Fasya UIN Palopo Perkuat Kualitas Pembelajaran Lewat Workshop RPS Berbasis OBE

Fasya UIN Palopo Perkuat Kualitas Pembelajaran Lewat Workshop RPS Berbasis OBE
Fasya UIN Palopo Perkuat Kualitas Pembelajaran Lewat Workshop RPS Berbasis OBE
Fasya UIN Palopo Perkuat Kualitas Pembelajaran Lewat Workshop RPS Berbasis OBE

RPS harus dirancang untuk memastikan proses pembelajaran berjalan efektif dan efisien. Foto: Humas UIN Palopo.

Kabar | hijaupopuler.id

Fakultas Syariah (Fasya) Universitas Islam Negeri (UIN) Palopo terus mendorong peningkatan mutu pembelajaran melalui Workshop Penyusunan Rencana Pembelajaran Semester (RPS) berbasis Outcome Based Education (OBE) yang digelar pada Jumat (17/4/2026) lalu.

Kegiatan ini berlangsung di Aula Mini Lantai 3 Dekanat Fasya, Kampus I UIN Palopo, Jalan Agatis, Kelurahan Balandai, Kecamatan Bara.

Workshop tersebut diikuti oleh jajaran pimpinan fakultas, dosen tetap, Dosen Luar Biasa (DLB), hingga perwakilan Unit Penjaminan Mutu (UPM). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya serius fakultas dalam memperkuat kualitas pembelajaran sekaligus sistem penjaminan mutu akademik.

Hadir sebagai narasumber, Prof Zulfahmi Alwi, yang dikenal memiliki pengalaman luas dalam bidang penjaminan mutu pendidikan tinggi. Selain menjadi Koordinator Penjaminan Mutu Panitia Nasional SPAN-UM PTKIN, ia juga merupakan asesor kompetensi BNSP dan fasilitator SPMI tingkat nasional.

Workshop dibuka oleh Wakil Rektor I Bidang Akademik dan Kelembagaan UIN Palopo, Munir Yusuf, yang mewakili Rektor. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa kegiatan ini memiliki peran strategis dalam meningkatkan kapasitas dosen.

“Melalui workshop ini, diharapkan proses pembelajaran menjadi lebih terarah, terukur, dan berbasis capaian,” ujarnya.

Sementara itu, Dekan Fakultas Syariah, Helmi Kamal, menekankan pentingnya komitmen seluruh dosen dalam menyusun RPS berbasis OBE yang selaras dengan capaian pembelajaran lulusan.

Menurutnya, pendekatan OBE menjadi langkah konkret untuk meningkatkan daya saing lulusan sekaligus menjawab kebutuhan dunia kerja yang terus berkembang.

Dalam sesi pemaparan, Prof. Zulfahmi menjelaskan bahwa penyusunan RPS harus dilakukan secara sistematis dan komprehensif. Tidak hanya berfokus pada materi pembelajaran, tetapi juga mencakup instrumen penilaian, rencana tugas, hingga bahan ajar yang terintegrasi.

“RPS harus dirancang untuk memastikan proses pembelajaran berjalan efektif dan efisien,” jelasnya.

Ia juga mengingatkan bahwa RPS perlu ditinjau dan diperbarui secara berkala agar tetap relevan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Workshop ini diharapkan mampu memperkuat kualitas pembelajaran di lingkungan Fakultas Syariah UIN Palopo serta mendorong implementasi penjaminan mutu yang berkelanjutan.

Apa Reaksi Anda?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow