PBI UIN Palopo Kirim Tujuh Presenter ke Konferensi Internasional TEFLIN 2026
Konferensi ini mempertemukan akademisi, peneliti, pendidik, dan praktisi pendidikan bahasa dari berbagai negara untuk berbagi hasil penelitian, gagasan, dan praktik inovatif dalam pembelajaran bahasa. Foto: Humas UIN Palopo
Kabar | hijaupopuler.id
Tujuh dosen Prodi Pendidikan Bahasa Inggris (PBI), Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) UIN Palopo, mengambil bagian sebagai presenter dalam The 72nd TEFLIN International Conference 2026 di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, 7–9 Oktober 2026.
Ketujuh dosen tersebut ialah Masruddin, Husnaini, Magfirah Thayyib, Dewi Furwana, Ermawati, Yuyun Ruqiyyat Said, dan Devi Ismayanti.
Mereka mengikuti forum yang mengangkat tema “Transforming Language Education: Innovation, Inclusion, and Connection for a Sustainable Future.” Konferensi tersebut mempertemukan akademisi, peneliti, pendidik, dan praktisi pendidikan bahasa dari berbagai negara untuk berbagi hasil penelitian, gagasan, dan praktik inovatif dalam pembelajaran bahasa.
Berdasarkan informasi penyelenggara, TEFLIN 2026 digelar bersamaan dengan The 10th International Conference on Education in Muslim Society (ICEMS) dan The 2nd TESOL Research Colloquium. Forum tersebut menghadirkan sejumlah keynote dan plenary speakers dari Indonesia, Inggris, Australia, Amerika Serikat, serta sejumlah negara lainnya.
Isu yang dibahas juga cukup beragam, mulai dari kompetensi digital dan pembelajaran profesional, pendidikan inklusif, revitalisasi bahasa lokal, pendidikan berorientasi keberlanjutan, multibahasa, komunikasi lintas budaya, hingga pemanfaatan artificial intelligence (AI) dalam pengajaran, pembelajaran, dan asesmen.
Keterlibatan tujuh dosen Prodi PBI FTIK UIN Palopo ini dinilai menjadi bagian dari upaya memperluas ruang pertukaran pengetahuan sekaligus memperkenalkan hasil pemikiran akademisi dari Palopo dalam forum ilmiah yang lebih luas.
Ketua Prodi PBI FTIK UIN Palopo, Husnaini, mengatakan keikutsertaan tersebut menjadi momentum untuk mendorong budaya akademik yang lebih produktif di lingkungan program studi.
“Keikutsertaan tujuh dosen PBI sebagai presenter pada konferensi internasional ini merupakan capaian yang patut disyukuri. Hal ini menunjukkan komitmen dosen untuk terus mengembangkan penelitian, berbagi pengetahuan, dan membangun jejaring akademik di tingkat internasional,” ujarnya, Rabu (7/10/2026).
Salah seorang presenter, Devi Ismayanti, mengatakan forum tersebut memberikan kesempatan bagi dosen untuk memperluas wawasan, berbagi gagasan mengenai pembelajaran bahasa Inggris, sekaligus berinteraksi dengan akademisi dari berbagai perguruan tinggi.
Menurutnya, forum internasional seperti TEFLIN menjadi ruang penting untuk mengembangkan kompetensi dosen sekaligus melihat perkembangan dan inovasi terbaru dalam pendidikan bahasa.
Kehadiran para dosen PBI UIN Palopo juga terlihat dalam suasana konferensi yang mempertemukan peserta dari berbagai institusi. Interaksi antarpeserta menjadi bagian dari ruang akademik untuk bertukar pengalaman dan membangun jejaring di bidang pendidikan bahasa.
Keikutsertaan tersebut sekaligus memperkuat kiprah PBI FTIK UIN Palopo yang telah meraih akreditasi Unggul dari LAMDIK, khususnya dalam pengembangan pendidikan dan penelitian bidang bahasa Inggris.
Melalui partisipasi dalam forum ilmiah internasional, para dosen PBI UIN Palopo tersebut membawa nama institusi ke ruang akademik yang lebih luas, sekaligus membuka peluang pertukaran gagasan dan kolaborasi dengan akademisi dari berbagai latar belakang.
Apa Reaksi Anda?

