Milad ke-24, Mapala UIN Palopo Turun ke Jalan Gelar Bakti Sosial untuk Lingkungan
Kegiatan sosial berbasis lingkungan seperti ini diharapkan tidak berhenti pada momentum milad, melainkan berkembang menjadi agenda rutin yang berdampak langsung bagi masyarakat. Foto: Humas UIN Palopo.
Kabar | hijaupopuler.id
Memperingati Milad ke-24, Mahasiswa Pecinta Alam (Mapala) Universitas Islam Negeri (UIN) Palopo menunjukkan komitmennya terhadap pelestarian lingkungan melalui kegiatan bakti sosial di kawasan Jalan Lingkar Timur, Kota Palopo, Minggu (1/2/2025).
Aksi tersebut bukan sekadar perayaan hari lahir organisasi, tetapi menjadi momentum refleksi sekaligus penguatan peran mahasiswa pencinta alam dalam menjawab persoalan lingkungan di sekitar mereka. Dengan melibatkan anggota Mapala dan relawan, kegiatan difokuskan pada pembersihan area publik yang kerap dipenuhi sampah serta edukasi singkat kepada masyarakat tentang pentingnya menjaga kebersihan lingkungan.
Ketua Mapala UIN Palopo, Rifki, menegaskan bahwa kepedulian terhadap lingkungan harus diwujudkan melalui aksi nyata yang berkelanjutan, bukan hanya seremonial.
“Bakti sosial ini bukan kegiatan tahunan semata. Kami ingin menjadikannya sebagai gerakan rutin, baik di internal Mapala maupun melalui kolaborasi dengan komunitas lain di luar kampus,” ujarnya.
Menurut Rifki, keberadaan organisasi pencinta alam di lingkungan perguruan tinggi seharusnya menjadi garda terdepan dalam membangun kesadaran ekologis generasi muda. Ia menilai, persoalan sampah dan degradasi lingkungan perkotaan tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah, tetapi membutuhkan keterlibatan aktif masyarakat, termasuk mahasiswa.
Kegiatan ini juga mendapat apresiasi dari pimpinan kampus. Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan, Alumni dan Kerja Sama UIN Palopo, Dr Takdir Ishak SH MH MKM, menyampaikan dukungan terhadap inisiatif sosial yang dilakukan mahasiswa.
Ia menekankan pentingnya koordinasi dengan pemerintah daerah agar kegiatan serupa dapat terintegrasi dengan program lingkungan setempat.
“Terima kasih kepada UKK Mapala yang telah melaksanakan bakti sosial ini. Ke depan, sebaiknya ada penyampaian kepada pemerintah daerah sebelum kegiatan dilaksanakan agar mendapat rekognisi dan dukungan yang lebih luas,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Dr Takdir berharap kegiatan sosial berbasis lingkungan seperti ini tidak berhenti pada momentum milad, melainkan berkembang menjadi agenda rutin yang berdampak langsung bagi masyarakat.
“Semoga kegiatan ini bisa menjadi program rutin bulanan agar benar-benar memberikan dampak nyata, baik bagi lingkungan maupun bagi pembentukan karakter kepemimpinan mahasiswa,” tambahnya.
Bagi Mapala UIN Palopo, Milad ke-24 bukan hanya tentang perjalanan organisasi, tetapi juga pengingat bahwa tantangan lingkungan semakin nyata. Melalui langkah-langkah kecil namun konsisten, mereka ingin menegaskan bahwa gerakan mahasiswa tetap relevan dalam menjaga bumi, dimulai dari ruang-ruang terdekat mereka sendiri.
Apa Reaksi Anda?

