Monev Triwulan II, UIN Palopo Catat 10 Prodi Berpredikat Unggul dan 83 Persen Lulusan Tunggu Kerja di Bawah Enam Bulan

Monev Triwulan II, UIN Palopo Catat 10 Prodi Berpredikat Unggul dan 83 Persen Lulusan Tunggu Kerja di Bawah Enam Bulan
Monev Triwulan II, UIN Palopo Catat 10 Prodi Berpredikat Unggul dan 83 Persen Lulusan Tunggu Kerja di Bawah Enam Bulan
Monev Triwulan II, UIN Palopo Catat 10 Prodi Berpredikat Unggul dan 83 Persen Lulusan Tunggu Kerja di Bawah Enam Bulan
Monev Triwulan II, UIN Palopo Catat 10 Prodi Berpredikat Unggul dan 83 Persen Lulusan Tunggu Kerja di Bawah Enam Bulan

Monev diarahkan untuk memastikan pelaksanaan program tidak berhenti pada penyerapan anggaran, tetapi menghasilkan output dan outcome yang berdampak terhadap peningkatan mutu pendidikan, tata kelola kelembagaan, serta kualitas layanan kepada mahasiswa dan masyarakat. Foto: Humas UIN Palopo.

Kabar | hijaupopuler.id

Universitas Islam Negeri (UIN) Palopo mencatat sejumlah perkembangan dalam capaian kinerja hingga Triwulan II Tahun 2026. Sebanyak 10 program studi atau 38,46 persen telah berpredikat Unggul, sementara 83 persen lulusan tercatat memperoleh pekerjaan dalam waktu kurang dari enam bulan.

Capaian tersebut menjadi bagian dari evaluasi dalam Monitoring dan Evaluasi (Monev) Laporan Capaian Kinerja Triwulan II Tahun 2026 yang digelar UIN Palopo di Aula Rektorat Lantai 3 Kampus I UIN Palopo, Rabu (12/8/2026) pagi hingga siang tadi.

Monev dipimpin Rektor UIN Palopo Abbas Langaji, didampingi Wakil Rektor Bidang Administrasi Umum, Perencanaan, dan Keuangan (AUPK) Masruddin, serta Kepala Biro Administrasi Akademik, Keuangan, dan Umum (AKU) M Arsyad Ambo Tuo.

Kegiatan tersebut diikuti jajaran pimpinan fakultas, Pascasarjana, lembaga, unit kerja, tim perencanaan, serta unsur terkait lainnya. Evaluasi mencakup capaian indikator kinerja, pelaksanaan program, penggunaan anggaran, hingga kendala dan langkah tindak lanjut yang perlu dilakukan pada periode berikutnya.

Selain capaian akreditasi dan masa tunggu lulusan, sejumlah indikator lain turut dievaluasi, antara lain budaya mutu pendidikan, standar mutu tridharma, kualitas dan sertifikasi dosen, pemanfaatan kerja sama, serta nilai Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP).

Data capaian tersebut menjadi bahan evaluasi pimpinan untuk melihat posisi masing-masing indikator terhadap target kinerja 2026. Sejumlah indikator yang belum mencapai target akan menjadi perhatian untuk dilakukan percepatan pada semester kedua tahun ini.

Abbas Langaji mengatakan capaian kinerja yang diperoleh UIN Palopo merupakan hasil kerja bersama seluruh sivitas akademika. Karena itu, capaian yang sudah baik perlu dipertahankan dan ditingkatkan.

Di sisi lain, ia menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara pemenuhan hak pegawai dengan pelaksanaan tanggung jawab dan peningkatan kinerja.

“Pemenuhan hak-hak pegawai harus menjadi perhatian kita bersama. Namun, pada saat yang sama, kita juga harus memastikan bahwa setiap tugas dan tanggung jawab dilaksanakan dengan baik. Kinerja dan kesejahteraan harus berjalan beriringan,” tegas Abbas.

Dalam Monev tersebut, Abbas juga menyoroti efisiensi pengelolaan program dan anggaran. Menurutnya, efisiensi tidak boleh sekadar dipahami sebagai pengurangan belanja, tetapi bagaimana sumber daya yang tersedia dapat digunakan secara optimal untuk menghasilkan manfaat maksimal.

“Efisiensi harus kita maknai sebagai kemampuan untuk bekerja secara tepat, terukur, dan menghasilkan output yang maksimal. Jangan sampai efisiensi mengurangi kualitas layanan, tetapi justru harus mendorong kita untuk lebih kreatif dan efektif dalam mengelola sumber daya,” ujarnya.

Ia meminta seluruh pimpinan unit kerja segera mengidentifikasi indikator yang belum mencapai target, termasuk penyebab dan langkah perbaikannya.

Abbas juga mengingatkan agar keberhasilan program tidak hanya diukur dari tingkat penyerapan anggaran. Menurutnya, ukuran yang lebih penting adalah manfaat dan dampak yang dihasilkan bagi institusi.

“Yang paling penting bukan hanya berapa besar anggaran yang terserap, tetapi apa yang kita hasilkan dari anggaran tersebut. Setiap kegiatan harus memberikan manfaat dan mendukung pencapaian indikator kinerja universitas,” tambahnya.

Sementara itu, Masruddin menekankan pentingnya keterhubungan antara perencanaan, pelaksanaan, dan pelaporan. Evaluasi kinerja, menurutnya, harus dilakukan secara berkelanjutan agar setiap persoalan dapat segera diidentifikasi dan ditindaklanjuti.

Dalam forum tersebut, masing-masing unit kerja juga menyampaikan perkembangan program, kendala yang dihadapi, serta strategi peningkatan capaian untuk Triwulan III dan IV Tahun 2026.

Monev Triwulan II selanjutnya menjadi dasar bagi UIN Palopo untuk mempercepat indikator yang masih membutuhkan penguatan sekaligus mempertahankan capaian yang telah memenuhi target.

Evaluasi tersebut juga diarahkan untuk memastikan pelaksanaan program tidak berhenti pada penyerapan anggaran, tetapi menghasilkan output dan outcome yang berdampak terhadap peningkatan mutu pendidikan, tata kelola kelembagaan, serta kualitas layanan kepada mahasiswa dan masyarakat.

Apa Reaksi Anda?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow