UIN Palopo Jadi Rujukan Transformasi PTKIN, Pengalamannya Dipelajari IAIN Curup

UIN Palopo Jadi Rujukan Transformasi PTKIN, Pengalamannya Dipelajari IAIN Curup
UIN Palopo Jadi Rujukan Transformasi PTKIN, Pengalamannya Dipelajari IAIN Curup
UIN Palopo Jadi Rujukan Transformasi PTKIN, Pengalamannya Dipelajari IAIN Curup

Lebih dari sekadar penandatanganan dokumen, kolaborasi ini mencerminkan semakin kuatnya budaya saling belajar di lingkungan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN). Foto: Humas UIN Palopo.

Kabar | hijaupopuler.id

Universitas Islam Negeri (UIN) Palopo mulai memainkan peran baru di kancah pendidikan tinggi keagamaan Islam nasional. Jika sebelumnya kampus ini menjadi bagian dari proses panjang transformasi kelembagaan, kini pengalaman tersebut justru menjadi rujukan bagi perguruan tinggi lain yang sedang menempuh jalan serupa.

Hal itu terlihat saat Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Curup mengundang Rektor UIN Palopo, Abbas Langaji, bersama Rektor UIN Kendari, Husain Insawan, sebagai narasumber dalam Sharing Session Transformasi IAIN Curup Menuju Universitas Islam Negeri Curup, Kamis (30/7/2026) kemarin, di Kampus IAIN Curup, Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu.

Forum tersebut tampak tak biasa. Bagi IAIN Curup yang tengah mempersiapkan alih status menjadi Universitas Islam Negeri (UIN), pengalaman dua kampus yang telah melewati proses transformasi dinilai sebagai referensi strategis untuk menyusun langkah yang lebih terarah.

Kegiatan itu dihadiri Rektor IAIN Curup, Idi Warsah, didampingi Wakil Rektor I-nya, Eka Apriani. Turut hadir Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kelembagaan UIN Palopo, Munir Yusuf, Ketua Lembaga Penjaminan Mutu IAIN Curup, Sutarto, Ketua LP2M, Mirzon Daheri, para kepala pusat di lingkungan LPM dan LP2M, Kepala UPT Bahasa, serta Gugus Kendali Mutu dari seluruh fakultas.

Rektor IAIN Curup, Idi Warsah, mengatakan kampusnya sengaja menghadirkan UIN Palopo dan UIN Kendari agar seluruh sivitas akademika memperoleh gambaran utuh mengenai proses transformasi menuju universitas.

"Malam ini kita akan mendengar informasi hal apa saja yang perlu kita siapkan serta petunjuk mekanismenya agar jalan kita ke depan tidak sulit," katanya.

Bagi UIN Palopo sendiri, forum tersebut menjadi kesempatan membagikan pengalaman panjang transformasi kelembagaan yang telah dilalui, mulai dari berstatus Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN), berubah menjadi Institut Agama Islam Negeri (IAIN), hingga resmi menyandang status UIN.

Rektor UIN Palopo, Abbas Langaji, menegaskan perubahan status perguruan tinggi tidak cukup hanya mengandalkan semangat, tetapi harus ditopang kesiapan administrasi, kepemimpinan yang kuat, dan kekompakan seluruh elemen kampus.

"Dalam proses alih status perguruan tinggi, administrasi menjadi hal yang penting diperhatikan, seperti proposal harus sesuai dengan aturan yang ada," ujarnya.

Menurut Abbas, komunikasi aktif dengan pemerintah pusat juga menjadi faktor yang tidak bisa diabaikan selama proses transformasi berlangsung.

"Dalam proses beralih status menjadi UIN, rektornya harus aktif menjalin hubungan di tingkat pusat dan solidaritas internal harus dijaga agar tidak menghambat proses tahapan," pesannya.

Sementara itu, Rektor UIN Kendari Husain Insawan, mengingatkan pentingnya budaya proaktif dalam merespons setiap evaluasi pemerintah.

"Jemput bola, jangan menunggu. Ketika ada instruksi dari pusat terkait beberapa hal yang perlu diperbaiki dalam proposal, rektor harus bergerak cepat, jangan menunggu," tegasnya.

Usai sesi diskusi, ketiga perguruan tinggi memperkuat komitmen melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) yang mencakup pengembangan pendidikan dan pengajaran, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, penguatan sumber daya manusia, peningkatan mutu kelembagaan, pertukaran dosen dan mahasiswa, publikasi ilmiah, hingga pengembangan sistem penjaminan mutu.

Lebih dari sekadar penandatanganan dokumen, kolaborasi tersebut mencerminkan semakin kuatnya budaya saling belajar di lingkungan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN). Bagi IAIN Curup, kemitraan ini menjadi ruang untuk menyerap praktik-praktik terbaik dari kampus yang telah berhasil bertransformasi. Sementara bagi UIN Palopo, kepercayaan menjadi mitra strategis dalam proses tersebut menegaskan posisinya sebagai salah satu kampus yang mulai berkontribusi dalam penguatan tata kelola dan pengembangan kelembagaan PTKIN di tingkat nasional.

Apa Reaksi Anda?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow