Upgrading Gelombang II UIN Palopo, Rektor Tekankan Pentingnya Kematangan Berorganisasi

Upgrading Gelombang II UIN Palopo, Rektor Tekankan Pentingnya Kematangan Berorganisasi
Upgrading Gelombang II UIN Palopo, Rektor Tekankan Pentingnya Kematangan Berorganisasi
Upgrading Gelombang II UIN Palopo, Rektor Tekankan Pentingnya Kematangan Berorganisasi

Lembaga kemahasiswaan diharapkan tidak hanya aktif menjalankan program kerja, tetapi juga mampu menjadi ruang pembentukan mahasiswa yang siap memimpin dan berkontribusi di tengah masyarakat. Foto: Humas UIN Palopo.

Kabar | hijaupopuler.id

Mahasiswa yang ingin menjadi pengurus inti lembaga kemahasiswaan di Universitas Islam Negeri (UIN) Palopo nantinya harus mengikuti dan dinyatakan lulus dalam pelatihan lembaga kemahasiswaan.

Ketentuan tersebut disampaikan Rektor UIN Palopo, Abbas Langaji, saat membuka Upgrading Lembaga Kemahasiswaan UIN Palopo Gelombang II Tahun 2026 di lantai 3 Aula Fakultas Syariah, Kampus I UIN Palopo, Jalan Agatis, Kelurahan Balandai, Kecamatan Bara, Jumat (4/9/2026) lalu.

“Pelatihan ini menjadi syarat. Yang boleh menjadi pengurus inti adalah mereka yang lulus dalam pelatihan lembaga kemahasiswaan ini,” tegas Abbas.

Menurut Abbas, ketentuan tersebut merupakan bagian dari upaya menata lembaga kemahasiswaan agar mahasiswa yang menempati posisi strategis dalam organisasi memiliki kesiapan dan pemahaman yang memadai.

Ia menilai pengalaman berorganisasi merupakan bagian penting dalam proses pembentukan kapasitas mahasiswa. Pengalaman tersebut, kata dia, tidak berhenti pada aktivitas di lingkungan kampus, tetapi dapat menjadi bekal ketika mahasiswa terjun ke tengah masyarakat.

“Pengalaman organisasi itu sangat bermanfaat bagi mahasiswa, terutama pada saat KKN. Karena di sana mahasiswa akan berhadapan langsung dengan kehidupan masyarakat,” kata Abbas.

Abbas mengatakan perguruan tinggi tidak hanya berfungsi sebagai tempat memperoleh pengetahuan akademik. Kampus juga menjadi ruang untuk mempersiapkan mahasiswa memiliki kemampuan memimpin, bekerja bersama, serta memahami kehidupan organisasi dan masyarakat.

Ia menilai pemahaman seseorang mengenai kehidupan bersama dalam organisasi turut mencerminkan kualitas dirinya.

“Kita bisa melihat kualitas diri seseorang dari pengetahuan dan pemahamannya dalam kehidupan bersama,” tuturnya.

Karena itu, keterlibatan mahasiswa dalam lembaga kemahasiswaan menurutnya perlu dibarengi pemahaman mengenai tugas, fungsi, tanggung jawab, komitmen, dan tata kelola organisasi.

Tiga Hari Penguatan Organisasi

Upgrading Lembaga Kemahasiswaan Gelombang II UIN Palopo berlangsung selama tiga hari, hingga Ahad (6/9/2026) hari ini.

Ketua Panitia, Saifur Rahman, mengatakan kegiatan tersebut diharapkan dapat memberikan bekal bagi mahasiswa, terutama mereka yang akan terlibat dalam kepengurusan lembaga kemahasiswaan.

Kegiatan ini turut dihadiri Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Kerja Sama, Takdir Ishak, serta para Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Kerja Sama dari berbagai fakultas di lingkungan UIN Palopo.

Bagi Rektor Abbas, penataan lembaga kemahasiswaan merupakan bagian dari komitmen pimpinan kampus. Keberadaan lembaga mahasiswa diharapkan tidak sekadar menjadi wadah aktivitas, tetapi juga menjadi ruang pembelajaran kepemimpinan.

“Ini adalah komitmen pimpinan saat ini untuk menata sebaik mungkin lembaga kemahasiswaan agar menjadi bagian dari kelengkapan kampus,” jelasnya.

Ia pun meminta peserta mengikuti proses upgrading dengan serius. Menurutnya, keseriusan tersebut penting agar mahasiswa memiliki kematangan dalam menjalankan organisasi dan tanggung jawab kepemimpinan.

“Keseriusan dan kematangan dari proses ini merupakan kebanggaan kita bersama,” pungkasnya.

Melalui penataan tersebut, lembaga kemahasiswaan diharapkan tidak hanya aktif menjalankan program kerja, tetapi juga mampu menjadi ruang pembentukan mahasiswa yang siap memimpin dan berkontribusi di tengah masyarakat.

Apa Reaksi Anda?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow