) kemarin, di halaman kantornya, jalan Pongtiku nomor 106 Kelurahan Pantan Kecamatan Makale, Sulawesi Selatan.
Berbeda dari sekadar kegiatan seremonial Ramadan, bazar ini dirancang sebagai wadah produktivitas anggota sekaligus solusi praktis bagi pegawai dan Aparatur Sipil Negara (ASN) dalam memenuhi kebutuhan berbuka puasa.
Aneka manisan tradisional, jajanan ringan, hingga takjil segar dijajakan dengan harga terjangkau. Konsep “murah dan berkualitas alias meriah” menjadi strategi utama agar kegiatan ini benar-benar memberi manfaat ekonomi sekaligus sosial.
Ketua DWP Kemenag Tana Toraja (Tator), Nursia Patiroi Usman, menegaskan bahwa bazar tersebut merupakan bentuk kemandirian organisasi perempuan di lingkungan Kantor.
“Ramadan adalah momentum memperkuat kebersamaan dan kepedulian. Kami ingin menghadirkan program yang tidak hanya mempererat silaturahmi, tetapi juga memberi nilai manfaat secara langsung,” ujarnya.
Antusiasme pegawai terlihat sejak hari pertama pelaksanaan. Selain memudahkan akses takjil tanpa harus keluar kantor, kegiatan ini juga menciptakan ruang interaksi informal yang mempererat hubungan kerja.
Bazar takjil ini direncanakan berlangsung sepanjang Ramadan. Dengan pendekatan berbasis kebersamaan dan pemberdayaan internal, DWP Kemenag Tator menunjukkan bahwa kegiatan sederhana pun dapat menjadi instrumen penguatan solidaritas sekaligus penggerak ekonomi skala kecil di lingkungan kerja.
Ramadan pun terasa lebih hidup—bukan hanya karena sajian berbuka, tetapi karena nilai kebersamaan yang tumbuh di dalamnya.
Apa Reaksi Anda?

