Dosen Fasya UIN Palopo Didorong Tertib Kelola Data dan Adaptif terhadap Teknologi
Para dosen didorong untuk melakukan pencatatan aktivitas pembelajaran secara tertib dan tepat waktu. Setiap kegiatan akademik diharapkan memiliki dokumentasi dan bukti yang dapat dipertanggungjawabkan. Foto: Humas UIN Palopo.
Kabar | hijaupopuler.id
Fakultas Syariah (Fasya) UIN Palopo menggelar Refreshment Dosen dan Tenaga Kependidikan (Tendik) serta Evaluasi Pembelajaran Tahun Akademik 2025/2026 di The Icon Café, Jalan Andi Djemma, Kota Palopo, Senin (21/9/2026) kemarin.
Kegiatan tersebut dinilai menjadi ruang evaluasi terhadap pelaksanaan layanan akademik sekaligus forum untuk memperkuat kesiapan dosen dan tenaga kependidikan menghadapi dinamika pengelolaan pendidikan tinggi serta perkembangan pembelajaran.
Kegiatan dibuka Rektor UIN Palopo, Abbas Langaji. Dalam arahannya, ia menekankan pentingnya integritas, kepatuhan terhadap kode etik Kementerian Agama, serta komitmen bersama untuk terus melakukan pembenahan tata kelola akademik.
Ia juga mengapresiasi berbagai upaya penataan administrasi akademik yang telah dilakukan dalam tiga tahun terakhir. Menurutnya, capaian tersebut perlu dilanjutkan melalui semangat perbaikan berkelanjutan dengan membangun lingkungan kerja yang semakin profesional, kolaboratif, dan manusiawi.
Dalam kaitannya dengan peningkatan mutu pembelajaran, Abbas menyoroti empat aspek penting, yakni materi, metode, sistem, dan kerja tim.
Menurutnya, materi perkuliahan perlu dirancang secara proporsional dengan mempertimbangkan beban belajar mahasiswa. Metode pembelajaran juga perlu terus dikembangkan mengikuti perkembangan teknologi dan karakteristik mahasiswa.
Sementara sistem akademik, kata dia, perlu dibarengi dengan peningkatan literasi digital dosen. Di sisi lain, budaya kerja kolaboratif perlu terus dibangun dengan saling menghargai kelebihan dan kekurangan setiap anggota tim.
Dekan Fakultas Syariah UIN Palopo, Helmi Kamal, turut menekankan pentingnya evaluasi dan optimalisasi layanan akademik. Salah satu perhatian yang disorot adalah pelaksanaan pembimbingan akademik serta pemanfaatan sistem informasi dalam mendukung layanan kepada mahasiswa.
Dalam sesi evaluasi, sejumlah masukan turut disampaikan, termasuk kebutuhan penguatan sarana dan prasarana pembelajaran, khususnya ketersediaan LCD atau proyektor di lingkungan Fakultas Syariah.
Masukan tersebut menjadi bagian dari evaluasi untuk memastikan berbagai unsur pendukung pembelajaran dapat berfungsi secara optimal dalam menunjang proses akademik.
Kegiatan ini juga menghadirkan Kepala UPA Teknologi Informasi dan Pangkalan Data (TIPD) UIN Palopo, Arifuddin, sebagai narasumber.
Ia memberikan penguatan mengenai optimalisasi sistem informasi akademik yang digunakan dalam mendukung pengelolaan pembelajaran dan administrasi akademik.
Materi yang dibahas mencakup kesiapan dan kelengkapan dokumen kurikulum, aktivitas pembelajaran, pengelolaan tugas akhir, ujian komprehensif, pembimbingan, hingga keterhubungan data akademik melalui sejumlah sistem informasi, termasuk SEVIMA, SIAKAD Cloud, dan SISTER.
Para dosen juga didorong untuk melakukan pencatatan aktivitas pembelajaran secara tertib dan tepat waktu. Setiap kegiatan akademik diharapkan memiliki dokumentasi dan bukti yang dapat dipertanggungjawabkan.
Ketertiban data dinilai penting bukan hanya untuk kebutuhan administrasi, tetapi juga sebagai bagian dari akuntabilitas dan rekam jejak akademik dosen.
Melalui kegiatan refreshment tersebut, Fakultas Syariah UIN Palopo tampak mendorong terbentuknya budaya akademik yang lebih tertib administrasi, adaptif terhadap perkembangan teknologi, serta mengedepankan kolaborasi dan peningkatan mutu.
Kegiatan ini sekaligus menjadi ruang penyegaran dan refleksi bagi dosen serta tenaga kependidikan untuk memperkuat profesionalisme dalam memberikan layanan pendidikan kepada mahasiswa.
“Mari menjadi dosen yang sesungguhnya; data adalah bagian dari rekam jejak dan karier akademik kita.”
Pesan tersebut menjadi salah satu penekanan dalam kegiatan, bahwa kelengkapan dan ketertiban data tidak semata-mata berkaitan dengan kewajiban administratif, tetapi juga menjadi bagian dari profesionalisme dan pengembangan karier akademik.
Apa Reaksi Anda?

