Kemelekatan adalah Penderitaan, Melepaskan adalah Kebahagiaan

Kemelekatan adalah Penderitaan, Melepaskan adalah Kebahagiaan

Ketika Tuhan memberi, bersyukurlah. Ketika Tuhan mengurangi, bersabarlah. Dan ketika Tuhan mengambil kembali apa yang pernah dititipkan, belajarlah untuk menerima. Gambar/foto: Penulis.

Perspektif | hijaupopuler.id

Hidup adalah perjalanan panjang yang penuh ujian. Selama Tuhan masih memberikan kita napas, selama itu pula kehidupan akan menghadirkan berbagai persoalan yang harus dihadapi. Ada yang mampu melewatinya dengan bijak, tetapi ada pula yang terpuruk karena tidak mampu memahami dan menerima kenyataan hidup.

Salah satu hal yang sering membuat manusia menderita adalah kemelekatan. Kita terlalu melekat pada harta, pasangan, jabatan, anak, pekerjaan, maupun berbagai hal yang kita miliki. Padahal, semua itu pada hakikatnya hanyalah titipan Tuhan.

Ketika seseorang terlalu merasa memiliki, ia akan sulit menerima saat sesuatu itu berkurang atau bahkan diambil kembali. Dari sinilah muncul kekecewaan, kesedihan, bahkan penderitaan. Kita lupa bahwa tidak ada sesuatu pun di dunia ini yang benar-benar menjadi milik kita untuk selamanya.

Melepaskan bukan berarti berhenti mencintai atau tidak peduli. Melepaskan adalah belajar menerima bahwa ada hal-hal yang berada di luar kendali kita. Kita boleh mencintai tanpa harus memiliki secara berlebihan. Kita boleh bekerja dan berusaha, tetapi tidak menjadikan jabatan atau harta sebagai sumber utama kebahagiaan.

Melepaskan juga bukan berarti tidak boleh bersedih. Kehilangan tetap bisa menyakitkan. Namun, ketika kita memahami bahwa segala sesuatu adalah titipan, kita belajar menerima kehilangan dengan lebih lapang.

Pada akhirnya, kebahagiaan bukan selalu tentang mendapatkan apa yang kita inginkan. Terkadang, kebahagiaan justru hadir ketika kita mampu melepaskan sesuatu yang terlalu erat kita genggam.

Ketika Tuhan memberi, bersyukurlah. Ketika Tuhan mengurangi, bersabarlah. Dan ketika Tuhan mengambil kembali apa yang pernah dititipkan, belajarlah untuk menerima.

Sebab, melepaskan bukan selalu tentang kehilangan. Kadang-kadang, melepaskan adalah cara kita membebaskan diri dari penderitaan yang lahir karena terlalu melekat.

.---

Muh Agus Salim SKomI
Alumni UIN Palopo

Apa Reaksi Anda?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow