Soal Tabur Bunga di Kuburan, Ini Penjelasan Rektor UIN Palopo Saat Khutbah Jumat

Soal Tabur Bunga di Kuburan, Ini Penjelasan Rektor UIN Palopo Saat Khutbah Jumat
Soal Tabur Bunga di Kuburan, Ini Penjelasan Rektor UIN Palopo Saat Khutbah Jumat

Rektor UIN Palopo mengajak masyarakat untuk tetap menjaga tradisi keagamaan seperti ziarah kubur selama tidak bertentangan dengan ajaran Islam. Foto: Humas UIN Palopo.

Khutbah | hijaupopuler.id

Menjelang datangnya bulan suci Ramadan, Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Palopo, Dr Abbas Langaji MAg, menyampaikan pesan keagamaan tentang pentingnya persiapan spiritual, salah satunya melalui pelurusan pemahaman terkait tradisi ziarah kubur.

Pesan tersebut disampaikannya saat membawakan khutbah Jumat di Masjid Agung Luwu Palopo (MALP), Kelurahan Batupasi, Kecamatan Wara Utara, Jumat (6/2/2026).

Dalam khutbahnya, Rektor Abbas menegaskan bahwa cara terbaik menyambut Ramadan adalah meneladani Rasulullah saw., terutama dalam menjaga hubungan silaturahim.

Ia menjelaskan bahwa Nabi Muhammad saw senantiasa mengunjungi para sahabat untuk memastikan tidak ada hubungan persaudaraan yang terputus, karena hal tersebut menjadi bagian dari kesiapan rohani dalam menjalankan ibadah puasa.

Menurutnya, silaturahim tidak hanya berlaku bagi sesama yang masih hidup, tetapi juga dapat dilakukan kepada keluarga yang telah wafat melalui ziarah kubur.

“Ziarah kubur tidak dibatasi waktu tertentu. Termasuk jika dilakukan menjelang Ramadan, selama tujuannya untuk mengenang kebaikan dan mendoakan mereka yang telah meninggal,” jelasnya di hadapan ribuan jamaah.

Rektor Abbas juga menyinggung tradisi yang kerap dilakukan masyarakat saat berziarah, seperti membawa bunga atau menyiram air di atas makam. Ia menegaskan bahwa hal tersebut tidak memberi pengaruh langsung kepada orang yang telah meninggal dunia.

“Bunga di atas kuburan itu tidak memberi manfaat atau mudarat bagi yang sudah wafat. Itu lebih kepada tanda sosial bahwa makam tersebut masih diingat dan dirawat oleh keluarganya,” ujarnya.

Ia menambahkan, menabur bunga hukumnya mubah (boleh), namun bukan sunnah dan bukan pula kewajiban.

Di akhir khutbah, Rektor mengajak masyarakat untuk tetap menjaga tradisi keagamaan seperti ziarah kubur selama tidak bertentangan dengan ajaran Islam. Ia menekankan bahwa inti dari ziarah adalah doa.

“Datang berziarah tanpa membawa apa pun tidak masalah. Karena yang paling ditunggu oleh keluarga kita yang telah meninggal adalah doa,” tutupnya.

Apa Reaksi Anda?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow