Ingin Damai dan Hidup Berkah? Perkuat Silaturahim!

Ingin Damai dan Hidup Berkah? Perkuat Silaturahim!

Silaturahim bukan hanya tentang bertemu, tetapi juga bagaimana kita menjaga hubungan.

Islami | hijaupopuler.id
Di tengah kesibukan dunia modern, banyak orang merasa semakin jauh dari keluarga dan sahabat. Kesibukan pekerjaan, tuntutan ekonomi dan perkembangan teknologi, sering kali membuat kita lebih fokus pada diri sendiri dibanding menjalin hubungan yang baik dengan orang lain.
Padahal di dalam Islam, silaturahim bukan sekadar tradisi, tetapi sebuah kewajiban yang membawa keberkahan dalam hidup.
Dalam hadis yang diriwayatkan oleh Al-Bukhari dan Muslim, Rasulullah ﷺ bersabda:
“Barang siapa yang ingin dilapangkan rezekinya dan dipanjangkan umurnya, maka hendaklah ia menyambung silaturahim.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Hadis ini menunjukkan bahwa menjaga hubungan baik dengan sesama, terutama keluarga, bukan hanya berdampak pada kehidupan sosial, tetapi juga membawa manfaat dunia dan akhirat.
Silaturahim: lebih dari sekadar bertemu
Banyak yang mengira bahwa silaturahim hanya sebatas bertemu dan mengobrol. Namun, makna sejati silaturahim lebih dalam dari itu. Dalam Islam, silaturahim mencakup berbagai aspek, seperti:
1. Menjaga hubungan baik dengan keluarga dan kerabat. Tidak hanya orang tua dan saudara kandung, tetapi juga keluarga besar dan kerabat jauh.
2. Memaafkan kesalahan orang lain. Sebagaimana Allah swt memerintahkan di dalam al-Qur’an, “Maka bertakwalah kepada Allah dan perbaikilah hubungan di antara kalian.” (QS. Al-Anfal: 1)
3. Membantu mereka yang membutuhkan. Rasulullah ﷺ bersabda, “Sedekah kepada orang miskin hanya bernilai satu sedekah, tetapi kepada kerabat bernilai dua: sebagai sedekah dan silaturahim.” (HR. Tirmidzi)
4. Menjaga komunikasi yang baik. Dalam era digital, silaturahim bisa dilakukan melalui pesan singkat atau panggilan telepon, selama niatnya untuk mempererat hubungan.
Keutamaan silaturahim dalam Islam
Islam menempatkan silaturahim sebagai amalan yang memiliki banyak keutamaan. Selain memperpanjang umur dan melapangkan rezeki, ada beberapa manfaat lain dari menjaga hubungan baik dengan sesama:
1. Silaturahim adalah salah satu cara untuk mendapatkan ridha Allah swt. Dalam hadis qudsi, Ia berfirman, “Aku adalah ar-Rahman (Maha Pengasih), dan Aku menciptakan rahim (hubungan keluarga). Maka barang siapa menyambungnya, Aku akan menyambung hubungan dengannya. Dan barang siapa memutuskannya, Aku pun akan memutus hubungan dengannya.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Hadis ini menunjukkan bahwa silaturahim bukan hanya berdampak pada kehidupan sosial, tetapi juga pada hubungan kita dengan Allah.
2. Menghapus dosa dan mendatangkan rahmat. Ketika kita menjalin hubungan baik dengan sesama, terutama dengan hati yang bersih, dosa-dosa kecil kita bisa diampuni. Rasulullah ﷺ bersabda, “Sesungguhnya amalan anak Adam diperlihatkan setiap Kamis malam, maka tidak diterima amal orang yang memutuskan silaturahim.” (HR. Ahmad)
Hadis ini menjadi pengingat bahwa silaturahim adalah bagian dari keimanan yang harus dijaga.
3. Silaturahim adalah cara terbaik untuk membersihkan hati dari kebencian. Dalam Islam, permusuhan dan dendam sangat dilarang. Allah swt berfirman, “Dan janganlah orang-orang yang mempunyai kelebihan dan kelapangan di antara kamu bersumpah bahwa mereka tidak akan memberi (bantuan) kepada kaum kerabatnya, orang-orang miskin dan orang-orang yang berhijrah di jalan Allah. Hendaklah mereka memaafkan dan berlapang dada. Apakah kamu tidak ingin Allah mengampunimu?” (QS. an-Nur: 22)
Ayat ini menegaskan pentingnya memaafkan dan menjaga hubungan baik, bahkan dengan orang yang pernah menyakiti kita.
Silaturahim di zaman modern
Di era digital, hubungan sosial sering kali bergantung pada media sosial. Banyak orang merasa cukup hanya dengan memberi like atau mengirim pesan singkat, padahal silaturahim sejati membutuhkan interaksi yang lebih mendalam.
Berikut beberapa cara menjaga silaturahim di zaman modern:
1. Mengunjungi orang tua dan keluarga secara rutin. Jangan hanya menghubungi mereka saat butuh sesuatu.
2. Mengirim pesan atau menelepon sahabat lama. Tanyakan kabar mereka dengan tulus.
3. Memaafkan kesalahan orang lain tanpa menunggu mereka meminta maaf.
4. Menyisihkan sebagian rezeki untuk membantu keluarga yang kurang mampu.
5. Membangun hubungan yang sehat di tempat kerja dan lingkungan sekitar.
Memutus silaturahim: dampaknya dalam Islam
Sebaliknya, memutus silaturahim adalah perbuatan yang sangat dilarang dalam Islam. Rasulullah ﷺ bersabda, “Tidak akan masuk surga orang yang memutuskan silaturahim.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Memutus hubungan dengan keluarga atau sahabat karena kesalahpahaman atau ego bukanlah tindakan yang dibenarkan. Jika ada perselisihan, Islam mengajarkan untuk segera berdamai. Bahkan dalam situasi yang sulit, kita tetap dianjurkan untuk menjaga hubungan dengan cara yang baik.
Allah swt berfirman, “Dan bertakwalah kepada Allah yang dengan (mempergunakan) nama-Nya kamu saling meminta, dan (peliharalah) hubungan silaturahim.” (QS. An-Nisa’: 1)
Ini menjadi pengingat bahwa silaturahim bukan hanya tentang hubungan sosial, tetapi juga bagian dari ketaatan kepada Allah swt.
Kesimpulan
Silaturahim adalah ajaran Islam yang membawa banyak manfaat, baik di dunia maupun di akhirat. Dengan menjalin hubungan baik, kita tidak hanya mendapatkan keberkahan dalam hidup, tetapi juga menjadi pribadi yang lebih tenang dan bahagia.
Namun silaturahim bukan hanya tentang bertemu, tetapi juga tentang bagaimana kita menjaga hubungan dengan hati yang bersih, penuh kasih sayang dan saling mendukung. Jangan biarkan kesibukan atau ego menghalangi kita untuk menjalin silaturahim.
Mulailah dari hal kecil—menghubungi orang tua, memaafkan kesalahan teman, atau membantu kerabat yang membutuhkan. Dengan begitu, kita tidak hanya menjalankan perintah agama, tetapi juga membangun kehidupan yang lebih bermakna dan penuh keberkahan.
Mari jadikan silaturahim sebagai bagian dari keseharian kita!
Dr Muhammad Ash-Shiddiqy ME | Dosen UIN Saizu Purwokerto, Jawa Tengah

Apa Reaksi Anda?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow