Dua Hari Asesmen LAMDIK, Kekompakan UIN Palopo Jadi Sorotan

Dua Hari Asesmen LAMDIK, Kekompakan UIN Palopo Jadi Sorotan
Dua Hari Asesmen LAMDIK, Kekompakan UIN Palopo Jadi Sorotan
Dua Hari Asesmen LAMDIK, Kekompakan UIN Palopo Jadi Sorotan

Asesmen ini sekaligus menjadi bagian dari langkah memperkuat mutu pendidikan dan mendorong PBA menuju predikat akreditasi unggul. Foto: Humas UIN Palopo.

Kabar | hijaupopuler.id

Kekompakan sivitas akademika menjadi salah satu hal yang mendapat perhatian dalam pelaksanaan Asesmen Lapangan (AL) Prodi Pendidikan Bahasa Arab (PBA) Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) Universitas Islam Negeri (UIN) Palopo.

Asesmen yang dilakukan Lembaga Akreditasi Mandiri Kependidikan (LAMDIK) itu dimulai Kamis (10/9/2026) lalu, di Ruang Rapat Graha Shahbah Dekanat FTIK Lantai I, Kampus II UIN Palopo, Jalan Bitti, Kelurahan Balandai, Kecamatan Bara. Proses asesmen berakhir kemarin, Jumat (11/9/2026).

Dua asesor ditugaskan untuk melakukan asesmen, yakni Kholisin dari Universitas Negeri Malang dan Mochamad Muizzuddin dari UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten.

Keduanya melakukan verifikasi terhadap dokumen akreditasi sekaligus mencermati kesesuaiannya dengan kondisi penyelenggaraan pendidikan di Prodi PBA.

Rektor UIN Palopo Abbas Langaji yang hadir membuka kegiatan menyampaikan harapan agar asesmen tersebut menghasilkan capaian terbaik bagi PBA. Ia bahkan secara terbuka mendorong agar Prodi Pendidikan Bahasa Arab dapat meraih predikat akreditasi unggul.

“Keinginan kami, kami berharap Prodi Pendidikan Bahasa Arab juga bisa unggul,” ujar Abbas.

Menurutnya, upaya peningkatan mutu PBA tidak berdiri sendiri, tetapi menjadi bagian dari agenda penguatan kualitas UIN Palopo secara keseluruhan. Sejumlah transformasi kelembagaan terus dilakukan, termasuk dalam bidang digitalisasi.

“Transformasi digital di kampus kami sudah kami lakukan. Kami tidak ingin transformasi digital yang ada di kampus ini terbatas,” tegasnya.

Selain transformasi digital, UIN Palopo juga mendorong terbentuknya budaya kampus yang lebih ramah lingkungan melalui penguatan ekoteologi. Salah satunya dengan mengurangi penggunaan plastik sekali pakai dan membiasakan penggunaan tumbler di lingkungan kampus.

Abbas juga menyinggung keberadaan alumni PBA yang tidak hanya berkiprah di Palopo dan sekitarnya, tetapi telah tersebar di sejumlah daerah di kawasan timur Indonesia.

“Alumni Pendidikan Bahasa Arab menyebar bukan hanya di Palopo dan sekitarnya, tetapi juga menyebar di kawasan timur,” ungkapnya.

Asesor: Kami Bukan Hakim

Bagi LAMDIK, asesmen lapangan bukan sekadar proses pemberian nilai. Asesor Kholisin menegaskan, tugas mereka lebih pada memastikan kesesuaian antara dokumen yang disampaikan dengan kondisi nyata di lapangan.

Ia bahkan mengibaratkan dirinya sebagai bagian yang menjalankan tugas LAMDIK untuk melakukan konfirmasi.

“Saya adalah buruhnya LAMDIK yang ditugaskan asesmen di UIN Palopo. Tugas asesor itu bukanlah seorang hakim, tugas kami melainkan mengonfirmasi,” jelas Kholisin.

Ia berharap proses asesmen berlangsung terbuka sehingga seluruh kondisi PBA dapat tergambar secara utuh.

“Berharap apa yang ditemukan hari ini bisa lebih dari yang diharapkan, jadi apa yang diharapkan bisa dicapai,” ujarnya.

Sementara itu, Muizzuddin memberikan apresiasi terhadap persiapan dan kekompakan jajaran UIN Palopo dalam menghadapi asesmen.

Menurutnya, koordinasi antara pimpinan, pengelola program studi, dosen, tenaga kependidikan, dan sivitas akademika menjadi salah satu hal yang menonjol selama pelaksanaan asesmen.

“Selama saya melakukan asesmen lapangan, belum ada kampus yang saya datangi yang sekompak ini seperti di kampus UIN Palopo,” ungkapnya.

Ia berharap asesmen tidak berhenti pada hasil penilaian, tetapi juga menghasilkan rekomendasi yang dapat digunakan untuk memperbaiki dan memperkuat kualitas PBA.

“Mudah-mudahan dengan AL ada perbaikan dari dokumen yang disubmit. Mudah-mudahan nilainya sangat baik,” katanya.

Pelaksanaan AL ini dinilai menjadi momentum bagi PBA FTIK UIN Palopo untuk mengukur kesiapan dan kualitas penyelenggaraan program studi, mulai dari tata kelola, sumber daya manusia, sarana dan prasarana, proses pembelajaran hingga capaian lulusan.

Bagi UIN Palopo, asesmen ini sekaligus menjadi bagian dari langkah memperkuat mutu pendidikan dan mendorong PBA menuju predikat akreditasi unggul.

Apa Reaksi Anda?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow