Kesadaran!

Kesadaran!

Ilustrasi Hijaupopuler.id

Dalam interaksi dengan sesama, terkadang kita biasa atau bahkan sering bertemu dengan orang yang dianggap atau diakui hebat dalam suatu bidang keahlian tertentu.

Respon kita pun terutama apabila baru pertama kali berjumpa dengan orang hebat terkadang menjadi seperti terhipnotis oleh kehebatannya. Namun setelah bubar dari pertemuan, kesan yang ada dalam diri setiap orang boleh jadi tidak sama.

Ada yang menonjolkan kekaguman pada kehebatan orang yang barusan dijumpainya, sehingga tidak sadar tentang situasi diri dan sekitarnya.

Boleh jadi ada yang merasa sudah ikut menjadi hebat karena sudah bisa berinteraksi dengan orang hebat, bahkan boleh jadi dia merasa sudah selevel dengan orang-orang hebat yang dijumpainya.

Masih ada type ketiga, ada orang yang setelah berjumpa dengan orang hebat, dia langsung merasakan keterbatasannya, dia menyadari masih banyak hal yang dia belum ketahui, sehingga pengetahuannya tentang sesuatu seakan tidak ada apa-apanya dibanding orang yang barusan dijumpainya.

Tapi apa pun itu, seorang alim sesungguhnya akan menyadari bahwa semakin banyak mengenal orang hebat, akan semakin menyadari keterbatasananya, sehingga muncul keinginan besar untuk belajar dan belajar lagi. semakin banyak membaca, maka dia akan semakin menyadari terbatas dan sempit wawasannya selama ini.

Bagi orang alim, semakin banyak belajar akan semakin menyadari dan mengakui kebodohannya, bukannya merasa semakin cerdas apalagi merasa semakin hebat. "Wa fawqa kulli dzi 'ilm 'aliim".

Karena kesadaran itulah, maka orang yang alim sesungguhnya akan menghindari perdebatan.

Sumber: Abbas Langaji [FB.1/4/18]

Apa Reaksi Anda?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow