Rahasia Perpustakaan Modern Terungkap, UIN Palopo Benchmarking ke UIN Jakarta
Perpustakaan kini dituntut lebih agresif, inovatif, dan adaptif terhadap generasi digital. Foto: Humas UIN Palopo.
Kabar | hijaupopuler.id
Siapa bilang perpustakaan identik dengan suasana sunyi dan membosankan? Di era digital, wajah perpustakaan berubah drastis—lebih hidup, interaktif, bahkan “menjemput” penggunanya.
Hal inilah yang membuat Unit Penunjang Akademik (UPA) Perpustakaan Universitas Islam Negeri (UIN) Palopo jauh-jauh datang ke UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Selasa (7/4/2026) kemarin.
Dipimpin langsung Kepala UPA Perpustakaan UIN Palopo, Zainuddin S, kunjungan ini bukan sekadar silaturahim biasa. Ada misi besar di baliknya: membongkar strategi transformasi layanan perpustakaan di tengah gempuran era digital.
“Kami ingin melihat langsung bagaimana perpustakaan bisa berubah dan tetap relevan dengan kebutuhan zaman,” ujar Zainuddin.
Setibanya di lokasi, rombongan disambut Kepala Perpustakaan UIN Jakarta, Agus Rifai, bersama tim pustakawan. Namun yang paling menarik, bukan hanya sambutan—melainkan cara pandang baru tentang perpustakaan itu sendiri.
Agus Rifai dengan tegas menyebut, konsep lama perpustakaan sudah tidak lagi cukup.
“Perpustakaan bukan sekadar ruang fisik dengan tumpukan buku. Pengetahuan sekarang harus hadir, mendekat, bahkan menjemput penggunanya,” ungkapnya.
Pernyataan ini seolah menegaskan bahwa perpustakaan kini dituntut lebih agresif, inovatif, dan adaptif terhadap generasi digital.
Tak hanya berdiskusi, rombongan UIN Palopo juga diajak melihat langsung berbagai inovasi layanan dalam library tour. Dari fasilitas modern hingga pendekatan layanan berbasis kebutuhan pengguna, semuanya menjadi bahan pembelajaran penting.
Menariknya lagi, kunjungan ini juga menghasilkan langkah konkret. Kedua pihak resmi menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) sebagai bentuk kolaborasi strategis.
Kerja sama ini mencakup pengembangan layanan perpustakaan, peningkatan kualitas sumber daya manusia, hingga penguatan jaringan literasi antar perguruan tinggi.
Kunjungan ini pun menjadi sinyal kuat bahwa perpustakaan kampus kini sedang “naik level”—dari sekadar tempat membaca menjadi pusat inovasi dan interaksi pengetahuan.
Apa Reaksi Anda?

