Mahasiswa KKN UIN Palopo Jalankan Program Pemberdayaan di Tiga Kabupaten

Mahasiswa KKN UIN Palopo Jalankan Program Pemberdayaan di Tiga Kabupaten
Mahasiswa KKN UIN Palopo Jalankan Program Pemberdayaan di Tiga Kabupaten
Mahasiswa KKN UIN Palopo Jalankan Program Pemberdayaan di Tiga Kabupaten
Mahasiswa KKN UIN Palopo Jalankan Program Pemberdayaan di Tiga Kabupaten

Mulai dari pemanfaatan teknologi digital untuk UMKM, pembentukan karakter di sekolah, kepedulian terhadap lingkungan, hingga pelestarian budaya, mahasiswa berupaya mendorong masyarakat mengembangkan potensi yang dimiliki secara berkelanjutan. Foto: Humas UIN Palopo.

Kabar | hijaupopuler.id

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) UIN Palopo melaksanakan berbagai program pemberdayaan masyarakat di Kabupaten Luwu, Luwu Timur, dan Luwu Utara sepanjang September 2026. Program tersebut mencakup digitalisasi usaha mikro, edukasi antiperundungan, pengelolaan sampah plastik, hingga pengembangan kerajinan berbasis budaya lokal.

Di Desa Langkidi, Kecamatan Bajo, Kabupaten Luwu, mahasiswa KKN Tematik (KKN-T) Posko 116 mendampingi 15 pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) mencantumkan lokasi usaha mereka di Google Maps dalam rentang waktu 12–19 September 2026. Kegiatan yang dikoordinatori Mustaqbal Idris itu bertujuan memudahkan masyarakat menemukan lokasi usaha sekaligus memperluas jangkauan informasi dan promosi produk lokal.

UMKM yang didampingi bergerak di berbagai bidang, mulai dari pabrik sagu, produksi atap sagu, pembuatan batu nisan, bengkel, warung, hingga usaha aneka kue basah. Perwakilan mahasiswa, Pebrianti, berharap pencantuman lokasi digital tersebut dapat membantu usaha masyarakat lebih mudah dikenal dan dijangkau calon pelanggan.

Selanjutnya, Jumat (18/9), mahasiswa KKN Kelompok 64 Desa Kalatiri menggelar edukasi antiperundungan bagi siswa SDN Nomor 112 Lemo, di Kecamatan Burau, Kabupaten Luwu Timur. Kegiatan ini merupakan bagian dari program bertema “Pendidikan Keagamaan Ramah Anak dan Inklusif.”

Edukasi tersebut dilaksanakan setelah mahasiswa mengamati interaksi siswa di lingkungan sekolah dan menemukan bahwa sebagian anak belum memahami bahwa ejekan, pemberian julukan yang menyakitkan, atau tindakan mengganggu teman dapat termasuk perundungan. Materi yang diberikan meliputi pengertian bullying, bentuk dan dampaknya, serta langkah yang dapat dilakukan ketika melihat atau mengalami perundungan.

Kepala Desa Kalatiri, Salim, mengapresiasi kegiatan tersebut karena dinilai penting untuk membangun kesadaran anak sejak dini. Pihak sekolah juga menilai edukasi ini dapat membantu siswa menjaga perkataan, menghormati teman, dan menciptakan lingkungan belajar yang aman serta nyaman.

Pada Kamis (24/9), mahasiswa KKN Tematik UIN Palopo Angkatan XLVIII ini juga melaksanakan edukasi pengelolaan sampah plastik di SDN Nomor 22 Batang Tongka, di Desa Batang Tongka, Kecamatan Bone-Bone, Kabupaten Luwu Utara. Kegiatan yang mengusung semangat “Ekoteologi dan Desa Ramah Lingkungan” tersebut menggabungkan penyampaian materi dengan praktik pembuatan pajangan dinding dari sampah plastik.

Didampingi guru Baktiar, para siswa diperkenalkan pada jenis-jenis sampah, dampak pembuangan plastik sembarangan, serta pentingnya memilah dan memanfaatkan kembali bahan yang masih dapat digunakan. Melalui praktik langsung, mahasiswa mengajak siswa memahami bahwa sampah plastik dapat diolah menjadi karya kreatif sekaligus menumbuhkan kebiasaan menjaga kebersihan lingkungan.

Dua hari kemudian, Sabtu (26/9), mahasiswa KKN Kelompok 35 Posko Desa Limbong mendampingi siswa SMP Negeri 1 Rongkong, di Kecamatan Limbong, Kabupaten Luwu Utara, mengembangkan kerajinan yang mengangkat budaya dan potensi alam setempat. Kegiatan yang dikoordinatori Hariri tersebut meliputi pembuatan miniatur rumah adat Rongkong dari bambu dan daun pandan berduri, kerajinan dari biji-bijian, vas bunga dari tanah liat, serta selendang bermotif Sekong Sirenden Sipomandi.

Rangkaian program itu mencapai puncaknya melalui Pameran Budaya Rongkong. Para siswa mempresentasikan hasil karya mereka, termasuk menggunakan bahasa Inggris untuk memperkenalkan produk dan identitas budaya lokal. Kepala SMPN 1 Rongkong, Arie Fernandes, menyerahkan penghargaan kepada peserta terbaik sebagai bentuk apresiasi atas kreativitas mereka.

Beragam kegiatan tersebut memperlihatkan upaya mahasiswa KKN UIN Palopo menghubungkan pengabdian kepada masyarakat dengan kebutuhan nyata di tingkat lokal. Mulai dari pemanfaatan teknologi digital untuk UMKM, pembentukan karakter di sekolah, kepedulian terhadap lingkungan, hingga pelestarian budaya, mahasiswa berupaya mendorong masyarakat mengembangkan potensi yang dimiliki secara berkelanjutan.

Apa Reaksi Anda?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow