Peringati Hari Santri Nasional dan Sumpah Pemuda, GPN Deklarasikan Piagam Stira di Pinrang
GPN memulai langkah dengan membawa tradisi keilmuan, semangat persaudaraan, dan komitmen pengabdian sebagai modal untuk berkontribusi bagi umat, bangsa, dan kemanusiaan. Foto: GPN.
Kabar | hijaupopuler.id
Gerakan Pemuda Nahdliyin (GPN) mendeklarasikan Piagam Stira sebagai landasan moral dan arah perjuangan organisasi dalam kemah pemuda di Pantai Alfatih, Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan, Sabtu (24/10/2026). Kegiatan ini dirangkaikan dengan peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2026 dan menyambut peringatan Hari Sumpah Pemuda.
Deklarasi tersebut menjadi salah satu agenda utama dalam pertemuan yang mengusung semangat persaudaraan, kebangsaan, dan pengabdian. Piagam Stira menegaskan komitmen GPN untuk berpegang pada nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah an-Nahdliyah, Pancasila, serta semangat Bhinneka Tunggal Ika.
Inisiator kegiatan, Salman Alfarisi, memberi pandangan mengenai gerakan kepemudaan dan penguatan komitmen pengabdian. Mome ini diharapkannya mendorong lahir generasi muda yang berakhlak, berilmu, mandiri, berintegritas, serta memiliki kepedulian terhadap persoalan sosial dan kebangsaan.
Dalam piagam tersebut, GPN menempatkan persaudaraan, tradisi keilmuan, dan pengabdian sebagai pijakan gerakan. Komunitas ini juga menekankan pentingnya keseimbangan, toleransi, penghormatan terhadap perbedaan, kecintaan terhadap tanah air, serta pengabdian kepada kemanusiaan.
Arah perjuangan GPN mencakup pengembangan kapasitas pemuda Nahdliyin, penguatan tradisi keilmuan dan khidmah kepada para ulama, pemberdayaan ekonomi melalui kewirausahaan, pelestarian lingkungan, serta penguatan demokrasi yang berkeadaban.
Piagam Stira juga menegaskan komitmen membangun ruang tumbuh bagi gagasan, karya, dan kepemimpinan pemuda. Gerakan ini diharapkan dapat menghadirkan manfaat bagi masyarakat melalui pengabdian di bidang pendidikan, ekonomi, sosial, kebudayaan, lingkungan, dan penguatan kehidupan kebangsaan.
Rangkaian kemah yang berlangsung pada 23–25 Oktober 2026 tersebut turut memuat agenda pelatihan digitalisasi ekonomi, family gathering, bakti sosial, dan dialog kepemudaan. Keempat agenda itu diarahkan untuk memperkuat kapasitas, solidaritas, kepedulian sosial, serta ruang pertukaran gagasan di kalangan pemuda.
Pelatihan digitalisasi ekonomi mengangkat penguatan ekonomi melalui pemanfaatan teknologi digital di lingkungan santri dan Nahdliyin. Sementara itu, bakti sosial dan dialog kepemudaan menjadi ruang untuk menumbuhkan kepedulian terhadap sesama sekaligus merumuskan kontribusi pemuda bagi masyarakat.
Melalui deklarasi Piagam Stira, GPN menegaskan tekad membangun gerakan kepemudaan yang terbuka, inklusif, bertanggung jawab, dan berorientasi pada kemaslahatan. Piagam tersebut juga diproyeksikan menjadi pijakan dalam penyusunan aturan dasar, struktur organisasi, serta program perjuangan ke depannya.
Dari Stira, Gerakan Pemuda Nahdliyin menurut Salman memulai langkah dengan membawa tradisi keilmuan, semangat persaudaraan, dan komitmen pengabdian sebagai modal untuk berkontribusi bagi umat, bangsa, dan kemanusiaan.
Apa Reaksi Anda?

