UIN Palopo Ikuti Konpers Kinerja Kemenag, FEBI Perkuat Regenerasi Organisasi dan Capaian Alumni
Forum ini memaparkan berbagai program prioritas dan capaian strategis Kemenag RI selama dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Foto: Humas UIN Palopo.
Kabar | hijaupopuler.id
Universitas Islam Negeri (UIN) Palopo mengikuti perkembangan kebijakan strategis Kementerian Agama RI sekaligus memperkuat pengembangan kapasitas mahasiswa dan lulusan. Hal ini tercermin dari keikutsertaan pimpinan universitas dalam konferensi pers dua tahun kinerja Kemenag serta kegiatan regenerasi organisasi mahasiswa dan apresiasi terhadap capaian alumni Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI).
Rektor UIN Palopo, Abbas Langaji, bersama unsur pimpinan universitas mengikuti secara daring Konferensi Pers (Konpers) Kementerian Agama RI bertajuk “2 Tahun Asta Cita Kinerja Kemenag, Manfaat untuk Umat” yang digelar secara hibrid dari Jakarta, Senin (19/10/2026).
Forum tersebut memaparkan berbagai program prioritas dan capaian strategis Kemenag selama dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Sejumlah bidang yang menjadi perhatian meliputi peningkatan akses pendidikan, kesejahteraan pendidik, pemberdayaan ekonomi umat, penguatan kerukunan antarumat beragama, serta peningkatan kualitas layanan keagamaan.
Menteri Agama RI, Nasaruddin Umar, bersama Wakil Menteri Agama Muhammad Syafi’i dan sejumlah pejabat terkait turut menyoroti pentingnya ekoteologi, yakni pendekatan yang mengintegrasikan nilai-nilai keagamaan dengan kepedulian terhadap lingkungan. Pendekatan ini diharapkan dapat memperkuat kesadaran masyarakat dalam menjaga kelestarian alam.
Dalam pemaparan tersebut, Kemenag juga menyoroti jangkauan Program Indonesia Pintar (PIP), Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP Kuliah), dan Beasiswa Indonesia Bangkit. Perhatian terhadap pemenuhan gizi dan kesehatan siswa serta santri, kemandirian pesantren, layanan keagamaan yang inklusif, serta digitalisasi tata kelola turut menjadi bagian dari upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia dan pelayanan publik.
Rektor UIN Palopo, Abbas Langaji, menerangkan capaian dan arah kebijakan tersebut menjadi konteks penting bagi perguruan tinggi keagamaan dalam menjalankan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
“Berbagai capaian yang dipaparkan menjadi konteks penting bagi kami di perguruan tinggi dalam menjalankan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat agar semakin relevan dengan kebutuhan umat,” ujarnya, Selasa (20/10/2026).
Di lingkungan kampus, penguatan kapasitas mahasiswa juga terlihat melalui kegiatan Kongres Anggota SEA (KAS) Kelompok Studi Ekonomi Islam (KSEI) Sharia Economics Association (SEA) FEBI UIN Palopo. Kegiatan yang berlangsung sejak Jumat (16/10/2026) di Masjid Jabal Nur Perumnas, Kelurahan Rampoang, Kecamatan Bara, Kota Palopo, tersebut mengusung tema “Muhasabah dan Evaluasi Kinerja Kabinet Rekarsa sebagai Refleksi Menuju Estafet Kepengurusan KSEI SEA.”
Ketua Panitia, Darussalam, menjelaskan kongres menjadi ruang bagi anggota untuk mengevaluasi perjalanan organisasi, memperkuat solidaritas, serta mempersiapkan regenerasi kepemimpinan.
Kegiatan ini diikuti anggota KSEI SEA UIN Palopo, perwakilan Forum Silaturahim Studi Ekonomi Islam (FoSSEI) Regional Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, Sulawesi Tenggara, dan Maluku, serta pembina KSEI SEA, Edi Indra Setiawan dan Muhammad Alwi.
Dalam sambutan pembukaan, Ketua Umum KSEI SEA periode 2025/2026, Asrita Dalle, menyampaikan pandangannya mengenai perjalanan organisasi dan pelaksanaan kongres. Sambutan juga disampaikan Koordinator Bidang Sumber Daya Manusia FoSSEI Regional SulSelBarTra dan Maluku, Muh Raihan Fadhil Achmad.
Pembina I KSEI SEA, Edi Indra Setiawan, yang membuka kegiatan tersebut, mengutip Surah Al-Insyirah ayat 6 sebagai pengingat agar anggota menghadapi tantangan organisasi dengan optimisme dan ketekunan. Ia juga menyoroti kontribusi KSEI SEA dalam mendukung capaian FEBI UIN Palopo, termasuk keberhasilan fakultas meraih akreditasi unggul.
Menurut Edi, kepengurusan berikutnya diharapkan mampu menjaga capaian tersebut sekaligus menghadirkan inovasi dan program yang memberikan manfaat lebih luas. Ia menekankan tiga hal penting bagi pengembangan organisasi, yakni afiliasi, partisipasi, dan kontribusi.
Semangat pengembangan kapasitas lulusan FEBI UIN Palopo juga tercermin dalam capaian Putri Wulansari yang berhasil berkarier sebagai Staf Administrasi pada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat.
Sebelumnya, Humas FEBI UIN Palopo, Endang, Senin (19/10/2026), menyatakan capaian Putri diharapkan menjadi inspirasi bagi mahasiswa untuk terus meningkatkan kompetensi, memperluas pengalaman, dan mempersiapkan diri menghadapi dunia kerja.
Menurut Endang, pengalaman berorganisasi, evaluasi diri, serta kemauan untuk terus belajar menjadi bagian penting dalam membangun kapasitas mahasiswa agar mampu beradaptasi dengan kebutuhan dunia profesional.
Rangkaian kegiatan tersebut dinilai memperlihatkan pentingnya keterhubungan antara kebijakan pendidikan keagamaan, pengembangan organisasi mahasiswa, dan kesiapan lulusan memasuki dunia kerja. Melalui penguatan tata kelola, pembinaan mahasiswa, serta pengembangan kompetensi lulusan, UIN Palopo juga diharapkan terus berkontribusi dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Apa Reaksi Anda?

