UIN Palopo Ajak Santri DDI Lerang-Lerang Hidupkan Kembali Semangat Keilmuan Islam
Tradisi keilmuan dalam peradaban Islam memiliki sejarah panjang. Karena itu, para santri didorong untuk tidak memandang ilmu sebagai sesuatu yang terbatas pada satu bidang saja. Foto: Humas UIN Palopo.
Edukasi | hijaupopuler.id
Universitas Islam Negeri (UIN) Palopo mendorong santri Pondok Pesantren DDI Lerang-Lerang, Kabupaten Pinrang, untuk membangun semangat belajar, berani memiliki cita-cita, dan melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi.
Pesan tersebut mengemuka dalam kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) melalui Sharing Session bertajuk “Peningkatan Motivasi Belajar Santri Pondok Pesantren DDI Lerang-Lerang Kabupaten Pinrang,” Selasa (4/8/2026) kemarin, di Pondok Pesantren DDI Lerang-Lerang, Kabupaten Pinrang.
Kegiatan tersebut tidak sekadar membahas pentingnya belajar, tetapi juga mengajak para santri melihat kembali sejarah panjang kejayaan intelektual Islam sebagai sumber inspirasi untuk membangun tradisi keilmuan dan meraih masa depan.
Dalam sambutan pembuka, Kepala Biro Akademik, Keuangan, dan Umum (AKU) UIN Palopo, M Arsyad Ambo Tuo, menekankan pentingnya membangun semangat belajar sekaligus keberanian untuk memiliki cita-cita.
Ia mengajak para santri memanfaatkan masa pendidikan di pesantren untuk memperkuat ilmu, karakter, dan kedisiplinan sebagai bekal melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.
“Jangan berhenti bermimpi dan jangan berhenti belajar. Masa di pesantren harus dimanfaatkan untuk memperkuat ilmu, karakter, dan kedisiplinan sebagai bekal untuk melanjutkan pendidikan,” pesannya kepada para santri.
Wakil Rektor Bidang Administrasi Umum, Perencanaan, dan Keuangan (AUPK) UIN Palopo, Masruddin, juga mengingatkan para santri agar tidak berhenti belajar setelah menyelesaikan pendidikan menengah.
Ia memperkenalkan UIN Palopo sebagai salah satu pilihan bagi para santri yang ingin melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. Menurutnya, persiapan untuk melanjutkan pendidikan tinggi perlu dibangun sejak dini melalui motivasi belajar serta pengenalan terhadap berbagai pilihan program studi sesuai minat dan potensi.
Mengingat Kembali Kejayaan Intelektual Islam
Materi utama disampaikan Dosen Prodi Ilmu Alquran dan Tafsir (IAT) UIN Palopo, Ahmad Tri Muslim HD. Ia mengajak para santri melihat kembali sejarah kejayaan intelektual Islam pada masa Daulah Abbasiyah.
Menurutnya, sejarah tersebut menunjukkan bahwa umat Islam pernah menjadi bagian penting dalam perkembangan ilmu pengetahuan dunia. Keunggulan umat Islam pada masa itu tidak hanya berada pada ilmu agama, tetapi juga berkembang dalam berbagai bidang sains.
Sejumlah ilmuwan Muslim menjadi contoh yang dipaparkan Ahmad, seperti Ibnu Sina melalui karya Al-Qanun fi al-Tibb, Al-Khawarizmi dalam bidang matematika, serta Jabir ibn Hayyan dalam ilmu kimia.
Kisah para ilmuwan tersebut menjadi pengingat bahwa tradisi keilmuan dalam peradaban Islam memiliki sejarah panjang. Karena itu, para santri didorong untuk tidak memandang ilmu sebagai sesuatu yang terbatas pada satu bidang saja.
Ahmad juga mengangkat kisah Imam al-Bukhari sebagai teladan tentang kekuatan doa, keyakinan, dan ikhtiar dalam menuntut ilmu.
Perjalanan panjang Imam al-Bukhari dalam mencari ilmu menunjukkan bahwa keberhasilan tidak hadir secara instan. Ada kesungguhan, ketekunan, doa, dan usaha yang harus dijalani untuk mencapai cita-cita.
“Belajar membutuhkan doa, keyakinan, dan ikhtiar. Para santri harus memiliki keyakinan bahwa mereka mampu meraih cita-cita dan terus berusaha untuk mewujudkannya,” sebut Ahmad.
Santri Antusias Bicara Masa Depan
Pesan-pesan tersebut kemudian dilanjutkan melalui diskusi interaktif yang dipandu Dosen Prodi Pendidikan Matematika UIN Palopo, Zulkarnain.
Para santri tampak antusias mengikuti sesi diskusi. Sejumlah pertanyaan disampaikan, terutama berkaitan dengan motivasi belajar dan rencana melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.
Bagi UIN Palopo, kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya kampus memperluas kontribusi perguruan tinggi di tengah masyarakat, khususnya dalam mendorong generasi muda agar memiliki motivasi belajar, karakter, dan orientasi pendidikan yang lebih kuat.
Melalui Sharing Session tersebut, UIN Palopo berharap para santri DDI Lerang-Lerang semakin terdorong mengembangkan potensi diri, memperkuat karakter, dan berani melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.
Kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat, dengan menempatkan pendidikan dan penguatan sumber daya manusia sebagai salah satu fokus kontribusi kampus.
Apa Reaksi Anda?

