Buka Semester Baru, UIN Palopo Satukan Tradisi Keilmuan dan Kepedulian Sosial

Buka Semester Baru, UIN Palopo Satukan Tradisi Keilmuan dan Kepedulian Sosial
Buka Semester Baru, UIN Palopo Satukan Tradisi Keilmuan dan Kepedulian Sosial

Kemajuan perguruan tinggi perlu berjalan beriringan dengan penguatan tradisi intelektual, kepedulian sosial, dan tanggung jawab terhadap lingkungan. Foto: Humas UIN Palopo.

Kabar | hijaupopuler.id

Memasuki semester gasal Tahun Akademik 2026/2027, Universitas Islam Negeri (UIN) Palopo tidak hanya menandai dimulainya perkuliahan, tetapi juga menegaskan dua agenda penting: memperkuat tradisi keilmuan Islam dan memastikan keberlanjutan pendidikan mahasiswa yang membutuhkan dukungan.

Pesan itu mengemuka dalam pembukaan kuliah di Auditorium Phinisi, Kampus II UIN Palopo, Selasa (1/9/2026) kemarin. Kegiatan tersebut menghadirkan Prof Jimly Asshiddiqie sebagai pembicara kuliah umum yang disampaikan secara daring.

Jimly mengajak sivitas akademika meninggalkan dikotomi antara ilmu agama dan ilmu umum. Menurutnya, pengembangan ilmu perlu dibangun melalui tradisi intelektual yang luas dengan tetap menjadikan khazanah keilmuan Islam sebagai salah satu pijakan penting.

Ia menilai ilmu pengetahuan pada dasarnya merupakan upaya manusia memahami hukum-hukum alam atau sunnatullah yang telah ditetapkan Allah swt.

“Ilmu yang ditemukan manusia pada hakikatnya adalah ilmu Allah swt,” ujarnya.

Jimly juga mendorong mahasiswa dan dosen untuk kembali mendekatkan diri pada tradisi intelektual Islam, antara lain dengan membaca karya dan mempelajari pemikiran para ilmuwan Muslim. Baginya, tradisi keilmuan Islam dan Timur tetap penting menjadi rujukan, sementara perkembangan keilmuan Barat dapat dipelajari sebagai bagian dari proses pengayaan pengetahuan.

Di sisi lain, pembukaan semester baru menjadi momentum UIN Palopo memperlihatkan bagaimana zakat profesi yang dihimpun dari sivitas akademika dikembalikan untuk menopang keberlanjutan pendidikan mahasiswa.

Melalui Unit Pengumpul Zakat (UPZ), UIN Palopo menyalurkan bantuan pembayaran Uang Kuliah Tunggal (UKT) kepada 126 mahasiswa pada semester gasal ini, dengan total bantuan mencapai Rp228,075 juta.

Jumlah tersebut meningkat dibanding semester sebelumnya yang mencatat 83 penerima dengan total bantuan Rp149,7 juta.

Bagi UIN Palopo, penyaluran zakat tersebut bukan sekadar bantuan finansial, tetapi bagian dari upaya memastikan persoalan ekonomi tidak memutus perjalanan akademik mahasiswa.

Rektor UIN Palopo, Abbas Langaji, mengatakan universitas ingin memastikan mahasiswa tetap memiliki kesempatan menyelesaikan pendidikan meski menghadapi keterbatasan biaya.

“Kami ingin memastikan bahwa tidak ada mahasiswa UIN Palopo yang harus berhenti kuliah hanya karena keterbatasan biaya. Beasiswa melalui UPZ ini merupakan wujud kepedulian dan komitmen universitas untuk hadir membantu mahasiswa agar dapat terus melanjutkan pendidikannya hingga selesai,” kata Abbas.

Lagi menurutnya, kontribusi tersebut tidak terlepas dari kepercayaan dosen dan tenaga kependidikan yang menyalurkan zakat profesinya melalui UPZ. Dana yang dihimpun kemudian tidak hanya digunakan untuk bantuan UKT, tetapi juga berbagai program sosial bagi pihak yang berhak menerima zakat.

UPZ UIN Palopo menghimpun zakat profesi lebih dari Rp40 juta setiap bulan. Dana tersebut juga disalurkan untuk santunan anak yatim, bantuan pondok pesantren dan masjid, serta dukungan bagi yayasan dan lembaga penerima zakat.

Memasuki semester baru, Abbas juga mengajak sivitas akademika menjaga kedisiplinan sekaligus memperkuat kepedulian terhadap lingkungan. Kampus didorong terus membangun budaya hijau, termasuk mengurangi penggunaan plastik sekali pakai.

Abbas menyebut berbagai capaian UIN Palopo merupakan hasil kerja bersama dan keberlanjutan fondasi yang telah dibangun para pendahulu. Saat ini, 11 program studi jenjang sarjana di UIN Palopo telah meraih predikat unggul.

Dengan demikian, semester gasal 2026/2027 dibuka tidak hanya dengan agenda akademik, tetapi juga dengan pesan bahwa kemajuan perguruan tinggi perlu berjalan beriringan dengan penguatan tradisi intelektual, kepedulian sosial, dan tanggung jawab terhadap lingkungan.

Apa Reaksi Anda?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow