UIN Palopo Siap Naik Kelas, Sambut Kebijakan Transformasi PTKI Ditjen Pendis Kemenag RI

UIN Palopo Siap Naik Kelas, Sambut Kebijakan Transformasi PTKI Ditjen Pendis Kemenag RI

Dukungan SDM yang kompeten, kualitas Prodi yang terus meningkat, serta komitmen kelembagaan yang kuat, UIN Palopo dinilai dapat menjadi bagian dari gelombang transformasi PTKI di Indonesia. Foto: Dirjen Pendis.

Kabar | hijaupopuler.id

Universitas Islam Negeri (UIN) Palopo menyatakan kesiapan untuk mengimplementasikan arah baru transformasi Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) yang diluncurkan Kementerian Agama. Kebijakan yang mencakup program double degree, fast track, hingga penguatan ma’had al-jami'ah itu dinilai menjadi momentum penting bagi PTKI untuk meningkatkan daya saing di tingkat global.

Rektor UIN Palopo, Abbas Langaji, menegaskan bahwa kampus yang dipimpinnya siap mengamplifikasi kebijakan strategis tersebut dengan memperkuat kualitas akademik, sumber daya manusia, serta pengembangan program studi yang relevan dengan kebutuhan zaman.

Menurut Abbas, arah kebijakan yang disampaikan Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama, Amien Suyitno, menunjukkan keseriusan pemerintah dalam mendorong PTKI agar tidak hanya unggul dalam aspek keislaman, tetapi juga kompetitif dalam dunia akademik dan industri global.

“Kebijakan Dirjen Pendis ini merupakan langkah strategis dan progresif untuk membawa PTKI naik kelas. UIN Palopo menyambutnya dengan kesiapan penuh, baik dari sisi SDM dosen maupun kualitas program studi yang terus kami perkuat,” sebut Abbas, Sabtu (7/3/2026).

Ia menjelaskan bahwa saat ini UIN Palopo memiliki delapan program studi yang telah meraih akreditasi Unggul, yang menjadi fondasi kuat dalam mendukung implementasi kebijakan baru tersebut, khususnya dalam pengembangan kerja sama akademik dan inovasi kurikulum.

Dengan capaian tersebut, kata Abbas, UIN Palopo memiliki peluang besar untuk mengembangkan berbagai program strategis yang tengah didorong Kementerian Agama, termasuk program double degree bagi mahasiswa sarjana.

Program ini memungkinkan mahasiswa memperoleh dua gelar sekaligus melalui kerja sama dengan perguruan tinggi mitra, baik di dalam maupun luar negeri. Menurut Abbas, skema ini tidak hanya memperluas wawasan akademik mahasiswa, tetapi juga membuka akses terhadap jejaring global.

Double degree akan memperkaya pengalaman akademik mahasiswa karena mereka dapat belajar lintas disiplin dan lintas negara. Ini sangat penting untuk menyiapkan lulusan yang mampu bersaing secara global,” jelasnya.

Selain itu, UIN Palopo juga menyambut positif program fast track atau akselerasi pendidikan yang memungkinkan mahasiswa berprestasi menyelesaikan jenjang sarjana dan magister dalam waktu lebih singkat.

Program ini dinilai menjadi terobosan dalam mencetak sumber daya manusia unggul yang lebih cepat memasuki dunia profesional maupun akademik.

Fast track akan memberi ruang bagi mahasiswa berprestasi untuk mempercepat karier akademiknya tanpa mengurangi kualitas proses pembelajaran,” kata Abbas.

Di sisi lain, UIN Palopo juga mendukung penguatan ma’had al-jami'ah sebagai pusat pembinaan karakter mahasiswa. Konsep ini dinilai penting untuk menjaga identitas PTKI yang mengintegrasikan tradisi akademik modern dengan nilai-nilai pesantren.

Menurut Abbas, ma’had tidak sekadar menjadi fasilitas tempat tinggal mahasiswa, melainkan ruang pembentukan karakter, penguatan spiritualitas, dan internalisasi nilai-nilai keislaman yang moderat.

Ma’had al-jami'ah harus menjadi pusat pembinaan karakter mahasiswa. Di situlah ruh pesantren tetap hidup dalam lingkungan akademik PTKI,” ujarnya.

Terkait rencana pembukaan Program Studi di Luar Kampus Utama (PSDKU) dan reformulasi pengembangan program studi, UIN Palopo juga terus melakukan pemetaan strategis agar setiap program yang dikembangkan memiliki relevansi dengan kebutuhan masyarakat dan perkembangan ilmu pengetahuan.

Langkah ini sejalan dengan arah baru pengembangan program studi di PTKI yang kini dikelompokkan ke dalam tiga pilar utama, yakni prodi berbasis akademik, prodi berbasis profesi, dan prodi berbasis vokasi.

Abbas menilai transformasi tersebut merupakan peluang besar bagi PTKI untuk memperkuat peran sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan sekaligus pembinaan karakter.

“Transformasi PTKI ini adalah momentum penting untuk memperkuat posisi perguruan tinggi keagamaan Islam sebagai pusat keilmuan yang adaptif, inovatif, dan berdaya saing,” tegasnya.

Ia optimistis dengan dukungan SDM yang kompeten, kualitas program studi yang terus meningkat, serta komitmen kelembagaan yang kuat, UIN Palopo dapat menjadi bagian dari gelombang transformasi PTKI di Indonesia.

“Kami optimistis kebijakan ini akan membawa PTKI semakin maju dan memberi kontribusi lebih besar bagi kemajuan pendidikan dan pembangunan bangsa,” pungkasnya.

Apa Reaksi Anda?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow