Kabar | hijaupopuler.id
Semangat menembus batas negara terus digaungkan di lingkungan UIN Palopo. Melalui kegiatan Global Mobility Sharing Sessions: Scholarship and Living Abroad Experiences, kampus ini mendorong mahasiswa agar berani bermimpi dan menyiapkan diri menembus peluang internasional.
Kegiatan yang digelar oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) melalui Kantor Pusat Urusan Internasional dan Studi Kawasan ini menjadi ruang berbagi pengalaman nyata tentang studi dan kehidupan akademik di luar negeri.
Kepala Pusat Urusan Internasional dan Studi Kawasan LP2M UIN Palopo, Akbar SPdI MEd PhD, menegaskan bahwa internasionalisasi bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan strategis perguruan tinggi.
“Mahasiswa perlu memiliki perspektif global. Mereka harus tahu bahwa peluang studi, riset, hingga pengalaman kerja di luar negeri sangat terbuka, selama ada kesiapan dan keberanian,” ujarnya Minggu (15/2/2026).
Hadir sebagai narasumber, Nur Jihadilla, alumni UIN Palopo yang kini menjadi awardee Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) dan melanjutkan studi di The University of Adelaide, Australia.
Dalam sesi virtual yang berlangsung pada 14 Februari 2026, ia membagikan pengalaman proses seleksi beasiswa, adaptasi budaya, hingga tantangan hidup di luar negeri.
“Jangan takut mencoba. Kesempatan itu ada, tapi harus dijemput. Persiapkan diri sejak dini, perkuat kemampuan bahasa, dan aktif mencari informasi,” pesannya kepada mahasiswa.
Ia juga menekankan pentingnya membangun jejaring internasional serta memanfaatkan dukungan kampus dalam mengakses berbagai program mobilitas global.
Sebelumnya, Kantor Pusat Urusan Internasional dan Studi Kawasan LP2M UIN Palopo juga menggelar kegiatan bertajuk Berbagi Cerita Work Holiday Visa (WHV) di Australia yang menghadirkan Anggun Wicaksono SPd MPd.
Rangkaian kegiatan ini menunjukkan komitmen UIN Palopo dalam membuka akses seluas-luasnya bagi mahasiswa untuk berdaya saing global—tidak hanya sebagai penonton, tetapi sebagai aktor di panggung internasional.