UIN Palopo Menatap 2027: Perkuat Mutu, SDM, Digitalisasi dan Ekoteologi

UIN Palopo Menatap 2027: Perkuat Mutu, SDM, Digitalisasi dan Ekoteologi
UIN Palopo Menatap 2027: Perkuat Mutu, SDM, Digitalisasi dan Ekoteologi
UIN Palopo Menatap 2027: Perkuat Mutu, SDM, Digitalisasi dan Ekoteologi

Transformasi digital menjadi salah satu bagian penting dalam pengembangan perguruan tinggi. Sistem informasi akademik yang terintegrasi, digital hub, pemanfaatan AI dalam pembelajaran, penggunaan data untuk pengambilan keputusan, hingga penguatan keamanan siber menjadi bagian dari kebutuhan kampus ke depan. Foto: Humas UIN Palopo.

Tren | hijaupopuler.id

Perubahan teknologi dan tuntutan terhadap kualitas perguruan tinggi membuat kampus tidak cukup hanya mengejar capaian akademik. Perguruan tinggi juga dituntut menyiapkan lulusan yang adaptif terhadap perkembangan kecerdasan buatan (AI), memiliki karakter, kemampuan sosial, jiwa kewirausahaan, serta mampu bersaing di tingkat global.

Arah tersebut menjadi salah satu perhatian dalam Rapat Koordinasi Evaluasi Program Triwulan III Tahun Anggaran 2026 sekaligus Penyusunan Rencana Kegiatan Tahun Anggaran 2027 Universitas Islam Negeri (UIN) Palopo di Aula Lantai 3 Rektorat UIN Palopo, Kampus I, Jalan Bitti, Kelurahan Balandai, Kecamatan Bara, Jumat (2/10/2026).

Rapat tersebut dihadiri Sekretaris Direktorat Jenderal Pendidikan Islam (Sesditjen Pendis) Kementerian Agama RI, M Arskal Salim GP, bersama Rektor UIN Palopo Abbas Langaji, jajaran wakil rektor, Kepala Biro Akademik, Keuangan dan Umum (AKU), para ketua lembaga dan kepala unit, para dekan dan wakil dekan, serta Direktur Pascasarjana dan jajaran.

Forum tersebut menjadi ruang melihat kembali capaian kelembagaan sekaligus menentukan prioritas pengembangan UIN Palopo pada 2027.

Mutu Akademik Jadi Modal Pengembangan

Dalam forum tersebut, Rektor Abbas memaparkan sejumlah perkembangan yang telah dicapai universitas dalam beberapa bidang.

Pada aspek layanan akademik, Perpustakaan UIN Palopo telah memperoleh akreditasi A. Universitas juga telah mendapatkan sertifikasi ISO 9001 dan ISO 21001 sebagai bagian dari penguatan sistem manajemen mutu dan penyelenggaraan layanan pendidikan.

Pada bidang akademik, UIN Palopo saat ini memiliki 18 program studi jenjang sarjana. Sebanyak 12 program studi di antaranya telah memperoleh predikat akreditasi Unggul.

Khusus Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK), tujuh dari delapan program studi yang dibina fakultas tersebut telah meraih akreditasi Unggul.

Penguatan layanan juga terlihat pada sektor kesehatan. Klinik Pratama UIN Palopo telah berstatus klinik paripurna.

Di sisi lain, UIN Palopo juga membawa isu lingkungan ke dalam arah pengembangan kampus melalui konsep ekoteologi. Salah satunya diwujudkan melalui kebijakan kampus berorientasi lingkungan, termasuk penerapan zero plastic.

Capaian tersebut menjadi modal bagi UIN Palopo untuk melanjutkan penguatan mutu akademik, tata kelola dan layanan pendidikan.

Kampus Tak Bisa Lepas dari Perkembangan AI

Sesditjen Pendis M Arskal Salim mengapresiasi perkembangan yang telah dicapai UIN Palopo, termasuk pada aspek mutu akademik, tata kelola, layanan dan komitmen terhadap lingkungan.

Namun, perkembangan tersebut dinilai perlu terus diikuti kemampuan perguruan tinggi dalam membaca perubahan.

Perguruan tinggi keagamaan, menurutnya tidak cukup hanya menghasilkan lulusan yang memiliki kompetensi akademik. Pendidikan tinggi juga perlu memperkuat karakter, literasi digital dan kecerdasan buatan, pola pikir kewirausahaan, keterampilan sosial, serta kemampuan kepemimpinan.

Tantangan tersebut menjadi semakin penting seiring perubahan teknologi yang berlangsung cepat.

Karena itu, transformasi digital menjadi salah satu bagian penting dalam pengembangan perguruan tinggi. Sistem informasi akademik yang terintegrasi, digital hub, pemanfaatan AI dalam pembelajaran, penggunaan data untuk pengambilan keputusan, hingga penguatan keamanan siber menjadi bagian dari kebutuhan kampus ke depan.

SDM dan Riset Ikut Menjadi Perhatian

Transformasi perguruan tinggi juga tidak dapat dilepaskan dari kualitas sumber daya manusia.

Pengembangan pendidikan doktor bagi dosen, kolaborasi riset internasional, peningkatan publikasi ilmiah dan pengembangan pusat-pusat riset menjadi bagian dari agenda penguatan PTKN.

Arah tersebut sejalan dengan grand design PTKN 2025–2045 yang menempatkan penguatan kelembagaan, integrasi keilmuan agama dan sains, pengembangan riset, tata kelola, serta transformasi digital sebagai bagian dari agenda pengembangan perguruan tinggi keagamaan negeri.

Grand design tersebut juga mengarahkan peningkatan mutu akademik, pemerataan akses, penguatan sumber daya manusia, tata kelola berbasis kinerja dan peningkatan daya saing global.

Menentukan Prioritas 2027

Setelah pemaparan capaian, rapat dilanjutkan dengan evaluasi program hingga Triwulan III Tahun Anggaran 2026 serta pembahasan kebutuhan dan prioritas kegiatan Tahun Anggaran 2027.

Perencanaan program diarahkan agar lebih terukur dan berbasis kebutuhan, sekaligus selaras dengan prioritas Kementerian Agama serta visi dan misi UIN Palopo.

Bagi UIN Palopo evaluasi capaian 2026 menjadi pijakan untuk menentukan apa yang perlu dipertahankan, diperkuat dan dikembangkan menghadapi perubahan lingkungan pendidikan tinggi.

Dari mutu akademik, transformasi digital, kesiapan menghadapi perkembangan AI, penguatan SDM dan riset, hingga komitmen terhadap lingkungan, berbagai agenda tersebut menjadi bagian dari upaya UIN Palopo menyiapkan diri menghadapi tantangan perguruan tinggi menuju Indonesia Emas 2045.

Apa Reaksi Anda?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow