Sepekan Berpulang, Muhammad Tahmid Nur Dikenang sebagai Akademisi Berdedikasi

Sepekan Berpulang, Muhammad Tahmid Nur Dikenang sebagai Akademisi Berdedikasi
Sepekan Berpulang, Muhammad Tahmid Nur Dikenang sebagai Akademisi Berdedikasi
Sepekan Berpulang, Muhammad Tahmid Nur Dikenang sebagai Akademisi Berdedikasi

Sepekan setelah kepergiannya, Tahmid masih dikenang sebagai pendidik yang mengedepankan keteladanan, integritas, dan pengabdian. Foto: Humas UIN Palopo.

Kabar | hijaupopuler.id

Hari ini tepat sepekan setelah wafatnya Muhammad Tahmid Nur, keluarga besar UIN Palopo masih merasakan kehilangan mendalam atas kepergian salah satu akademisi sekaligus pemimpin yang selama ini dikenal berdedikasi dalam pengembangan pendidikan tinggi Islam.

Tahmid mengembuskan napas terakhir pada Jumat (3/7/2026) lalu, setelah menjalani perawatan akibat sakit yang dideritanya selama kurang lebih dua tahun. Kepergiannya meninggalkan duka bagi keluarga, sivitas akademika, serta masyarakat yang mengenalnya sebagai sosok santun, sederhana, dan penuh tanggung jawab.

Dalam prosesi pelepasan jenazah yang berlangsung di kediaman almarhum pada Sabtu (4/7/2026), Rektor UIN Palopo, Abbas Langaji, menyebut kepergian Tahmid sebagai kehilangan besar bagi institusi.

"Kepergian beliau benar-benar menjadi kehilangan bagi keluarga besar UIN Palopo. Selama menjalankan amanah di berbagai jabatan, beliau selalu menunjukkan dedikasi yang tinggi. Beliau juga dikenal sebagai pribadi yang santun," ujar Abbas.

Menurutnya, keteladanan almarhum dalam memimpin, mengabdi, dan membangun kehidupan akademik menjadi warisan yang patut diteruskan oleh seluruh sivitas akademika.

Semasa pengabdiannya, Tahmid mengemban sejumlah amanah strategis di lingkungan UIN Palopo. Jabatan terakhirnya adalah Dekan Fakultas Syariah periode 2023–2025. Sebelumnya, ia juga pernah menjabat Ketua Senat IAIN Palopo periode 2020–2023, serta aktif dalam berbagai tugas akademik dan kelembagaan.

Mewakili keluarga, Prof Mustari Busra, turut mengungkapkan rasa syukur atas doa dan penghormatan yang diberikan kepada almarhum. Ia juga mengingatkan bahwa setiap manusia akan kembali kepada Sang Pencipta, sementara amal yang terus mengalir adalah ilmu yang bermanfaat, sedekah jariyah, dan doa anak yang saleh.

Usai prosesi pelepasan, jenazah disalatkan di Masjid Jabal Nur Perumnas, kemudian dibawa ke Dekanat Fakultas Syariah UIN Palopo sebagai bentuk penghormatan terakhir sebelum dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Purangi.

Sepekan setelah kepergiannya, Tahmid masih dikenang sebagai pendidik yang mengedepankan keteladanan, integritas, dan pengabdian. Bagi keluarga besar UIN Palopo, nilai-nilai yang diwariskannya menjadi pengingat bahwa dedikasi seorang akademisi tidak berhenti pada jabatan, melainkan terus hidup melalui ilmu, karya, dan inspirasi yang ditinggalkannya.

Apa Reaksi Anda?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow