Pengabdian Mahasiswa UIN Palopo, dari MADELOR hingga Penguatan Harmoni Sosial

Pengabdian Mahasiswa UIN Palopo, dari MADELOR hingga Penguatan Harmoni Sosial

Inovasi pangan lokal, kegiatan yang mempererat hubungan sosial, serta penyerahan luaran program menjadi bentuk kontribusi yang berpotensi dikembangkan sesuai kebutuhan dan sumber daya masing-masing wilayah. Foto: Humas UIN Palopo.

Kabar | hijaupopuler.id

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) UIN Palopo menghadirkan beragam program pengabdian yang menyentuh kebutuhan masyarakat di sejumlah wilayah Luwu Raya. Mulai dari inovasi olahan daun kelor menjadi minuman kekinian, penguatan kebersamaan melalui festival rakyat, hingga penyerahan hasil program kerja kepada pemerintah desa, kegiatan tersebut memperlihatkan beragam bentuk kontribusi mahasiswa selama menjalankan pengabdian.

Di Desa Sadar, Kecamatan Bone-Bone, Kabupaten Luwu Utara, mahasiswa KKN Tematik Kelompok 46 menggelar Festival Rakyat bertema “Moderasi Beragama dan Harmoni Sosial” pada 1–9 Oktober 2026. Kegiatan yang melibatkan anak-anak, remaja, pemuda, hingga orang dewasa itu dinilai menjadi ruang interaksi sosial sekaligus mendorong partisipasi warga dalam kegiatan positif di lingkungan desa.

Festival tersebut mendapat sambutan masyarakat dan melibatkan unsur pemerintah desa, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta Karang Taruna. Melalui berbagai perlombaan dan aktivitas bersama, mahasiswa tampak berupaya menumbuhkan semangat gotong royong, mempererat silaturahim, dan merawat sikap saling menghargai di tengah keberagaman masyarakat.

Rangkaian pengabdian di desa ini kemudian ditutup dengan malam ramah tamah, Senin (12/10/2026). Kegiatan itu menurut para mahasiswa KKN menjadi ajang refleksi dan ungkapan terima kasih mereka kepada masyarakat setelah menjalankan program kerja. Pemutaran video dokumentasi turut menghadirkan kembali pengalaman kebersamaan yang terbangun selama masa pengabdian.

Sementara itu, di Kecamatan Ponrang, Kabupaten Luwu, mahasiswa KKN UIN Palopo mengikuti penarikan resmi yang dirangkaikan dengan seminar hasil pada Rabu (14/10) di Aula Kantor Camat Ponrang. Mahasiswa yang ditempatkan di Desa Mario, Desa Parekaju, Desa Buntu Kamiri, Desa Muladimeng, dan Kelurahan Padang Sappa memaparkan capaian program kerja sekaligus menyerahkan luaran kegiatan kepada pemerintah desa dan kelurahan.

Program yang dijalankan mencakup penguatan pendidikan keagamaan, peningkatan kapasitas keluarga, edukasi lingkungan, serta pengembangan keterampilan masyarakat. Sejumlah kegiatan di antaranya Festival Anak Saleh, seminar parenting, seminar pengelolaan sampah, edukasi antiperundungan, penguatan Taman Pendidikan Al-Qur’an, Kemah Bahasa Arab, serta kursus bahasa Inggris dan bahasa Arab.

Badan Pelaksana KKN UIN Palopo, Makmur Sentosa, mengapresiasi dukungan pemerintah kecamatan dan pemerintah desa yang turut membantu kelancaran kegiatan mahasiswa. Ia berharap Kecamatan Ponrang tetap menjadi salah satu lokasi pelaksanaan KKN pada tahun-tahun mendatang. Makmur juga mengingatkan mahasiswa untuk menuntaskan laporan dan artikel pengabdian sebagai luaran akademik sebelum kembali memusatkan perhatian pada kegiatan perkuliahan.

Keesokan harinya, Kamis (15/10), kontribusi mahasiswa KKN Tematik Kelompok 07-06 di Desa Asuli, Kecamatan Towuti, Kabupaten Luwu Timur, terlihat melalui inovasi MADELOR atau Matcha Daun Kelor. Program yang dilaksanakan di Posyandu Cendana dan Posyandu Tepat Guna itu mengolah daun kelor yang mudah dijumpai di lingkungan masyarakat menjadi minuman dengan penyajian menyerupai matcha.

Perwakilan mahasiswa KKN-T Kelompok 07-06, Ravdiansyah, menjelaskan MADELOR merupakan hasil kerja bersama seluruh anggota kelompok. Inovasi tersebut bertujuan memperkenalkan pemanfaatan pangan lokal yang lebih variatif sekaligus membuka wawasan masyarakat mengenai peluang pengembangan produk bernilai jual. Daun kelor juga diperkenalkan sebagai salah satu bahan pangan yang dapat dimanfaatkan untuk memperkaya variasi menu keluarga dalam mendukung pemenuhan gizi seimbang.

Pelaksanaan program di Posyandu turut mengangkat pentingnya perhatian terhadap kesehatan ibu dan anak. Upaya pencegahan stunting tetap memerlukan pendekatan menyeluruh, termasuk pemenuhan gizi seimbang, pemantauan pertumbuhan anak, dan pemeriksaan kesehatan secara rutin. Di sisi lain, pengembangan MADELOR sebagai produk lokal memerlukan perhatian terhadap kebersihan, kualitas, kemasan, harga, dan kebutuhan pasar agar peluang usahanya dapat dikembangkan secara berkelanjutan.

Beragam kegiatan tersebut memperlihatkan pengabdian mahasiswa berorientasi pada pelaksanaan program selama masa KKN, serta pada manfaat yang dapat diteruskan oleh masyarakat. Inovasi pangan lokal, kegiatan yang mempererat hubungan sosial, serta penyerahan luaran program menjadi bentuk kontribusi yang berpotensi dikembangkan sesuai kebutuhan dan sumber daya masing-masing wilayah.

Apa Reaksi Anda?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow