Canangkan Gerbang Ikonik dan Kampus Ramah Lingkungan, UIN Palopo Perkuat Identitas
Wali Kota Palopo menyambut baik berbagai rencana pengembangan UIN Palopo, ia menyatakan dukungan terhadap upaya kampus ini dalam mendorong lingkungan akademik yang ramah, termasuk inisiatif pengurangan penggunaan plastik konvensional. Foto: Humas UIN Palopo.
Kabar | hijaupopuler.id
Universitas Islam Negeri (UIN) Palopo terus mempersiapkan transformasi menuju kampus yang lebih terbuka terhadap berbagai disiplin ilmu. Hal itu disampaikan Rektor UIN Palopo saat melakukan audiensi dengan Wali Kota Palopo di Kantor Wali Kota Palopo, Senin (9/3/2026) baru-baru ini.
Dalam pertemuan tersebut, Rektor UIN Palopo, Abbas Langaji, memaparkan sejumlah perkembangan dan rencana strategis kampus, termasuk perluasan program studi di luar bidang keagamaan.
Menurutnya, dalam dua tahun ke depan UIN Palopo akan mengembangkan sejumlah program studi baru yang lebih multidisipliner, seperti rekam medik, informatika dan teknologi, serta bidang sosial dan pemerintahan.
Langkah ini dinilai sebagai bagian dari upaya memperkuat daya saing lulusan sekaligus menjawab kebutuhan dunia kerja yang terus berkembang.
“Kampus tidak hanya berfokus pada keilmuan keagamaan, tetapi juga memperluas ruang akademik agar lebih relevan dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan masyarakat,” ujarnya.
Audiensi tersebut juga dihadiri jajaran pimpinan universitas, antara lain Wakil Rektor I, II, dan III UIN Palopo, Kepala Biro Akademik, Keuangan dan Umum (AKU), serta Kepala Bagian di lingkungan Biro tersebut.
Selain agenda pengembangan akademik, UIN Palopo juga memaparkan rencana pembangunan gerbang utama kampus yang dirancang menjadi penanda visual bagi keberadaan kampus di Kota Palopo.
Rektor menjelaskan bahwa pembangunan gerbang tersebut mendapat dukungan dari Kementerian Agama dan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi.
Gerbang itu direncanakan berada di kawasan jalan lingkar menuju arah laut dengan memanfaatkan area ruang terbuka hijau (RTH) yang ada saat ini.
“Pada prinsipnya, pembangunan gerbang itu tetap memanfaatkan lahan RTH tanpa mengubah fungsi ruang terbuka hijau yang ada,” jelasnya.
Selain penguatan identitas fisik kampus, UIN Palopo juga terus mendorong gerakan kampus hijau dengan membatasi penggunaan bahan yang berpotensi menghasilkan limbah plastik.
Gerakan ini diharapkan dapat menjadi contoh bagi institusi lain sekaligus memperkuat komitmen kampus terhadap isu keberlanjutan lingkungan.
Wali Kota Palopo, Naili Trisal, menyambut baik berbagai rencana pengembangan tersebut. Ia menyatakan dukungan terhadap upaya UIN Palopo dalam mendorong kampus ramah lingkungan, termasuk inisiatif pengurangan penggunaan plastik konvensional.
Menurutnya, jika gerakan tersebut dijalankan secara konsisten, UIN Palopo berpotensi menjadi percontohan bagi lembaga pendidikan lainnya dalam membangun budaya kampus yang lebih peduli lingkungan.
Audiensi ini juga dihadiri Staf Ahli Wali Kota Palopo Bidang Kesejahteraan Rakyat, Taufiq Gurrahman.
Apa Reaksi Anda?

